Kenangan Semasa SMP
Cerita ini mundur 30 tahun dari sekarang. Ada narablog yang belum lahir, ada yang masih ingusan dan saya sendiri baru duduk Sekolah Menengah Pertama. Banyak kenangan dan kekonyolan yang terjadi masa itu. Selain itu penampilan juga masih culun. Saya ingat (fotonya tidak ada, maklum anak kampung tidak punya kodak (kamera), potongan rambut yang paling keren bagi saya adalah potongan cepak seperti prajurit angkatan darat yang berpangkat “peltu”.
Masa SMP, jaman itu sangat jauh dengan anak-anak SMP masa kini, beda generasi selalu beda gaya. Tidak ada dalam kamus yang namanya pacaran, bahkan untuk cinta monyet sekalipun. Yang ada dalam otak, hanya belajar belajar dan belajar. Apalagi sekolah Favorite yang ada dikota saya pada waktu itu sekolah Swasta Katolik “Panca Setya”, dimana saya menjadi siswanya, mengharuskan konsenstrasi yang penuh kepada prestasi belajar (Bp. Sukirdi, sang kepala Sekolah sangat menekankan prestasi siswa ~ maklum beliau tamatan D’ Brito Yogyakarta).
Mayoritas anak-anak beragama Katolik dan yang otaknya encer, rekan-rekan Chinese. Klasifikasi Indo seperti saya hanya masuk ketegori awang-awang. Beberapa hal yang tidak dapat saya lupakan pada saat duduk dibangku SMP.
Kendaraan, kedaraan utama yang digunakan setiap hari adalah Motor Merk “GL” (goyang lutut) alias jalan kaki, sejauh 1.5 kilometer dan sesekali diselingi dengan naik sepeda. Rasanya sudah keren naik sepeda, karena dari sekian banyak siswa bisa dihitung dengan jari yang menggunakan sepeda. Padahal sepeda yang saya gunakan merupakan sepeda paling jelek. Kelebihannya, sepeda tersebut hasil kanibal dari beberapa sepeda yang sudah tidak digunakan lagi. Tidak berani menggunakan sepeda milik bapak.
Guru favorite, saya memiliki guru favorite, seorang wanita lulusan Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) dari Yogyakarta. Ibu Theresia Sutarmi (Maaf ibu Tress, namanya saya ikutkan), sekarang beliau sudah sepuh dan ada di Sintang. Kok favorite? beliau adalah guru matematika yang sangat cerdas, mengajar penuh dengan guyon, sehingga matematika bukan merupakan pelajaran yang menakutkan. Padahal, awalnya saya sangat tidak suka dengan pelajaran trigonometri, tetapi ditangan ibu Tress, semuanya terasa mudah. Selain itu beliau cantik. Weeeeee…….
Palajaran Pramuka (Praja Muda Karana), yang disenangi sebetulnya bukan teorinya, tetapi prakteknya terutama kegiatan berkemah. Kegiatan ini selalu disertai dengan renungan suci dimalam terakhir, dan kita digugah untuk mengingat semua kesalahan yang pernah kita lakukan terhadap orang tua, guru, saudara, teman dan orang-orang yang dekat dengan kita. Biasanya selalu ada yang menangis meraung-raung maupun yang terisak pilu. Cuma, dua hari kemudian sudah mengulangi kesalahan yang sama
Itulah sekelumit cerita semasa SMP, menjadi anak SMP tidak harus neko-neko, tidak harus mati gaya hanya karena culun. Sangat beda dengan anak-anak SMP sekarang, modern, berkantong tebal, memiliki hand phone kamera tetapi terlalu sering disalah gunakan
Adakah rekan-rekan blogger memiliki cerita yang berkesan semasa SMP? ayo tulis, sekalian kita coba mengurangi keyword negative tentang anak SMP yang di index oleh mbah google.
Tulisan ini sebagai bentuk partisipasi terhadap undangan Bang Atta dan Rekan-rekan dari Blogger Bertuah.

[...] Kenangan Semasa SMP [...]