Menutup Mata…
Dua kata diatas mengandung banyak makna, banyak arti yang tersirat dan tersurat. Mungkin inilah salah satu penyebab mengapa pelajaran Bahasa Indonesia berubah menjadi pelajaran yang semakin sulit. Dua kata saja bisa menjadi multi tafsir.
Penggunaanya harus memperhatikan “Sikontolpanjang” ( Situasi, Kondisi, Toleransi, Pandangan dan Jangkauan ), jika tidak salah penafsiran kemungkinan akan terjadi.
Tetapi ada juga yang beranggapan bahwa disinilah letak kehebatan Bahasa Indonesia, dengan alasan bahwa Bahasa Indonesia kaya dengan arti, kaya dengan makna…
Mohon jangan dipertanyakan mana yang benar dan mana yang salah, karena jika dimulti tafsirkan jawaban kedua belah pihak justru sama benarnya
Coba simak kata-kata berikut ini, dan mari sama-sama kita terjemahkan menurut tafsiran masing-masing :
Menutup mata = Meninggal Dunia/Mati/Berpulang Kerahmatullah/Tidur Selamanya/Berhalangan Tetap.
Menutup mata = Tidur/Tertidur.
Menutup mata = Mengatupkan kedua kelopak mata, sehingga biji mata tidak kelihatan.
Menutup mata = Tidak perduli, cuek, tidak mau tahu.
Menutup mata = Tidak membukan mata (?)
Menutup mata = ???
Ada yang lain ?
hmm..
disamping maslah pendefinisian, muatan artikel ini syarat akan makna filosfis. dalam maknanya. dan akan di tentukan dari perspektif masing-masing. tentu saja, kita bisa terjebak dalam muara multi tafsir mas Aldy.. yang terpenting karya ini mampu menggugah dari berbagai aspek..
Kalo Bang Fadly komengnya memang selalu buat kita tergugah dan berpikir. Dalaaaam…
Iya neh Mas Sudeska, pagi-pagi udah bongkar rahasia terselubung.
Tetapi memang orang type pemikir selalu memandang sebuah persoalan dari banyak sisi…Saluuut saya.
Makna sesungguhnya baru bisa kita dapatkan setelah itu terangkai menjadi satu kalimat utuh.
menutup mata = melindungi mata dengan tangan
menutup mata = membuat mata tidak mampu melihat (dengan alat, seperti yang dilakukan pesulap)
Itu semua tergantung cara menafsirkannya saja mas, hal ini sudah diungkapkan secara tersirat oleh Mas Fadly diatas.
“jang” pada “sikontolpanjang” itu mungkin lebih tepat kepada “jangka waktu” ketimbang “jangkauan”.
Saya hanya nambahin pada referensi kata lain yang sama tapi beda makna:
Tahu (dibaca “tau”) = mengetahui, punya referensi akan sesuatu hal
Tahu (dibaca “tahu”) = makanan, yang hak patennya diambil orang Jepang itu (kalo nggak salah)
Diamankan = betul2 diamankan, dipelihara, dirawat, dijaga
Diamankan = ditangkap, masuk penjara
Bisa = cakap, pandai, mumpuni, dll
Bisa = nah, yang ini bisa bikin seseorang “menutup mata”…
Apa lagi ya?
“bisa” yang terakhir memang bahaya…walaupun mungkin tidak menutup mata selamanya biasanya menyebabkan “hampir menutup mata”
intinya ada dua macam makna, yaitu denotatif dan konotatif, namun makna konotatiflah yang paling banyak
nah sekarang giliran pak Guru yang bicara
ati” kang matanya jangan ditutup…
Udah nggak lagi Kang…;)
Makanya dari pada itu nilai bahasa indonsia saya di kampus cuma dapet ‘ C ‘ om, semester ini lagi memperdalam
mengulangmata kuliah ini, heheheLumayanlah, bahasa Indonesia yang penting bisa digunakan sehari-hari.
Mungkin karena makna bahasa Indonesia bisa ditafsir sedemikian,maka bahasa Indonesia termasuk salah satu bahasa tersulit di dunia.
Bagi saya,tergantung konteks kalimatnya bagaimana sehingga masih ada beberapa makna kata ‘menutup mata’ belum terungkap.
Yap !
memang itulah tujuan akhir dari artikel ini Mas Benny, dipertengah sudah dipatahkan separo oleh Mas Fadly dan dituntaskan disini.