Pernahkah anda,
memikirkan mengapa yang bodoh selalu dianggap kalah oleh yang pintar?, karena pintar menang satu huruf!(?).

Pernahkah anda,
dikatakan/dicaci dengan kata “bodoh!”?.

Pernahkah anda,
dipuji/disanjung dengan kata “pintarrrrr…”?.

Perhatikan, cara pengucapannya saja sudah berbeda (jangan lihat di KBBI dalam jaring atau ke kamus online).
Bodoh diucapkan dengan ketus, nyaring dan disertai dengan perasaan jengkel.
Pintar diucapkan dengan memanjangkan/menggetarkan bunyi “r” disertai dengan wajah yang ceria serta senyum sumringah.

Apa maknanya?
Sadar atau tidak kita selalu menanamkan rasa tidak suka kepada si bodoh dan disisi lain kita selalu membanggakan kepintaran.

Apa implikasinya?
Tidak selamanya bodoh tidak bisa berbuat apa-apa, demikian juga dengan pintar. Bodoh dalam pandangan dan lingkup yang lebih luas bisa bermakna pintar dalam pandangan dan lingkup yang lebih kecil.

Contoh kasus :
Tukang tempe dan tukang tahu,
tukang tahu dianggap bodoh oleh tukang tempe, hanya karena tidak pandai membuat tempe. Hukum ini berlaku sebaliknya.
(Jangan pertanyakan realitasnya, anggap saja kenyataannya seperti contoh :mrgreen: ).

Apa yang bisa kita tangkap dari contoh diatas?,
tidak berkeberatan berbagi pendapat? monggo, kolom komentar masih kosong.