Apa Dosa Saya ?
Entah mengapa ditengah malam buta tiba-tiba saja ingin menulis ( addict ? ), walau sadar artikelnya nggak bagus-bagus amat. Lalu apa hubungannya artikel ini dengan judul diatas ?
Beberapa waktu yang lalu, saya main-main ke blognya mas Cahya Legawa dan ada sebuah artikel yang ditulis berkenaan dengan kunjungan kesebuah blog dan Mas Cahya memutuskan untuk tidak mengunjungi blog itu lagi ( untuk jelasnya silahkan baca , Alasan saya tidak berkunjung ke blog itu lagi. Artikel ini juga diilhami dari tulisan tersebut.
Awalnya saya tidak berminat untuk menuliskannya, karena saya khawatir dikatakan sakit hati dan sebagainya. Sebagai blogger yang masih berbau kencur, melakukan blogwalking ( never blog running ), salah satu cara untuk menjalin silaturahmi dengan blogger lain. Dan jujur saja, sampai sejauh ini saya enjoy melakukannya. Karena selain berkunjung saya juga mendapatkan pengetahuan baru dari blog yang saya kunjungi. Dan lumrah jika kita memberikan komentar pada sebuah blog yang dikunjungi.
Kejadian ini berawal ketika saya mengunjungi sebuah blog, tidak terlalu ramai ( jika dilihat dari jumlah komentar ), tetapi lebih ramai dari blog gado-gado ini. Dan lazimnya bagi saya, jika saya pernah memberikan komentar saya akan berkunjung kembali ke blog tersebut, apalagi jika saya mengajukan pertanyaan.
Entah apa yang ada dibenak di pemilik blog dan entah apapula kesalahan saya. Dan betapa kecewanya saya, ketika saya datang kembali kesana komentar saya tidak ada. Dan saya menduga komentar saya sudah dihapus oleh Admin blog. Saya meyakini ini, karena sebelum saya meningglkan blog tersebut, saya sudah melihat komentar saya sudah muncul.
Sejak kejadian tersebut, saya tidak pernah lagi mengunjungi blog tersebut, saya merasa tidak dihargai. Atau karena saya mengajukan pertanyaan sehingga kelihatan bodoh dan dianggap tidak perlu, dari pada memenuhi space mungkin adminya merasa komentar saya tidak perlu dan sebaiknya dihapus saja. Hmmm…..
Saya merasa ada arogansi yang tersembunyi disana, sehingga saya merasa tidak perlu datang lagi.
Akan lain ceritanya jika pemilik blog sudah menyatakan tidak akan membalas komentar pada blognya, tetapi langsung melakukan kunjungan balik untuk membalas komentar.
Cara seperti ini dilakukan oleh Mbak Dewi Yana, Kang Yep atau Ruang hati berbagi, adminnya blog walking untuk membalas komentar yang masuk.
Saya sendiri heran dengan pemilik blog tersebut, jika tidak suka dengan komentar ( bukan spam ), menurut saya sebaiknya dibalas pada kolom komentar yang sama. Bukan dengan menghapus komentar yang tidak disukai, karena cara ini akan menimbulkan perasaan antipati.
Jika komentar saya dianggap tidak berbobot kenapa komentar “PERTAMAXXXX” tidak dihapus ? bukankah ada cara-cara yang lebih elegan ? dengan diedit misalnya. Saya sungguh suka dengan cara Mbak Nunik yang dengan tegas menyatakan akan menghapus link yang disertakan dalam komentar. Coba baca Term Of Service Insuansa.com.
Atau Mas Dhani, blogger yang selalu mengaku pemula ( awas ntar kena titik ), tidak pernah sungkan membagi ilmunya. Saya berfikiran blogger selevel Mas Dhani yang mengaku pemula saja mampu berbagi dan tidak pernah sungkan untuk mengkritik, memberikan masukan. Ini blogger yang baru seumuran jagung sudah main hapus saja tanpa alasan yang jelas.
Sahabat, ini hanya curhat ditengah malam menjelang pagi karena insomnia saya lagi kumat. Ini malam kedua saya terjaga dan belum sedetikpun memejamkan mata. ( Lebay, mungkin bli Dhani bisa bantu ? )
Dan saya mohon maaf, saya tidak akan memberikan link, nama atau apapun berkaitan dengan blog tersebut. Khawatir masalahnya berkepanjangan. Sahabat blogger di Negeri ini melimpah, kenapa harus pusing hanya karena komentar pada satu blog dihapus ? toh itu hak dia sebagai Admin blognya sendiri. Saya hanya berdo’a blognya bisa berguna buat rekan-rekan yang lain. Happy Blogging.
Ilustrasi Gambar dari : Umumkamilah.wordpress.com
kalau saya pribadi, akan coba seoptimal mungkin untuk selalu menjawab komment yang datang ke blog saya kang, dan berkunjung balik ke blog yang memberi komment, smg ini bisa konsisten terus kang…..
Prinsipnya sama mas Sandi,
Pemula seperti kita akan mencoba menjawab komentar sebisanya dan ini pernah saya tulis di Komentar tamu haruskan dijawab dan di Komentar Anda Indentitas Anda Juga.
Jika blognya sudah mencapai ratusan komentas perhari mungkin perlu sedikit selektif, mana yang perlu dijawab dan mana yang tidak.
[...] Pak Aldy. (Beliau ini mau saya panggil dengan sebutan apa ke depan ya? Bapak atau Mas? Sepertinya, dipanggil [...]