23 Juli 2010 : Hari Anak Nasional
Andai saja tidak ada telepon dari Widya Ayu Ningrum, mungkin tidak akan pernah ingat jika hari ini adalah Hari Anak Nasional. Janji membelikan kebaya pada peringatan hari anak menjadi tagihan pertama saat menelpon. Selanjutnya cerita rencana kegiatan pada hari ini. Saat dikonfirmasikan dengan permaisuri, kebaya sudah siap sejak 3 hari yang lalu
Bahagia yang tidak terlukiskan dengan kata-kata melihat anak-anak tumbuh dengan baik, tidak terbayangkan jika mereka harus keleleran. Sangat layak disyukuri, mereka tumbuh dengan normal, gizi yang baik, menjalani pendidikan yang sampai sejauh ini bisa dikategorikan baik.
Bayangkan jika anak-anak tidak terpenuhi gizinya, sarana pendidikan minim, terlantar… terlalu banyak anak-anak yang diperlakukan tidak dengan semestinya. Dari pengalaman berkunjung kepedalaman memberikan gambaran yang jelas, bahwa anak-anak negeri ini masih sangat butuh kepedulian pemerintah. Bukan hanya departemen pendidikan nasional, tetapi badan-badan non departemen, lembaga-lembaga sosial masyarakat.
Harus diakui, pemerintah tidak berpangku tangan dengan kenyataan ini dan mereka yang duduk dipemerintahan sudah mengupayakan, hanya saja upaya tersebut belum maksimal. Campur tangan pihak swasta seharusnya mendapatkan apresiasi yang baik.
Dilokasi kerja, kami memiliki sekolah yang kualitasnya cukup baik. Taman kanak-kanak pernah memegang juara nasional dan Sekolah Dasar juara tingkat propinsi. Beberapa dari siswa pernah mewakili daerah mengikuti olympiade matematika dan fisika. Tapi apresiasi pemerintah daerah masih sangat rendah
Jika tidak ada anak-anak, negeri ini suatu saat akan diisi oleh para jompo dan akhirnya punah. Saatnya moment ini dijadikan tonggak, baik oleh pemerintah maupun dalam lingkungan keluarga untuk memberikan perhatian yang lebih kepada mereka. Hentikan exploitasi terhadap anak!.
Selamat Hari Anak, yang belum menikah segeralah menikah dan punya anak. Yang belum punya anak, segeralah beranak. Yang sudah punya anak, perhatikan mereka sebagai anak. Bukan orang tua yang minta perhatian anak.
Happy blogging.

sejenak mari kita renungkan nasib anak-anak jalanan yang tak mendapat perhatian dihari anak nasional ini..
salam hangat
Mas Hariez,
Masih banyak anak-anak dinegeri ini yang belum sepenuhnya mendapatkan kasih sayang, semoga saja peringatan hari anak bukan slogan ditengah siang bolong
zaman skrg kayaknya smkn parah aja lingkungan kt bwt anak2
Moblox,
Kita sebagai orang tua memiliki kewajiban untuk menjaga mereka, sehancur apapun lingkungan yang ada disekitar
Selamat Hari Anak buat anak2 di Indonesia.
Malaysia hanya menyambut Hari Kanak-Kanak Sedunia sahaja.
Tiada hari khas untuk anak nasionalnya.
Indah punya anak patung sahaja, Tuan Aldy. hehehe..
Salam dari Indah.
heeh? belum punya yang sebenarnya? harus cepat-cepat, biar tidak habis
Selamat hari anak juga…
PB,
Terima kasih.
Selamat hari anak *saya masih anak2 gak ya*
Xixixixi…udah kumisan gitu (ech..ada kumis nggak ya?)
saatnya nikah dan punya anak kali
Ye…bisa sombong dia
Bang ada penjelasan sedikit mengenai komentar Abang di blog saya, maaf yang disajikan itu sekedar kisi – kisi, jadi detailnya pada komentar saya, terima kasih Bang atas masukannya
Saya sudah datangi, terima kasih bli. Penyakitnya ada pada validasi bli, mungkin perlu ada perbaikan disisi saya sebagai pengguna
saya selalu miris melihat kontradiksi terhadap realitas anak indonesia pada umumnya mas. antara si kaya dan si miskin, si gaya dan si mati gaya. terutama yang masih terekploitasi oleh “system”.
anak jalanan, pengemis di wabah umur, pengeman anak-anak dan masih banyak lagi realitas yang mempertontnkan ketakberdayaan orang dewasa untuk mengatasi persoalan ini.
tapi, tentu kita tidak bisa jadi super hero yang mengatasi semua masalah itu. yang paling bijaksana, memulai dari anak sendiri. memberikan kehidupan yang ideal. syukur-syukur bisa membantu anak-anak tidak beruntung lainnya.
selamat hari anak Mas Aldy.
HALLO Mas ALdy, Selamat Malam. MAAF mengganggu di luar topik postingan ini.
OOT, tentang pergantian themes bog tusuda sekarang, pertanyaannya seperti sudah saya ketik di komentar blog, yakni:
1. Bagaimana caranya mengedit area khusus postingan, agar latarnya bisa diubah menjadi warna lainnya seperti biru cerah, misalnya.
2. Bagaimana cara mengedit narasi author box, yang selalu muncul setelah postingan, tapi isinya masih belum lengkap.
TERIMAKASIH atas bantuannya.
Bli Tusuda,
Nanti akan saya emailkan ke alamat email ini
selamat HAN…… semoga anak2 lebih diperhatikan oleh pemerentah, jgn2 mentang2 masih berpostur kecil jd pura2 ga liat tu pemerentah…
kata2 terakhir sangat memotivasi pak untuk calon2 bapak2…. hha
Pemerintah sudah memperhatikan masalah ini, cuma masih belum cukup memadai
Yang termotifasi termasuk yang memberikan komentar?
pemerentah sama anak2nya banyakan anak2nya juga sih……
pemerentah aj punya anak…..
kalo saya ga terlalu, masih terlalu muda untuk membuat anak, lha saya masih anak2 jeee…..
hehehe.. saya paling suka baca paragraf terakhirnya mas Aldy
Yes, saya tahu penyebabnya