fireRejeki tidak datang dua kali. Benarkah ?
Sebelum tulisan ini dilanjutkan, mohon maaf sebelumnya kepada rekan-rekan nara blog yang berseberangan jenis, tulisan ini tidak bermaksud mendiskreditkan siapa dan tidak bermaksud merendahkan atau menghina siapapun. Untuk menjada kerahasiaan obyek, nama dan lokasi kejadian dibuat samar.

Mas, bang, om…
Rejeki apaan ya ?

Beberapa hari yang lalu ada pertemuan internal, pertemuan dihadiri 10 orang dan 3 diantaranya rekan wanita. Entah lagi beruntung atau lagi apes, salah seorang rekan wanita duduk berhadapan dengan narablog. Karena bentuk meja pertemuan tersebut lingkaran, otomatis ada ruang kosong ditengah-tengah. Biasanya ada bunga dan kebetulan pada hari itu bunga sedang dikeluarkan ( mungkin sumpek juga terlalu lama diruangan ).

Tutup bagian depan meja pertemuan cukup tinggi sehingga dengan leluasa dapat melihat keseberang meja. Taplak meja yang dipasang tidak cukup lebar menutup sampai kebawah. Biasanya pandangan tersebut dilindungi dengan bunga yang sedang dikeluarkan.

Pertemuan berjalan lancar, satu demi satu permasalan dibahas lengkap dengan solusi. Cuma ada satu masalah yang membuat konsentrasi menjadi rada ngawur, rekanita yang ada dihadapan, duduknya “kurang tertutup” sehingga ada bagian tertentu yang terlihat terjepit lengkap dengan aksesorisnya :( bagusnya pertemuan tidak berjalan lama, sehingga ketegangan bisa reda dengan cepat.

Apakah itu termasuk kategori rejeki atau kesialan ? Atau godaan ?
Ops jangan godaan, dirumah sudah ada tiga wanita cantik yang selalu setia, gara-gara daging tiga ons rusak daging satu kuali sepertinya bukan jalan keluar yang bagus. Entahlah, tambah mumet. Sehari sebelumnya ketemu manusia yang sok tahu dan hari berikutnya malah menyaksikan aksesoris yang seharusnya tidak boleh disaksikan.

Ada-ada saja…

Image : www.sxc.hu

  Copyright secured by Digiprove © 2010 Aldy Markopiola