Tanggal : 29 August 2010
Maaf, jika isi tulisan ini hanya seperti ini, kosong tiada bermakna. Kekecewaan mungkin menghinggapi ketika menemukan sesuatu yang kita anggap kosong, padahal sebelumnya kita berharap mendapatkan isinya.
Tetapi inilah hidup, ada kalanya berisi tetapi pada lain kesempatan akan melompong. Haruskah kecewa? maaf, jika ternyata saya mengecewakan rekan-rekan semua. Tetapi intinya saya mengajak kita semua untuk merenung, benarkah sesuatu yang kita anggap kosong itu benar-benar kosong?
Tanggal : 28 August 2010
Mas Iskandar, pada postingannya membahas beberapa penyebab sebuah blog muat halamannya cukup lama dan salah satu penyebabnya adalah koneksi internet yang lamban.
Dengan tidak bermaksud mendiskreditkan PT. Telkomsel selaku penyedia jasa yang saya gunakan, kebetulan saya menggunakan layanan telkomsel flash unlimited, berikut ini screenshot koneksi internet saya.

Koneksi internet yang sering terjadi ditempat Narablog
Kecepatan tersebut, sangat menurun drastis dibandingkan pertama kali digunakan. Padahal limit penggunaan sampai pada penurunan bandwith belum sampai. Tetapi kecepatan koneksi sudah turun seperti durian jatuh. Semboyan unlimitednya memang benar, unlimited putus sambungnya dan unlimited leletnya.
Sungguh, postingan ini bukan ingin mencari alasan dan pembenaran terhadap kegiatan blogwalking, tetapi hanya gambaran bagi rekan-rekan narablog, betapa sulitnya koneksi yang saya miliki.
Kegiatan blogwalking memang banyak dikurangi pada bulan ramadhan ini. Tetapi tetap diupayakan. Rekan-rekan yang belum sempat dikunjungi, saya mohon maaf. Nanti lebaran saya silaturahmi.
Salam dan Happy Blogging.
Tanggal : 27 August 2010
Dua foto berikut ini adalah salah satu kegiatan yang dilaksanakan oleh narablog dan rekan-rekan beberapa waktu yang lalu.

Gambar 1: Guyon dengan teman dari Dinas Kehutanan Propinsi Kalimantan Tengah, dalam rangka audit oleh Smartwood.
Bekerja ditengah hutan harus banyak humor, jika tidak dalam jangka waktu 3 bulan bisa dipastikan anda akan berubah menjadi “orang hutan” yang sesungguhnya.

GAmbar 2: Sambil menunggu kedatangan Tim Audit dari Smartwood, ngobrol santai dulu. Perhatikan pada gambar bawah, yang berkaca mata pada sisi kiri dan sisi kanan adalah Personal Guard.
Ada yang bisa menebak, yang manakah admin blog personfield.web.id?
Tanggal : 25 August 2010
Judul dengan pertanyaan diatas adalah judul yang bodoh dan dungu. Jika salah (terbukti secara sah dan meyakinkan), tidak ada lagi peluang untuk mencari alasan, jalan terbaik dan mulia yang dapat anda lakukan adalah MEMINTA MAAF.
Anda Malu? buang kemaluan anda jauh-jauh.
Anda Gengsi? silahkan makan gensinya sampai puasa anda batal.
Anda merasa derajat anda lebih tinggi? hey…Tuhan tidak butuh derajat mu bok! dimata-Nya kita ini sama saja.
Anda takut permintaan maaf anda ditolak? datangi dan minta maaf. Ingat, tidak semua permintaan bisa dikabulkan, jika anda sudah minta maaf tetapi dia tidak memaafkan anda, setidaknya anda sudah punya niat baik mengakui kesalahan yang telah anda lalukan. Tuhan saja tidak mengabulkan semua permintaan umat-Nya. Apalagi dia orang tempat anda melakukan kesalahan.
Introspeksi diri, coba berkaca (awas, jangan karena buruk rupa, cermin dipecahkan), mengapa anda bisa melakukan kesalahan tersebut, ini berfungsi sebagai alarm bagi anda agar kejadian konyol tersebut tidak terulang kembali.
Jika demikian adanya, masih perlu mencari alasan untuk tidak meminta maaf? Permintaan maaf tidak akan menurunkan citra diri anda, tetapi justru mengangkatnya dan menunjukan bahwa anda mahluk yang berjiwa besar.
Mungkin rekan-rekan narablog berniat menambahkan yang lainnya? Monggo.
Copyright secured by Digiprove © 2010 Aldy Markopiola
Tanggal : 23 August 2010
Cerita ini mundur 30 tahun dari sekarang. Ada narablog yang belum lahir, ada yang masih ingusan dan saya sendiri baru duduk Sekolah Menengah Pertama. Banyak kenangan dan kekonyolan yang terjadi masa itu. Selain itu penampilan juga masih culun. Saya ingat (fotonya tidak ada, maklum anak kampung tidak punya kodak (kamera), potongan rambut yang paling keren bagi saya adalah potongan cepak seperti prajurit angkatan darat yang berpangkat “peltu”.
Masa SMP, jaman itu sangat jauh dengan anak-anak SMP masa kini, beda generasi selalu beda gaya. Tidak ada dalam kamus yang namanya pacaran, bahkan untuk cinta monyet sekalipun. Yang ada dalam otak, hanya belajar belajar dan belajar. Apalagi sekolah Favorite yang ada dikota saya pada waktu itu sekolah Swasta Katolik “Panca Setya”, dimana saya menjadi siswanya, mengharuskan konsenstrasi yang penuh kepada prestasi belajar (Bp. Sukirdi, sang kepala Sekolah sangat menekankan prestasi siswa ~ maklum beliau tamatan D’ Brito Yogyakarta). Apa yang terjadi dimasa itu?