Jangan Panggil Saya BOSS !!!

bos marahBiasanya dalam lingkungan keluarga atau dikalangan teman dekat kita memiliki identitas unik berupa panggilan sayang. Rekan-rekan jawa biasanya memanggil dengan Nduk, Ngger atau kalau didaerah saya dipanggil Ujang, Adoi. Sekali lagi saya tekan bahwa ini biasanya berlaku dalam lingkungan keluarga atau diantara teman-teman dekat.

Untuk orang baru pertama kali dikenal biasanya saya akan melihat/mengira-ngira usianya. Jika laki-laki saya cenderung memanggil Mas atau Kang, seandainya perempuan saya biasanya lebih cenderung memanggil Mbak ( not yet Kakak ).

Baca Selanjutnya »

Akhirnya Datang Juga.

Sebuah penantian panjang itu berakhir sudah. Perjalanan panjang ini terjadi karena adanya mispengertian. Bukan antara saya dengan pengirim buku, tetapi ada dikeluarga saya. Mis ini dikarenakan nama pengirim buku sama dengan nama abang ipar saya ( abang Istri ). Sayangnya istri tercinta (*lebay*), tidak pernah mengkonfirmasikan kepada saya bahwa ada kiriman untuk saya.

Padahal antara pengirim buku dengan abang saya memiliki perbedaan yang sangat jauh, walaupun juga memiliki persamaan ( sama sama orang jawa dan sama-sama berdomisili di Jawa Timur ).
Entah mengapa istri saya ( kebetulan alamat tujuan pengiriman ke rumah tinggal saya di Kabupaten Sintang Kalimantan Barat ), tidak berfikir panjang. Bahkan istri menjelaskan kepada saya bahwa dia sudah menelepon ke Abang dan menanyakan apakah ada mengirim buku untuk saya dan jawabannya tidak. Tetapi karena abang meminta agar buku tersebut disimpan, makanya istri saya menyimpan buku tersebut tanpa memberi tahukannya kepada saya.

Buku tersebut sudah 3 bulan disimpan oleh Istri, kok saya tidak bertanya kepada istri apakah ada kiriman buku atau tidak ? selama ini jika ada kiriman dari teman-teman, istri bisa pastikan akan memberi tahu.

Pertanyaannya kenapa istri saya menyimpan buku tersebut dan mengira abang yang mengirim ? pangkal permasalahannya adalah Nama.
Nama pengirim buku dengan nama abang ternyata sama, bahkan cara penulisannya sama yaitu ABDUL CHOLIK. Mungkin karena sibuk mengurus anak-anak sehingga istri tidak memperhatikan lagi alamat pengirimnya. Selain itu, karena nama pergirimnya sama dengan nama abang, sampulnya langsung dibuka dan dibuang.

Untuk Mas Abdul Cholik, saya mohon maaf jika sudah membuat mas was-was bahkan sempat menanyakan kepada saya mengenai kiriman bukunya dan selalu saya jawab belum datang.

Terima kasih Mas, mudah-mudahan saya bisa menjadi masternya wordpress. Happy Blogging.

Menutup Mata…

Dua kata diatas mengandung banyak makna, banyak arti yang tersirat dan tersurat. Mungkin inilah salah satu penyebab mengapa pelajaran Bahasa Indonesia berubah menjadi pelajaran yang semakin sulit. Dua kata saja bisa menjadi multi tafsir.

Penggunaanya harus memperhatikan “Sikontolpanjang” ( Situasi, Kondisi, Toleransi, Pandangan dan Jangkauan ), jika tidak salah penafsiran kemungkinan akan terjadi.

Tetapi ada juga yang beranggapan bahwa disinilah letak kehebatan Bahasa Indonesia, dengan alasan bahwa Bahasa Indonesia kaya dengan arti, kaya dengan makna…

Mohon jangan dipertanyakan mana yang benar dan mana yang salah, karena jika dimulti tafsirkan jawaban kedua belah pihak justru sama benarnya :D

Coba simak kata-kata berikut ini, dan mari sama-sama kita terjemahkan menurut tafsiran masing-masing :

Menutup mata = Meninggal Dunia/Mati/Berpulang Kerahmatullah/Tidur Selamanya/Berhalangan Tetap.
Menutup mata = Tidur/Tertidur.
Menutup mata = Mengatupkan kedua kelopak mata, sehingga biji mata tidak kelihatan.
Menutup mata = Tidak perduli, cuek, tidak mau tahu.
Menutup mata = Tidak membukan mata (?)
Menutup mata = ???

Ada yang lain ?