Maaf, Template ini menjadi tidak Valid CSS 2.1

Maksud hati ingin mempercantik tampilan, tetapi apa daya pengetahuan dangkal. Dan akibatnya templat yang dulunya valid CSS 2.1 menjadi tidak valid lagi.
Letak kesalahan sudah diberitahu oleh CSS Validator, tetapi prakteknya masih belum menemukan dimana letak kesalahan yang sebenarnya. Kemungkinan kesalahan dikarenakan adanya penambahan plugins, tetapi sejujurnya masih belum yakin 100%.
Jika CSS template, saya meyakininya sudah valid karena sebelum penambahan pulgins error ini tidak ada. Mohon maaf jika kebetulan rekan-rekan blogger iseng mengklik icon CSS Validator pada footer, ternyata templatenya tidak valid.
Perbaikan sedang diupayakan secepatnya dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Jika kebetulan para master mampir, mohon bantun advisnya.
Mas Aldy lagi dikerjain nih, krn tau bahwa Mas Aldy pasti bisa membereskannya.
semoga masalah ini utk yg terakhir kali,amin
salam
Mudah-mudahan saja Bun, soalnya lagi mumet neh
Saya saja belum tahu nih apakah template ku sudah valid atau tidak
Tetapi valid atau tidaknya yang penting masih bisa ngeblog dah
Iya Mas, sambil membetulkannya sekalian ngeblog juga dink
Ternyata setelah saya periksa, ada 3 error di file CSS yang mas pakai:
51 Parse Error }, .entry h4 {font-size: 1.0em;}
51 Parse Error }, .entry h5 {font-size: 0.9em;}
51 Parse Error }, .entry h6 {font-size: 0.8em;}
Hilangkan tanda koma pada baris berikut mas:
.entry h3 {font-size: 1.1em;}, .entry h4 {font-size: 1.0em;}, .entry h5 {font-size: 0.9em;}, .entry h6 {font-size: 0.8em;}Penggunaan koma hanya utk elemen yg berbeda tapi mempunyai properties yang sama. Contoh:
.entry h1, entry h2, entry h3, entry, h4 {font-size: 1.1em;}Untuk validitas melalui referer atau by URi, tidak akan bekerja, dan file dianggap sebagai “unknown file css”, karena berekstensi PHP, bukan CSS. Memang, kelemahan menggunakan kompressi Gzip adalah web kita tidak akan dianggap valid oleh validator.
wahhhh penjelasan yang sangat mantap..
keren mas rismaka
Ya nih mbak Delia, sekedar untuk diketahui, beliau salah satu guru blog saya yang pertama.
Mm.. bukannya gimana, ya mas. Saya ngga begitu peduli dengan CSS Validator. Kapan hari saya instal plugin Sociable, CSS saya malah tidak valid. Sebenarnya apa sih efeknya kalau CSS tidak valid?
Sociable memang tidak valid bli, karena menggunakan element opacity; CSS 2.1 belum mendukung. Kalau nggak salah template yang bli gunakan valid di CSS 3.
Kalau efek tampilan mungkin tidak signifikan bli, yang saya rasakan dalam hal perawatan terasa lebih mudah saja; lagian belajar valid lebih baik kan ?
Sudah dibetulkan kok mas, tetapi error masih terjadi. Sudah ditanggalkan Gzip-nya juga, ntar pelan-pelan saya benahi lagi deh.
Terima kasih Advisnya Mas Ris (*guru ngeblog saya sampai turun tangan*)
Gak ada masalah dengan Gzip bang. Gak ada hubungannya.
Kesalahan bukan di file CSS-nya, tapi di validatornya, hal ini sudah saya post di blog saya.
Ups, siapa bilang, dulu ketika saya menggunakan Gzipped-CSS, CSS saya valid. Tak ada error sama sekali. Sekarang blog ini juga sudah valid, dan menggunakan Gzipped-CSS pula.
Punya lia valid nggak ya :bingung:
semoga bisa cepat diatasi ya pak
kalau mau pasti bisang bang…. jinakkan dia , heeee
Saya cek lagi pakai mode “by direct input”, sudah valid kok mas. Kalau memakai mode “Validate by URI” tetep aja masih error… Mungkin mas bisa tanyakan solusinya ke pak dhe harry (side22.com)
Mas Ris, kalau menggunakan direct input memang valid mas, masih merenung dulu sambil obok-obok rismaka.net dan side22.com neh.
validatornya yang kurang “mumpuni”
Heeeh, maksudnya ? walah kok malah tambah bingung neh.
saya tak mengerti hal-hal seperti ini, jadi hanya bisa bantu doa semoga segera dapat dibenahi kembali
Thanks mas Narno, do’a juga bantuan
Wahh..saya ndak ngerti program beginian, ikut bantu dengan motivasi saja ya Mas. Semoga kesalahan teknisnya segera bisa diperbaiki dengan setuntas-tuntasnya…
Semoga saja bli…
aq ga mudeng aldy… cuma mo ngramein ajah….
para gurunya aldy pasti udah kasih solusi yuah.. ^^
Gak apa-apa kok Flo, para guru memang sudah ada yang turun tangan membantu, tapi masih belum berhasil juga
Lexical error itu biasanya muncul jika ada parsing yang salah pada struktur dasar HTML, Om. Melihat error validasinya, mungkin,… mungkin lho ya (karena saya tidak tahu persis pengembangan tema ini). Mungkin ada notasi
&#gt;yang lupa Om tambahkan saat ingin menulis<br />.Kesalahan ini sepertinya berada tidak jauh (sebelum) markah-markah css, terbukti dengan tidak ditemukannya css "No Style Sheet Found" akibat kesalahan parsing diatas.
Mudah-mudahan analisanya bisa sedikit membantu. jika salah ? Namanya juga analisa Om. fmiiw.
Terima Kasih Mas Harry ( ops…mengganggu istirahat sang Master saja ), sedang dicari Mas, maklum saja sekolah HTML dan CSS-nya menjelang pensiun.
Its now fixed pak de.
You do it my brother, thanks.
Arghhh,… jadi dua kali dech.
Jika masih ribet dengan nomor 62 yang muncul. silahkan ubek-ubek markah hexadecimal untuk entitas
>.Lagi diubek-ibek kok mas, biar lebih mudah sementara kembali menggunakan baju lama dulu
Balik ke baju lama koq jadi sedikit kelihatan Om,…
Jika benar nih, mungkin Om bisa mencoba menghilangkan white spacenya dari baju baru CSS nya. Mungkin lagi lho ya.
Masih dicoba kok Mas
[...] pribadi ini di inspirasi oleh cerita Pak Aldy M. Aripin, pada tulisan Kegagalan validasi CSS level 2.1 saat melakukan pengembangan tema WordPress di personfield beliau. Sebelum menuliskan yang berbau [...]
[...] beberapa hari ini berkutat dengan related post yang aneh dan Validasi CSS yang gagal, mungkin saatnya santai sejenak dengan tertawa [...]
Di satu sisi, pemasangan ikon validator membantu mengevaluasi. Apalagi jika peramban tidak punya akses singkat (baca: semacam plugin/ekstensi) ke arah tersebut. Di sisi lain, seharusnya ikon tidak perlu dipasang, karena tiap halaman Web semestinya memiliki standar (dalam bahasa strict dibaca: validitas) tertentu. Jika tidak, mengapa para pembuat tema/theme mencantumkan status valid versi W3C?
Kan tidak semua pakai Fx dengan plugin web developer Bli Dani
Konvensinya, tema wordpress yang disebar/jual ke publik khan harus tetap lolos validator, "Validate! Validate! Validate!". Perkara nyampai enduser jadi aneh, Hal tersebut khan kesadaran masing-masing tentang FAQ spanduk Valid W3C, Rayimas.
Untung saja, saya bukan penjual, jadi tidak perlu menjawab komplain tentang kompabilitas tema yang saya jual. Anyway I still love that badges.
Opps…
, sekalian saja untuk yang suka iseng mengecek valid atau tidaknya sebuah halaman web/blog.
Pemasangan Badge sengaja dibuat pada footer bli, kayaknya kalau setiap halaman harus dicantumkan badge valid repot juga
[...] ini masih berkaitan dengan kegagalan validasi CSS dan keinginan narablog memiliki sekaligus belajar membuat/memiliki templat yang memenuhi standard [...]
[...] immediately visit His some blog post(Both of the posts is written in Indonesia) to make sure what is the problem. I found that the [...]
wah.. nyimak aja perbincangan ini……bnyak yg masih memusingkan..
[...] beberapa hari mumet dengan Validasi CSS bahkan sampai melibatkan para master dan PHP Ninja dan Alhamdullilah sudah rampung. Ehh… hari [...]