Menurut Bung Chairil Anwar “Hidup ini hanya menunda kekalahan”, sebuah kalimat frustasi yang sampai hari ini belum pernah saya paraf sebagai tanda persetujuan
. Mungkin dari satu sisi kalimat tersebut mengandung kebenaran, tetapi dari sisi lain mengandung keputus asaan yang tidak berujung. Semua mahluk hidup pasti akan mati sesuai dengan pasangan kata hidup. Tetapi apakah hidup ini hanya menunda kekalahan ? mengapa hidup ini tidak dijadikan langkah awal untuk “hidup” yang lebih panjang ? kemudian apa hubungannya dengan suara hati dan realitas ? Apa pandangan anda ?



Komentar Terbaru