Tanggal : 26 February 2010
Cerita ini berawal dari keisengan seorang teman yang selalu berfikiran bahwa lelaki tidak harus kekar dan berotot. Dari obrolan santai sampai ujung-ujung berubah menjadi debat kusir. Karena malas, saya hanya memasang kuping saja (padahal kuping ini dari sejak lahir sudah terpasang ditempatnya dengan baik dan benar).
Saya sendiri memahaminya secara sederhana, laki-laki memang harus bersih, tidak kumal, tidak harus kekar dan berotot. Tetapi kalau kemudian masalahnya berubah menjadi debat kusir dan akhirnya berantem, mungkin perlu sedikit kekar dan berotot. (*andai saya biarkan mungkin terjadi transaksi pukulan *).
Saya bertanya sendiri, haruskah pria itu cantik ?
Setelah berfikir keras akhirnya dapat sebuah kesimpulan bahwa lelaki tidak harus cantik. Trus harus bagaimana ?
Tapi cantik boleh nggak ya ? boleh, tetapi yang cantik itu isi kepalanya bukan wajahnya, karena kalau wajah yang cantik domainnya pada wanita/perempuan. Domainnya laki-laki ganteng, cuakep.
Celakanya teman yang satu ini hanya cantik wajahnya, bukan isi kepalanya. Menurut ahlinya si teman masuk kategori pria metroseksual. Sudah lazim para pria masuk salon bahkan sampai masuk klinik kecantikan. Mulai dari hanya gunting rambut hingga rejuve.
Lelaki memang harus merawat diri, berperilaku bersih, bertutur yang santun serta berpakaian yang pantas. Tetapi jangan berlebihan, menjadi laki-laki yang ultra-groomed bukan perilaku yang baik, apalagi jika penghasilan kita pas-pasan. Dari sudut pandang yang berasal dari keluarga sederhana, menjadi lelaki cantik bukan tipe saya.
Saya hanya menggunakan beberapa peralatan yang umumnya digunakan oleh laki-laki. Ini dia jenisnya :
- Pisau cukur, pasti karena jenggot dan kumis selalu tumbuh dengan subur.
- Sisir, wajib walaupun rambut sudah mulai menipis.
- Parfum, ada walaupun bukan berasal dari merk ternama.L
- Deodorant+sunblock, sesekali menggunakan jika kelapangan.
- Gunting Kuku, ndak lucu kalau saya menggunting kuku pakai pisau dapur
Saya mencoba untuk mencari-cari, tetapi hanya barang-barang itulah yang ada di meja dalam kamar.
Ada pendapat rekan-rekan blogger mengenai Pria cantik ini ?
Note : Pria cantik bukan wadam/shemale.
Foto : http://www.sxc.hu
Tanggal : 23 February 2010
Tak bersuara,
sepi…
sunyi…
Puisi satu bait ini khusus dipersembahkan untuk Aliazblog
Sekalian mau menyaingi puisi pendeknya mas Sunarno
Copyright secured by Digiprove © 2010 Aldy Markopiola
Tanggal : 19 February 2010
AKU ( Chairil Anwar )
Kalau sampai waktuku
‘Ku mau tak seorang kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri
Dan aku akan lebih tidak perduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi
Pernah baca puisi diatas ? saya yakin pernah. Bayangkan betapa menggebunya seorang Chairil, semangat yang membara bahkan menginginkan untuk hidup seribu tahun lagi, sekalipun kita juga tahu bahwa beliau berpulang dalam usia yang cukup muda.
Baca Selanjutnya »
Tanggal : 17 February 2010
Ada beberapa macam jenis tangisan yang saya ketahui. Berasal dari kata dasar tangis yang pada dasarnya menerangkan keluarnya air dari mata (kelopak mata ?). Dalam pemahaman saya, mengeluarkan air dari mata dalam jumlah yang cukup banyak berarti menangis.
Mari sama-sama kita uraikan ( silahkan ditambahkan pada komentar ), beberapa jenis tangisan ini.
- Tersedu-sedu, menangis perlahan bahkan hampir tidak bersuara, hanya air mata yang bercucuran dan sesekali disertai dengan sentakan bahu secara perlahan
- Berlinang Air Mata, hanya air mata yang keluar, tanpa suara
- Terisak, hampir sama dengan tersedu-sedu cuma durasinya lebih pendek
- Menangis, cucuran air yang keluar dari mata banyak dan disertai dengan suara yang cukup nyaring
- Tangisan Super, Menangis yang paling parang, disamping air mata yang keluar melebihi kapasitas, suara yang nyaring dan disertai dengan meronta-ronta
- Jangan menangis, itu artinya anda tidak boleh mengeluarkan airmata, baik itu disertai dengan suara, meronta maupun tidak
Benarkah definisi tersebut ? menurut saya sih benar, nggak tahu kalau menurut guru bahasa. Lantas kaitannya dengan judul diatas ?
Pernah mendengar ibu/mama/bunda bilang “Anak laki kok nangis kayak perempuan” ?. Pertanyaannya, memang kalau laki-laki tidak boleh menangis ?
Saya dengan tegas mengatakan Boleh, Jika anda laki-laki dan merasa hebat kerana tidak pernah menangis, saat ini juga saya menyarankan anda untuk mendatangi dokter ahli jiwa/psikiater untuk memeriksa kesehatan mental anda dan mendatangi dokter ahli mata untuk mengecek tingkat kesehatan mata anda.
Saran saya, menangislah…apalagi jika tangisan tersebut membuat perasaan menjadi tenang.
Larangan saya, menangislah dengan wajar, jangan dengan tangisan super karena tidak baik. Jadi mana yang terbaik ? Menangisi hal yang wajar untuk ditangisi atau harus bersikukuh untuk tidak menangis hanya karena takut di katakan cengeng ? atau takut dikatakan seperti perempuan ? Dan satu hal yang penting, menangis itu tidak berdosa…
Tolong kasih tahu saya pendapat rekan-rekan semua. Happy Blogging
.
Tanggal : 13 February 2010
Besok, tanggal 14 Februari 2010 masyarakat Tionghua/China akan merayakan hari raya Imlek yang ke 2561. Sejak pemerintahan Abdurahman Wahid Presiden RI yang ke-4, masyarakat Tionghua tidak perlu lagi takut merayakan imleks. Sebuah bentuk demokrasi yang seharusnya kita junjung dan kita hormati. Lantas apa hubungannya dengan saya ?
Saya memang pemeluk agama islam ( walau bukan pemeluk agama yang baik ), saya tidak lagi merayakan Imlek, tetapi ibu saya, orang yang melahirkan saya dengan taruhan nyawa masih merayakannya dan saya menghormati beliau sebagai ibu. Tanpa ibu saya tidak pernah melihat gemerlapnya dunia, gelimangnya kemaksiatan dan indah blogging.
Baca Selanjutnya »