Berempati saat sahabat berduka.
Hidup ini ada tawa dan ada tangisan, ada bahagia pasti ada duka. Tidak selamanya selalu diisi dengan kegembiraan. Sebagai teman jika ada orang tua teman kita berpulang, idealnya kita harus datang kepemakaman untuk mengucapkan belasungkawa.
Dalam suasana duka ini, ada beberapa hal yang patut diperhatikan, agar kedatangan kita kepemakaman tidak menimbulkan permasalahan dibelakang hari, hanya karena ucapan bodoh atau tindakan konyol yang seharusnya tidak dilakukan.
Jangan Sok Bijaksana.
Hidari memberikan nasehat-nasehat yang bodoh dalam kondisi duka seperti ini.
Misalnya anda mengatakan “sudahlah, jangan terlalu difikirkan” atau “sudahlah, jangan kelamaan sedihnya hidup harus terus berjalan”, dibalik kalimat itu tanpa sadar kita sudah meminta teman tersebut agar segera melupakan almarhum, padahal almarhum adalah orang yang paling dekat dengan teman kita.
Ucapan singkat “saya turut berduka”, merupakan ungkapan turut berbela sungkawa yang lebih dari cukup.
Jangan bertanya “kenapa ?”
Pertanyaan ini memaksa dia untuk mengingat kembali kejadian yang mungkin tidak ingin diingatnya. Jabat tangannya dengan erat, jika kita adalah teman dekat tidak salahnya memberikan pelukan kepadanya, atau jika anda merasa teman anda mencodongkan badannya keanda, peluklah dia. Ingat jangan mengucapkan apapun, cukup diam saja.
Ada pengalaman menarik mengenai hal ini, teman saya pernah terjungkal kena bogem temannya sendiri karena menanyakan “kenapa”, padahal teman yang bertanya tersebut sudah megetahui penyebab berpulangnya orang yang cintai pemberi bogem.
Cukup Diam.
Saya pernah menulis pada sebuah blog bahwa diam itu bodoh, tetapi dalam kondisi ini diam adalah emas. Berikan dukungan moral kepada teman anda dengan berdiri disampingnya pada saat jasad diturunkan keliang lahat. Cukup diam disampingnya, hal ini secara psikologis menyadarkan teman bahwa dia tidak sendirian dalam suasana duka.
Empati,
Jika teman menitikkan air mata pada saat jasad diturunkan keliang lahat, biarkan…, jangan menghalangi atau mencegahnya untuk menangis. Biarkan dia berkabung, karena ini adalah saat yang paling tepat baginya untuk menitikkan air mata.
Cukup ? Emang elo siapa Aldy nasehatin orang lain. Remember, saya tidak bermaksud menasehati orang lain, saya tidak bermaksud menggurui para senior. Tetapi saya kira, yang saya sampaikan diatas bisa dipertanggung jawabkan.
Rekan-rekan punya pendapat lain ? Sharing dikolom komentar dibawah.
Sumber gambar : http://stat.ks.kidsklik.com/files/2009/03/269_duka_cita.jpg

Nie si empunya kemana…??? kok sepi amat.
Maaf Deka, koneksi om saat ini sedang tidak keruan, bahkan yang ada dikantorpun beberapa hari ngaco nggak keruan.
Wah kalo begitu, siapakah yang patut disalahkan…????
Mari kita tanyakan kepada rumput yang sedang bergoyang dangdut di blog deka. hahhahaha
Tidak ada yang patut dipersalahkan, yang ada hanya yang patut kita pertanyakan kenapa koneksinya dudul banget.
Kita doakan saja semoga almarhum diterima di sisiNya dan mendapat akhir yang baik sesuai dengan amal salehnya.
Yup, kita biasanya memang mendo’akan semoga almarhum diterima di sisi-Nya.
Maaf OOT, Absensi dan mendo’akan semoga koneksi Om Aldy kembali normal dan kalobisa lebih cepat dan stabil dari sebelumnya. AMIEN.
Terima kasih…Terima kasih…
iyyap .. dalam keadaan ini diam memang berarti emas ..
diam memang lebih baik daripada slah ngomong ya , mas
Benar MakNgah, lebih baik diam saja.
bagus saya suka artikelnyaa
Ode, thanks.