Rekan-rekan yang tidak tahu posisi saya berada, sudah memiliki nomor handphone saya dan menelpon saya pada siang hari pasti mengeluh dan mengumpat dalam hati.
Sombong, tidak mau mengangkat telepon dan lain sebagainya. Saya bisa memaklumi dan saya tidak pernah marah karena kekecewaan tersebut merupakan hal yang wajar. Semuanya pasti kesal, jengkel, marah dan lain sebagainya, jika menelpon tetapi teleponnya tidak pernah diangkat.
Walaupun sampai dengan saat ini baru beberapa teman blogger saja yang pernah menelepon, diantara Ganda Manurung, Deka Handayani dan Kang Mus.

Pertanyaannya, mengapa saya tidak pernah mengangkat telepon disiang hari ?
Jika saya seperti rekan-rekan blogger yang lain, berada ditengah kota atau berada dalam jangkauan jaringan yang memadai permasalahan ini pasti tidak pernah terjadi. Tetapi saya tinggal di tengah belantara kalimantan ( perbatasan kalimantan barat dan kalimantan tengah ( baca koordinat berikut : UMT Coordinates X : 0637568 | Y : 9934472 | Z : 315, Geographycal Coordinates S : OO° 35? 33,8? E: 112° 14? 10,5? H : 315 ) ).

Sinyal handphone hanya bisa didapat pada tempat-tempat tertentu ( kebetulan milik saya bisa diakses dengan menggantungkan handphone pada jendela rumah ) dan GSM bukan singkatan kosong ( Gerak Sedikit Mati ). Jika saya berangkat kerja, jangan membayangkan saya mengantongi HP. HP tersebut tetap saya tinggal dirumah dan selalu bersemayam ditempatnya yang keramat. Dengan begitu jika keluarga mengirimkan SMS, pada saat pulang kerja saya bisa membaca dan membalasnya.

Jika ada yang merasa pernah menelepon saya tetapi saya tidak menelepon balik, biasanya dikarenakan pada pesan panggilan tidak terjawab yang keluar hanya nomor pemanggil dan saya menganggap yang menelepon saya orang asing. Ini dikarenakan semua nomor Handphone teman, kerabat, keluarga dan lainnya selalu saya simpan pada memory telepon.

Rekan-rekan, sahabat… Saya mohon maaf jika ada diantaranya yang pernah telepon tetapi selalu tidak saya angkat, bukan karena saya sombong ( apa sih yang mau saya sombongkan ), tetapi karena kondisinya yang tidak memungkinkan.

Kok Kampungan Gini ?
Tidak apa-apa, karena inilah adanya…
Happy Blogging.