backlinkKetika pertama kali belajar ngeblog saya sempat bingung dengan definisi yang mengatakan bahwa semakin banyak backlink yang masuk ke blog kita maka blog kita akan semakin bagus dan terkenal. Bahkan backlink ini dikelompokkan dalam kelas-kelas tertentu, one way backlink, two way backlink, three way backlink dan seterusnya.

Setelah sekian lama berjalan, saya merasa bahwa backlink tidaklah memberikan gambaran sedahsyat itu. Backlink hanya sebuah tautan biasa saja dan sudah seharusnya ada. Pandangan saya mengenai backlink ini mungkin karena dipengaruhi blog yang tidak dimonetasi, sehingga dengan gampangnya saya menyebarkan backlink.

Bagi saya backlink hanyalah sebuah tautan terhadap blog lain agar user bisa mendapatkan referansi tambahan. Mungkin saja backlink memiliki harga yang mahal bagi blog yang sudah bernilai tinggi dimata google, blog yang baru belajar hidup dan isinya hanya curhat yang tidak essensial seperti blog ini, mungkin tidak ada harganya sama sekali.

Biasanya saya akan membuat link kesebuah blog apabila artikel yang saya buat, membutuhkan informasi tambahan sementara informasi tersebut saya temukan pada blog lain, dari pada repot-repot menulis, yang hasil belum tentu bagus, lebih baik dibuat tautan ke blog tersebut.

Bukankah ini merugikan saya dan menguntungkan blog yang ditaut ?
Saya menulis untuk konsumsi manusia, bukan untuk mesin pencari. Jika informasi yang didapat pada artikel yang saya publish justru membuat yang baca bingung kenapa tidak saya carikan tambahan informasi ke blog lain dengan cara membuat tautan ? Saya tidak merasa dirugikan sebaliknya saya justru merasa senang bisa memberikan informasi tambahan kepada pembaca blog saya.

Apakah ini sebuah idealisme ?
Saya tidak bisa menjawabnya, sebuah idelisme atau bukan bagi saya tidak ada masalah. Yang penting saya enjoy menulis unek-unek dan yang baca berjingkrak kegirangan (*sepertinya nggak bakalan ;) *).

Atau rekan-rekan punya pandangan yang lain ?

  Copyright secured by Digiprove © 2010 Aldy Markopiola