Antara bodoh dan pintar
Pernahkah anda,
memikirkan mengapa yang bodoh selalu dianggap kalah oleh yang pintar?, karena pintar menang satu huruf!(?).
Pernahkah anda,
dikatakan/dicaci dengan kata “bodoh!”?.
Pernahkah anda,
dipuji/disanjung dengan kata “pintarrrrr…”?.
Perhatikan, cara pengucapannya saja sudah berbeda (jangan lihat di KBBI dalam jaring atau ke kamus online).
Bodoh diucapkan dengan ketus, nyaring dan disertai dengan perasaan jengkel.
Pintar diucapkan dengan memanjangkan/menggetarkan bunyi “r” disertai dengan wajah yang ceria serta senyum sumringah.
Apa maknanya?
Sadar atau tidak kita selalu menanamkan rasa tidak suka kepada si bodoh dan disisi lain kita selalu membanggakan kepintaran.
Apa implikasinya?
Tidak selamanya bodoh tidak bisa berbuat apa-apa, demikian juga dengan pintar. Bodoh dalam pandangan dan lingkup yang lebih luas bisa bermakna pintar dalam pandangan dan lingkup yang lebih kecil.
Contoh kasus :
Tukang tempe dan tukang tahu,
tukang tahu dianggap bodoh oleh tukang tempe, hanya karena tidak pandai membuat tempe. Hukum ini berlaku sebaliknya.
(Jangan pertanyakan realitasnya, anggap saja kenyataannya seperti contoh
).
Apa yang bisa kita tangkap dari contoh diatas?,
tidak berkeberatan berbagi pendapat? monggo, kolom komentar masih kosong.
menurutku,
orang lebih bisa membuat makanan, orang lebih bisa menyulam, orang lebih bisa menata rumah itu bukanlah sebuah kepintaran namun lebih kepada skill dan latihan.
kalo masalah pintar dan bodoh teteeep buatku adalah masalah inteligensi
begitu mas
membaca tulisannya pak Aldy, saya jadi merasa bodoh nih
pintar di satu sisi namun bodoh di sisi lain agar manusia saling membutuhkan.. (nyambung gak sih?!)
jika kita merujuk pada substansialnya. Bodoh berarti kurangnya atau terbatasnya pengetahuan pada bidang tertentu. sedangkan pintar sebaliknya lebih atau cukupnya pengetahuan akan sesuatu bidang.
disini saya menangkap unsur filosofinya mas Aldy. siapa yang merasa Bodoh dalam arti merasa selalu terbatas pengetahuannya, maka ia berpeluang untuk menjadi orang yang pintar.
hukum sebaliknya, siapa yang beranggapan dirinya pintar, akan berpeluang untuk menjadi orang bodoh.
so..
Memegang Pemahaman seperti itu, membuka peluang yang sangat luas untuk mawas diri dalam sesuatu hal..
*Tulisannya keren nih mas Aldy
pak aldy, konon katanya begini, orang pintar kalah ama orang lihai sedangkan orang lihai pastinya masih kalah dengan orang yg beruntung….mmh…gimana pak aldy setuju ga?
Pintar kalah sama lihay, lihay kalah dengan keberuntungan?
Tergantung, pintar dan lihay lebih seimbang, bisa saling mengalahkan, tapi keberuntungan menangnya hanya satu kali, berikutnya tinggal kekalahan.
Sebenarnya gak ada orang yang bodoh jika kita melihat dari suatu sudut pandang tertentu. Siapa bilang petani, nelayan, sopir itu bodoh? mereka pintar dalam bidang mereka masing-masing.
Tak ada yang benar2 bodoh karena masing2 kita punya kelebihan. Dan kecerdasan pun sekarang sudah terbagi menjadi berbagai macam kecerdasan. Jadi masing2 orang punya peluang dan kesempatan yang sama dalam bidangnya masing2.
menurut saya pintar dan bodoh itu relatif, bahkan sangat relatif..
Terus terang saya adalah orang yang bodoh, karena saya tidak mengetahui semua hal, karena saya tidak bisa melakukan semua hal… jadi saya termasuk orang yang bodoh.
Tidak bisa melakukan semua hal bukan berarti bodoh Adipati, tapi hanya tidak bisa
saya sering mendengar ruangan sebelah kalo lagi marahin anak buahnya yg terlambat masuk kantor : “pintar sekali kamu bikin alasan?”
**pdahal maksud anak buah itu ingin membodohi atasannya dng alasan2 yg dibuatnya