Gengsi karena tidak tahu ? silahkan pergi ke Neraka
Sering terdengar orang mengatakan, lebih baik diam jika tidak tahu dari pada bodoh berlagak pintar. Sudah tahu yang dimaksudkan oleh orang yang membicarakannya ? Pasti. Apa yang ada dibenak narablog jika bertemu dengan orang yang pada prinsipnya tidak tahu tetapi berlagak tahu ? Muntah-muntah ? mual, pusing disertai sakit gigi ? atau justru buang-buang air seperti diare ?
Hari ini, menjadi hari yang paling menjengkelkan di bulan Juli 2010, berhadapan dengan orang yang tidak tahu tetapi berlagak tahu, setelah diajukan pertanyaan-pertanyaan jawabannya justru gelagapan. Dan berharap hari ini tidak terjadi lagi, mendingan ngurus daging mentah dari pada berhadapan dengan orang yang seperti ini.
Bukannya tidak ingin menghargai orang-orang yang seperti ini, tetapi memang tidak layak dihargai ! bodoh kok diperlihara… Apakah berdosa jika kita bertanya dengan teman lain jika kita tahu ? Apa tidak boleh kita belajar sedikit mendengarkan pendapat orang lain sementara pendapat yang kita sampaikan belum tentu benar ?
Saya tidak akan bercerita mengenai tamu yang menemui saya, tetapi coba rekan-rekan narablog baca penggalan kejadian berikut :
- Sang tamu bilang, narablog sering update Si Muka Buku. Realitanya belum tentu seminggu sekali buka Facebook, untuk membuktikannya narablog menawarkan melihat langsung kebenarannya, tetapi sang tamu menjawab harus menggunakan laptop dia. What ?
Sang tamu bukan teman di Facebook, sementara setting pada facebook hanya teman yang bisa melihat status update narablog dan tidak ada korelasinya facebook hanya bisa dibuka dilaptop sang tamu, selama ada koneksi internet facebook bisa diakses, Betul ? - Sang tamu memberikan narablog sebuah aplikasi wiki yaitu MediaWiki, sambil mengucapkan terima kasih, narablog mengatakan bahwa selain yang diberi oleh sang tamu, narablog juga punya aplikasi wiki yang lain seperti PHP WIKI, MOINMOIN, DOKUWIKI, PMWIKI dan TIDDLYWIKI. Ech…si tamu malah bengong dan kemudian pergi. Maunya apa sih ?
Monggo nilai sendiri…
Happy blogging.
Image source : SXC
Idem dengan bli Dani.
Kok idem ?
Pak Aldy,
jika beliau-beliau membaca atau mengetahui tulisan-tulisan ini bagaimana?
Kalau di kedokteran/kesehatan, ngarasani pasien itu berisiko dari sisi etika! Dulu ada spesialis anak di luar negeri yang dituntut pengadilan gara-gara kasus menceritakan pasiennya di blog.
He…he…
Jawaban nekadnya biarkan saja Bli. Sekalian uji kebenaran omongan dia, apa memang benar sering buka Facebook, apa benar memang selalu online?
Sepertinya saya meyakini, bahwa omongan si tamu (*mumet bli, padahal dia teman saya juga, hanya beda lokasi kerja *), lebih banyak kuah dari pada isinya.
Saya juga pernah mengalami salah satu blog saya isinya bolong, bukan karena ngarasani begini, tetapi kritik tajam
Lebih baik sok ganteng dari pada sok tahu……
Emang ada ya bassis yang tidak ganteng ?
[...] satu kuali sepertinya bukan jalan keluar yang bagus. Entahlah, tambah mumet. Sehari sebelumnya ketemu manusia yang sok tahu dan hari berikutnya malah menyaksikan aksesoris yang seharusnya tidak boleh [...]
Owh ini cerita dunia nyata ya mas? Kirain nyindir blogger juga
Gpp mas, lanjut aja ngeblognya, Sana sini hepi, yang penting hepi
He…he…
ini real mas, kalau blogger sudah ada tukang kritiknya
he he tidak sering tapi pernah juga bertemu dengan tipikal seperti ini …
Bikin mumet nggak kang ?
tergantung penempatan tidak tahu malu nya ada di masalah apa n bagaimana, situasinya
Masalah dan situasinya ada pada postingan
[...] saja, pembaca blog berasal dari semua kalangan, dari yang mengaku dirinya sempurna sampai kepada rekan-rekan yang membutuhkan alat bantu, menulis blog menjadi pekerjaan yang tidak [...]