Apa Dosa Saya ?
Posted on Feb 4th, 2010 by Aldy
Entah mengapa ditengah malam buta tiba-tiba saja ingin menulis ( addict ? ), walau sadar artikelnya nggak bagus-bagus amat. Lalu apa hubungannya artikel ini dengan judul diatas ?
Beberapa waktu yang lalu, saya main-main ke blognya mas Cahya Legawa dan ada sebuah artikel yang ditulis berkenaan dengan kunjungan kesebuah blog dan Mas Cahya memutuskan untuk tidak mengunjungi blog itu lagi ( untuk jelasnya silahkan baca , Alasan saya tidak berkunjung ke blog itu lagi. Artikel ini juga diilhami dari tulisan tersebut.
Awalnya saya tidak berminat untuk menuliskannya, karena saya khawatir dikatakan sakit hati dan sebagainya. Sebagai blogger yang masih berbau kencur, melakukan blogwalking ( never blog running ), salah satu cara untuk menjalin silaturahmi dengan blogger lain. Dan jujur saja, sampai sejauh ini saya enjoy melakukannya. Karena selain berkunjung saya juga mendapatkan pengetahuan baru dari blog yang saya kunjungi. Dan lumrah jika kita memberikan komentar pada sebuah blog yang dikunjungi.
Kejadian ini berawal ketika saya mengunjungi sebuah blog, tidak terlalu ramai ( jika dilihat dari jumlah komentar ), tetapi lebih ramai dari blog gado-gado ini. Dan lazimnya bagi saya, jika saya pernah memberikan komentar saya akan berkunjung kembali ke blog tersebut, apalagi jika saya mengajukan pertanyaan.
Entah apa yang ada dibenak di pemilik blog dan entah apapula kesalahan saya. Dan betapa kecewanya saya, ketika saya datang kembali kesana komentar saya tidak ada. Dan saya menduga komentar saya sudah dihapus oleh Admin blog. Saya meyakini ini, karena sebelum saya meningglkan blog tersebut, saya sudah melihat komentar saya sudah muncul.
Sejak kejadian tersebut, saya tidak pernah lagi mengunjungi blog tersebut, saya merasa tidak dihargai. Atau karena saya mengajukan pertanyaan sehingga kelihatan bodoh dan dianggap tidak perlu, dari pada memenuhi space mungkin adminya merasa komentar saya tidak perlu dan sebaiknya dihapus saja. Hmmm…..
Saya merasa ada arogansi yang tersembunyi disana, sehingga saya merasa tidak perlu datang lagi.
Akan lain ceritanya jika pemilik blog sudah menyatakan tidak akan membalas komentar pada blognya, tetapi langsung melakukan kunjungan balik untuk membalas komentar.
Cara seperti ini dilakukan oleh Mbak Dewi Yana, Kang Yep atau Ruang hati berbagi, adminnya blog walking untuk membalas komentar yang masuk.
Saya sendiri heran dengan pemilik blog tersebut, jika tidak suka dengan komentar ( bukan spam ), menurut saya sebaiknya dibalas pada kolom komentar yang sama. Bukan dengan menghapus komentar yang tidak disukai, karena cara ini akan menimbulkan perasaan antipati.
Jika komentar saya dianggap tidak berbobot kenapa komentar “PERTAMAXXXX” tidak dihapus ? bukankah ada cara-cara yang lebih elegan ? dengan diedit misalnya. Saya sungguh suka dengan cara Mbak Nunik yang dengan tegas menyatakan akan menghapus link yang disertakan dalam komentar. Coba baca Term Of Service Insuansa.com.
Atau Mas Dhani, blogger yang selalu mengaku pemula ( awas ntar kena titik ), tidak pernah sungkan membagi ilmunya. Saya berfikiran blogger selevel Mas Dhani yang mengaku pemula saja mampu berbagi dan tidak pernah sungkan untuk mengkritik, memberikan masukan. Ini blogger yang baru seumuran jagung sudah main hapus saja tanpa alasan yang jelas.
Sahabat, ini hanya curhat ditengah malam menjelang pagi karena insomnia saya lagi kumat. Ini malam kedua saya terjaga dan belum sedetikpun memejamkan mata. ( Lebay, mungkin bli Dhani bisa bantu ? )
Dan saya mohon maaf, saya tidak akan memberikan link, nama atau apapun berkaitan dengan blog tersebut. Khawatir masalahnya berkepanjangan. Sahabat blogger di Negeri ini melimpah, kenapa harus pusing hanya karena komentar pada satu blog dihapus ? toh itu hak dia sebagai Admin blognya sendiri. Saya hanya berdo’a blognya bisa berguna buat rekan-rekan yang lain. Happy Blogging.
Ilustrasi Gambar dari : Umumkamilah.wordpress.com
%$%#^&%^%$^$%#
%$%#$@$@^%^$@
*ntar sore saya balik lagi om, buat liat ne komen diapus ato kaga*
Ditunggu ramudeng…
Mas Aldy yakin klo dihapus? coba kirim e-mail ke pemilik blog.. karena kadang terjadi error. dulu bundo pernah mengalami selain artikel ilang pernah ada 3 komen ilang dan ada juga komen dari pengunjung yang tampil sebagian. bundo tulis disini
sebaiknya mas ALdy konfirmasi pada pemilik blog, kasian klo dia ngga tau apa yg sudah diperbuatnya. karena minggu lalu saja bundo masih mengalami ini, komen sahabat terpotong hanya tampil separoh.. untung bundo nyadar cek lagi.
terus terang klo bundo memang melakukan delete thd komentar dan link yang mengandung unsur pornografi atau kata-kata kasar [pernah ada kata2 kasar utk negara tetangga]
Ok, mas Aldy semoga silaturrahim tetap terjalin baik.
Belum sih bunda, saya mau konfirmasi juga malas, biasanya rekan-rekan blogger yang lain memberitahukan jika ada problem.
Bundo, blognya Teh Ceceusofi kena Deface.
Saya nggak tau apakah Teh Sofi sudah tahu atau belum.
ceuceu sudah tau, dua hari lagi dijanjikan semuanya beres kembali
Syukurlah bunda, karena kebetulan saya baru main tadi pagi kesana, makanya saya posting di Personal Field.
Nek wis kuyu ngunu kui, rasah balik maning mas, aku yo wis tau kok, sampek sekarang aku juga nggak pernah ke sana. Saya yakin, nanti akan ada komplain dari blogger lain pada kasus nyang sama, dan akhirnya blog itu akan sepi sendiri, mampuslah blognya. Daripada aku penasaran nama blognya, mohon dismske ke nolapantuju lapantigadua duasembilanlima nolnolsembilan ya mas. Marahi penasaran wae
Yah biarlah mas, nggak apa-apa kok. Entah disengaja atau tidak saya juga tidak tahu.
Dan saya sudah memutuskan untuk tidak memberikan alamatnya mas Wandi, mohon maaf.
Dari pada nanti permasalahannya menjadi panjang, mendingan ditulis saja disini.
Wakwakwkwk…Lha koq jadi sampean sing nesu tho mas Wandi??…kiqkiqkiq….
@mas Aldy> Sabar aja mas, biarkan n serahkan saja pada seleksi Alam. Keep Posting With your Smile mas Aldy
Untungnya saya belum pernah mas.
Jangan sampai deh mbak, jujur saja sakit hati sih nggak, cuma kecewa saja.
aduh, kalau di blog saya gimana bro? lagi sibuk2nya dengan kerjaan lain, nulis pun terlantar. padahal draft tulisan masih banyak.
Kalau komentar masuk spam yah, biasanya jarang akan saya restore, terkecuali komentar tersebut ada di page 1 spam.
biasanya spam akan saya hapus semuanya.
Kalau di blog saya mah, mau pertamax mau apa kek, klo gak penting seperti nice post, dan apa segala macamnya, hehehe.. tidak saya balas.
tapi kalau kunjungan balik, itu pasti.
Kalau Bro ganda sih ndak bisa dijadikan patokan
, kerjaan banyak…jangankan ngurus blog, cari pacar saja nggak sempat….;)
Wah keterlaluan kalo cari2 yang bening2 juga belumm sempat, heheheh…
hihih. Cukup di lihat aja keindahan kaum hawa. tidak ada rasa memiliki. sebab saya sudah memiliki satu yang terbaik.
pacar udah ada, ngapain di cari lagi?
Agree…
benar bro, yang ada saja dijaga jangan sampai lepas. ( emang…apaan ? );)
Pak Aldy,
Admin juga manusia, kadang saya sendiri sempat bingung, beberapa komentar yang pending atau masuk di SpamBox, yang mana harus disetujui yang mana tidak.
Antispam yang saya gunakan dua lapis, satu memang antipsam enterprise satu lagi milik “komunitas”.
Begini, katakanlah si A memberi komentar pada blog kita, jika komentarnya masuk pending biasa karena moderasi, berarti kemungkinan bukan spam, admin memeriksa dan menilai, ini spam atau bukan, jika bukan pastilah diloloskan – walau pun rada konyol dan OOT (jika saya pribadi).
Kalau komentar si A masuk “kotak penilaian” spam, maka admin seperti saya mesti bijaksana. Jika komentarnya memang spam, pastilah langsung dihapus. Tapi bagaimana jika setengah iya dan setengah tidak?
Di sinilah dilema seorang admin bagi saya Pak Aldy. Mengapa dia tertangkap moderasi spam? Apakah si A sering nyepam di blog lain? Sehingga surel, ID, atau URL-nya masuk ke daftar kecurigaan spam?
Beberapa spammer menggunakan sin laundry, dengan berkomentar baik di banyak blog, dan nyepam di blog-blog yang menguntungkan baginya. Sehingga mesin antispam akan kesulitan. Jika dari yang pernah saya ketahui – masih diragukan juga ini benar atau tidak – dengan menyetujui komentar yang setengah spam (maksudnya bahasanya rada nyepam gitu), berarti kita memberikan kesempatan dia nyepam di tempat lain.
Untung sekarang tidak banyak masalah seperti itu lagi
Should we let it passed, or should we terminated it by any means?
Kalau dalam kasus Pak Aldy, kadang saya juga sering salah mencet, entah gimana kursor bergerak ke tombol delete secara tidak sadar, kemudian baru tahu setelah terima protes dari yang kirim komentar, yah…, saya hanya bilang minta maaf, ga sengaja – mau gimana lagi (admin juga manusia)
Mas Cahya,
).
Kalau saja masuk spam box atau harus melalui moderasi terlebih dahulu mungkin saya maklum, barangkali adminnya salah pencet atau karena saking banyaknya spam akhirnya didelete sekaligus termasuk komentar kita.
Komentar ini tidak melewati moderasi, sama dengan blog saya ini, selesai tulis, publish langsung muncul.
Terima kasih Mas Cahya sudah mengingatkan, mungkin saja blognya pernah mengalami error sehingga ketika saya datang besoknya komentar saya tidak ada. Atau bisa saja dia salah pencet, maunya replay yang kepencet malah delete.
Karena blognya menggunakan plugins komentar bersarang.
Selebih dari artikel ini, dalam hati saya sudah memaafkannya Mas dan saya juga menyadari apakah komentar saya diterima atau tidak sepenuhnya menjadi hak admin blog. Karena Admin juga manusia
Tidak ingin komplain sih mas, cuma ada perasaan yang mengganjal saja. Dan kejadiannya sudah cukup lama.
Saya belum mudheng blog yang dimaksud di sini blog yang mana. Karena saya belum pernah mengalami, dan juga karena saya hanya punya sedikit waktu untuk blogwalking. Jadinya saya tidak tahu banyak.
Sementara ini saya memprioritaskan mengunjungi balik sahabat yang mengunjungi blog saya saja.
Moga-moga karena terjadi error saja ya..
UmuKamilah,
Maafkan saya, saya tidak akan memberikan link atau inisial atau nama.
Saya hanya berfikiran positif saya, mungkin saja pengaruh karena saya belum tidur sejak 48 jam yang lalu, karena penyakit saya kumat.
Suatu saat saya akan datang mengunjunginya lagi, tetapi dengan inisial dan alamat blog yang lain.
Mas Aldy, mungkin saya mempunyai cerita yang juga menarik, dan bagi yang tahu permasalahan ini silahkan berbagi pengetahuan.
Pernah beberapa kali komentar di blog saya HILANG SETELAH SAYA EDIT.
Maklum, saya menjawab komentar dengan cara langsung di edit di komentar yang bersangkutan.
Yang paling saya sadari, adalah saat Pak marsudiyanto meninggalkan komentar yang berisi kode-kodean. setelah saya edit, malah hilang.
Makanya komentar Dokter Daniiswara yang ada di bawahnya, tidak saya edit langsung di bawahnya, karena ada kode-kodeannya juga.
~~~
Tetapi, bisa jadi juga komentar yang tidak berisi kode-kodean, akan hilang ketika di edit. Entah ini kenapa, tetapi memang terjadi. Saya tengok di folder SPAM nggak ada isinya juga, jadi, harus mencarinya lagi ke mana?
Resiko yang menjadi beban memang banyak dengan cara mengedit komentar secara langsung.
~~~
Saya tidak tahu, apakah yang bersangkutan yang dibicarakan Mas Aldy melakukan CARA EDIT KOMENTAR YANG SAMA dengan saya. Jika iya, ada kemungkinan tidak sengaja terhapus.
~~~
Jika beliau memiliki threaded comment, dimana komentar tidak harus dikutak-kutik dan tinggal menjawab di bawahnya, PADAHAL KOMENTAR TERSEBUT SEMPAT MUNCUL, ya ADA KEMUNGKINAN memang di delete secara sengaja, meski belum pasti juga.
~~~
Saya juga sepakat dengan Bli Cahya: Admin juga Manusia. Dalam ngeblog saya meminimalisir sifat mudah sensi.
~~~
Semoga tidak kepanjangan dan membigungkan.
Salam sayang
Mbak Nunik,
Sebenarnya saya tidak terlalu mempersoalkannya, karena semua kemungkinan bisa saja terjadi dan tidak tertutup kemungkinan hal ini juga terjadi dengan saya.
Percaya deh Mbak, permasalahanya sudah dianggap selesai. Masukan dari Mas Cahya dan Mbak Nunik sudah membuka mata dan hati saya lebar-lebar, sehingga pada saat ini saya mengambil jalan yang sederhana saja. Saya menganggap dia salah edit atau salah tekan tombol sehingga dengan tidak sengaja menghapus komentar saya.
Terima kasih mbak Nunik.
blue datang untuk selalu meresponmu,maz
salam hangat dari blue
Trima kasih sahabat,
Sekalian pesan neh, sesekali dunk bikin cerita yang ceria…
Semangat…
Pada batasan yang bagaimanakah saya harus mendefenisikan kata semangat ini? Sudahlah, tak perlu diurai lebih jauh. Hadir atau hilangnya semangat dalam diri manusia, sudah cukup untuk memaknainya. Yang jelas, semangat ini tentu saja masalah rasa, bukan …
saya tidak tau dosa anda ^^
mampir ke blog saya juga ya
Thank sudah mampir sahabat,
saya sudah kesana dan tertarik untuk donlod, tapi karena fakir bandwith dan jaringan yang lelet, terpaksa untuk sementara gigit jari dulu
Setelah saya melihat komentar-komentar diatas, Saya melihat banyak sekali ya komentar-komentar berbobot dan super berbobot dengan postingan ini. menanggapi postingan ini kalo ditanya ‘Apa Dosa Saya..??’ Tentu Om Aldy berdosa, saya yakin kok. tanya kenapa..??? karena setahu saya setiap manusia di bumi ini pasti berdosa. kalo gak percaya tanyakan saja dengan pemuka agama. namun kalo soal komentar di hapus, santai aja om. jangan jadi beban pikiran, nikmati saja hidup. Just My Opinion Om.
Dasar keponakan bandel, kalau dosa yang laen memang banyak…
[OOT] Pamitan Om, Mau Mudik. salam buat tutix ya, hehehe…
Ya ntar om sampaikan, salam juga untuk keluarga Deka…
O ya Om yang jelas bukan blog saya kan…??? perasaan saya gak pernah hapus komentar Om aldy deh, paling komentar yang bersifat Spam dan mengarah ke Iklan.
Bukan…hanya satu kali saya saya main kesana dan dia juga tidak pernah main keblog saya.
hmm… dengan sobat2 di dunia maya ini memang tidak pernah bertemu, namun komen dan balasan komen rasanya menjadikan ikatan pertemanan ini sangat hangat …. dan karena itu, setiap saya meninggalkan komen, pasti saya penasaran dengan jawaban sang pemilik blog… dan tentu akan sangat kecewa jika komen kita benar2 dihapus dengan sengaja…
saya tidak pernah menghapus komen walau pernah ada komen yang mempertanyakan manfaat artikel yang saya muat.. hmm.. cukup tersinggung tapi tak apalah…
dan jika komen mas aldy benar2 dihapus dengan sengaja.. ya sudahlah mas.. maafkan saja.. bukankah pada dasarnya setiap manusia dinilai, dihormati, dihargai adalah karena perbuatannya sendiri ..
*alhamdulillah.. insomnia saya sudah beberapa bulan ini pergi menjauh…
Sebenarnya saya juga sudah tidak perduli lagi dengan masalah itu Teh Ceuceu, nggak tahu kenapa malam itu kepikiran ingin menulis masalah itu. Dan saya sudah iklas, karena saya juga sadar Teh, mungkin ada yang tidak ingin kita bergabung dengan komunitas mereka.
Boleh dong sharing cara mengatasi insomnia-nya
Saya kayaknya udah akut…
o iya.. blog saya sudah sembuh.. !.. saat itu, saya langsung curhat ma Bundo.. heheh
Saya sudah datang kesana teh, dan artikel saya di blog lainnya sudah saya update…mudah-mudaha kejadian ini tidak terulang kembali.
Salam mas Aldy,
hal yang paling krusial dalam pergaulan adalah masalah “penghargaan” jika hal ini tidak di indahkan, maka tentu goresan-goresan akan lebih mudah timbul dan berpotensi untuk membuat jurang yang dalam di antara sesama kawan.
harapan yang mungkin bisa membantu, adalah tetaplah mengedapankan “Jiwa Besar”. walau ini berkesan klise, namun saya yakin di balik itu terkandung nilai kebijaksanaan yang mungkin akan menghantarkan pada pemahaman yang lebih dalam.
semoga tetap semangat..
Saya sependapat Mas Fadly Muin, sebenarnya saya sudah nggak perduli lagi, tetapi nggak tahu kenapa malam kemaren kok tiba-tiba ada keinginan untuk menulis masalah ini.
Berjiwa besar bukan hal klise mas, sekarang ini justru banyak orang yang ngomongnya besar tapi jiwanya malah nggak ada. Terima kasih supportnya mas Fadly.
berbagi pengalaman yang sangat berharga, kalau menghapus pesan secara sengaja jujur saya pernah beberapa kali, namun isinya benar-benar spam tak bisa dibaca sama sekali entah apa maksudnya, hanya deretan huruf tak jelas, pernah pula dua kali saya hapus karena isinya sepenuhnya iklan dan sebelumnya juga dibaca spam, jadi belum ada yang sempat baca.
Untuk Mas Aldy semoga belum pernah ada komentarnya di blog saya yang dengan sengaja maupun tidak sengaja saya hapus.
Kalau isinya kategori spam atau full iklan memang sebaiknya dihapus saja mas. Blog kita bukan biro spam atau biro iklan kok. Yang saya pertanyakan waktu itu saya memberikan komentar sekaligus bertanya, karena ada yang tidak saya pahami.
Saya coba berkomentar sekaligus untuk menanggapi beberapa komentar di atas. Enakan gini daripada reply satu-satu.
Maaf, Pak Aldy, saya mampir ke sini insidental. Ngga lihat di dasbor dulu, ada pingback atau tidak. Entah kenapa, feeling aja gitu. Sering kejadian gini juga.
Mengenai komentar yang dihapus admin padahal sudah ter-publish:
saya setuju untuk positive thinking. Mungkin kealpaan admin sehingga tulisan itu terhapus atau salah pencet. Teorinya bisa di-restore. Kan biasanya ada salinannya di arsip surel admin. Atau ada kebijakan admin terkait itu. Misalnya dianggap menyinggung SARAP (suku, agama, ras, antar-golongan, pornografi).
Mengenai komentar yang ‘teridentifikasi’ sebagai spam, sehingga masuk moderasi atau tertangkap oleh akismet, kemungkinannya: karena karakteristik komentar menyerupai (robot) spam, misalnya
a) jeda waktu komentar terlalu cepat
b) konten komentar serupa dan berulang di beberapa situs
c) (surel, url, ip address) sudah/sedang ter-blacklist sebagai spam di situs lain
d) berisi kata tertentu yang disaring oleh admin
e) dll.
Mengenai mengedit komentar langsung:
jika di WordPress, beberapa kode X/HTML akan dikonversi langsung oleh fungsi di berkas kses.php. Beberapa themes/tema di wordpress mengijinkan penulisan karakter dan kode X/HTML, CSS, JavaScript di borang/formulir komentar. Lainnya tidak, dengan alasan rawan disusupi malware atau kode jahat. Biasanya, kode komentar yang terhapus bisa di-restore dari arsip di surel. Terutama jika memakai surel dengan format plain text.
Akhir kata, cmiiw ya.
ctrl+a, ctrl+c dulu (tersimpan di clipboard manager-parcellite; linux), koneksi memprihatinkan.
Bli Dhani,
Mengenai kunjungan Bli selalu saya tunggu, cuma saya sekarang tidak bisa lagi bertanya langsung dengan bli di Daniiswara.net ( ini namanya satu makan nangka, semua kena getahnya )
Mengenai komentar itu,
Saya juga akhirnya berfikiran begitu saja, biar tidak menjadi beban. Toh masih banyak senior yang dengan suka rela menjawab pertanyaan saya. Lagipula komentar saya tidak bersinggungan dengan SARAP”
Saya sendiri kadang heran bli, kenapa komentar yang tidak serta link, jarakj waktu komen cukup jauh tetapi masih diindikasikan sebagai spam.
Ada kalanya komentar yang masuk saya edit, jika komentarnya disertai dengan link ke situs-situs yang tidak berhubungan dengan konten maupun dengan blog.
kalo saia mah, gag diambil pusing sih. emank ce bakal panas, tapi itu menjelaskan si admin itu gag tahan ‘sesuatu yg pedas’
Ian,
Saya sekarang sudah tidak ambil pusing bro, kalau saya komentar ya saya upayakan berhubungan dengan materi yang ditulis.
berbagi pengalaman yg sangat berharga disini, kalau saya agak sering juga menghapus beberapa komen yg memang spam krn hanya terdiri dr huruf2 atau angka2 yg gak bisa dibaca, entah apa maksudnya.
Seingat saya , saya belum pernah menghapus komen dr sahabat2 yg masuk, krn utk saya komen selain sebagai penghubung silaturahim juga adalah penghargaan teman2 terhadap tulisan saya , kan blog yg gak ada komennya juga, utk apa ya Mas ?
salam.
Sama-sama bunda, pengalaman memang banyak memberikan hikmah dan mengajarkan banyak hal. Saya sependapat ada komentar yang harus dihapus atau diedit bunda, apalagi jika sudah menyertakan iklan yang tidak jelas ujung pangkalnya.
Komentar yang baik memang bisa kita anggap sebagai penghargaan terhadap tulisan kita bun. Blog yang tidak ada komentarnya ?, menurut saya bunda, ada blog yang memang hanya digunakan sebagai “arsip” oleh pemiliknya tetapi kita tetap bisa mengakses dan biasanya sudah melalui pertimbangan-pertimbangan tertentu.
Blog yang ngga ada komennya untuk apa?
Ada lho Bun, yang tahan ngeblog tanpa ada yang mengomentari satu pun. Padahal tulisannya berbobot. Terasa ditulis dengan hati dan pemikiran tertentu. Tidak peduli trafik. Tidak merasa perlu ‘harus mengakali’ keinginan manusia dan mesin telusur Internet.
Kalau maksudnya blog yang tanpa komentar karena menutup akses borang/formulir komentar, ya..untuk bebas spam [baca: keterbatasan pengelola], Bunda.
Kadang ngeblog itu sudah cukup memuaskan saat menuliskannya saja atau saat menekan tombol publish.
terimakasih utk infonya yg bermanfaat, Mas.
bunda jadi tau,kalau memang ada blog yg seperti itu,
krn utk bunda pribadi, komen yg masuk selain sebagai sebuah penghargaan terhadap karya tulis kita, juga kita bisa mendapatkan masukan2 utk blog kita juga,selain tentunya bisa menambah saudara/sahabat.
sekali lagi, terimakasih ,bunda telah mendapatkan ilmu lagi.
intinya, kembali pd niat awal si pemilik blog ya Mas.
salam
Turut prihatin ya Mas.
Kalau berpikir positif, mungkin saja itu kesalahan sistem yang membuat komentar kita terhapus. Tapi rasanya kecil banget kemungkinan seperti itu yach. Saya jujur aja pernah juga cuma bertanya saat berkomentar. Saya bertanya karena memang ada yang belum jelas dari artikel yg saya baca itu.
Kalau memang pertanyaan kita dianggap bodoh atau cuma memenuhi space, saya kira itu pemikiran yaang kurang bijak dari si pemilik blog.
Semoga ke depannya bisa lebih bijak lagi dalam menilai tipikal komentar yang beragam.
Mas Iskandar,
Mungkin kekhilafan seperti yang dialami oleh mbak Nunik terjadi dengan admin blog tersebut. Sehingga membuat saya merasa lebih baik berfikiran positif saja. Toh nggak ada ruginya.
hmmm… kalo seperti itu gak tau jg salahnya apa nih
Akhirnya fikiran positif juga yang mampu mengatasinya sahabat.
lek dosoku sing paling akeh ki yo ndelok bokep.hahaha…
Loh sampeyan doyan ndelok bokep toh kang ? nko tak lapori karo mbak yu ne..
mas aldy mungkin ada juga yang ngalamin seperti itu, sulit untuk menebaknya mo konfirm juga keknya malalh nambah masalah yang penting kita masih punya sahabat -sahabat blogger lain yang baik hati
Benah Mah, yang saya lakukan diam saja dan mencoba untuk berfikiran positif saja.
kalau saya pribadi, akan coba seoptimal mungkin untuk selalu menjawab komment yang datang ke blog saya kang, dan berkunjung balik ke blog yang memberi komment, smg ini bisa konsisten terus kang…..
Prinsipnya sama mas Sandi,
Pemula seperti kita akan mencoba menjawab komentar sebisanya dan ini pernah saya tulis di Komentar tamu haruskan dijawab dan di Komentar Anda Indentitas Anda Juga.
Jika blognya sudah mencapai ratusan komentas perhari mungkin perlu sedikit selektif, mana yang perlu dijawab dan mana yang tidak.