Cobra (tak) naik angkot.
Cobra itu meregangkan otot rahangnya, marah.
Angkot yang distop, justru berlari kencang.
Fiksi mini dipersembahkan untuk akubunda dan wi3nda dalam kontes Fiksi Mini. Tulisan singkat, tapi butuh waktu 3 hari sejak Mas Achoey mengingatkan adanya Acara Fiksi Mini.
Artikel seperti Jailangkung, datang tak diundang, Mungkin pulang tidak diantar. Cukup naik angkot.
Artikel seperti Jailangkung, datang tak diundang, Mungkin pulang tidak diantar. Cukup naik angkot.
Images From : en.wikipedia.org
bagaimana cara cobra tersebut memberhentikan angkot ya?
fikmin-nya mengajak pembaca untuk berimajinasi, seakan di dunia dogeng .
semoga berhasil ^^
Cobaranya manggut-manggut mas, selanjutnya terserah pembaca menterjemahkannya.
wuih.. ko rame bngt ni pak….
Yap, kayaknya emang rame nih, nggak ikutan ?
kunjungan pertama dan salam kenal … di tunggu kunjungan baliknya …
salam dari bogor.
tdbaru ngeh apa itu fikmin…. stlh sy telusuri …
sypingn ikut jg ah… hehe…lmyan ada “canbloging” ni dr p aldy..
Ikutan saja Mas Syaiful, win or lose belakangan
Salam kenal kembali Mas Suparnojumar.
Wah kalau saya jadi supirnya saya terima saja mas. Mana tau dibayar pake’ kulit cobra. heheheh
Oh my God, kalau saya mohon dimaafken, nggak berani mas
“Cobra itu meregangkan otot rahangnya, marah.
Angkot yang distop, justru berlari kencang.”
Maksudnya apaan Om, kok deka gak ngerti ya…????
Cobra itu meregangkan otot rahangnya, marah –>> Ngapain cobra meregangkan otot rahangnya, mau mengigit gitu…???
Angkot yang distop, justru berlari kencang.–>>> Di stop, kok malah kabor.
Duh bingung ah om.
judulnya sangat menggoda