burung-pipitTik….tak….tik…tak….
Diamku dalam raga yang rapuh, terguncang
Termangu, terayun detak jam dinding yang berisik
Ku ingat engkau, pipit kecilku
Aku merindungan kicauan sumbangmu
Tapi mungkinkah ?
Tapi haruskah ?

Aku tak mungkin lagi merengkuh dera asmaramu,
Aku tidak harus bertekuk, terbelenggu dalam nestapa nuraniku,
Maafkan, maafkan aku…

Bukan aku tak perduli dengan semilir angin yang berdesau,
Bukan aku tak mau menatap pupus mentari pagi,
Bukan aku tak ingin mendengar seruling hatiku berbunyi,
Bukan aku tak hendak menggapai asa yang gemuruh bergelora…

Tapi kini, semuanya sudah tak mungkin lagi,
Tapi kini, semunya sudah tidak harus lagi,
Kau bukanlah pipit kecilku yang dulu lagi,
Kicauanmupun kini merdu, tak sumbang lagi

Biarkan resah hatiku, tenggelam dalam gemuruh jatungku,
Biarkan kerinduanku redam, dalam rinai yang membasahi tubuhku
Biarkan asmaraku larut, larut mengapung terbawa arus perjalananku
Biarkan kepedihanku bathinku, melayang bersama ujung malam yang kelam

Terbanglah dikau menjauh dari hatiku,
Berkicaulah tak nyaringlah engkau , agar tak terdengar telingaku,
Bawalah semua…
Pergilah untuk selamanya…
Karena kini kusadari, kau bukan untukku.
Karena kini kupahami, aku memang bukan untukmu

Biarkanlah purnama yang menyatukan kita,
Biarlah Matahari yang mempertemukan kita,
Biarlah Malam yang menyelimuti kita,
Karena aku, karena engkau mengerti
Gejolak yang membuncah dalam hati kita, tidak mungkin kita tumpah lagi
Karena semuanya sudah menjadi terlarang dan terhalang….

Tidurlah pipit kecilku, bermimpilah
Seperti aku yang tertidur dan memimpikanmu.

Ini Ikutin Saranya Mas Cholik, supaya bikin puisi, yo wis sak iso ne ae

Gambar diambil dari : http://whatbird.wbu.com/img/4/3525/image.aspx?x=330

  Copyright secured by Digiprove © 2011 Aldy Markopiola