Ayo Bung, jangan hanya berseru

Bentrokan yang terjadi Tarakan Kalimantan Timur, hanya berawal dari perkelahian biasa yang kemudian menjadi bentrokan masal, mungkin saja kelambanan penangangan oleh aparat terkait menjadi penyebabnya. Bahkan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat, Priyo Budi Santoso menyerukan agar Kepolisian RI segera menangkap provokator dibalik kejadian ini. Dan saya setuju dengan seruan tersebut.

Tetapi, selalu ada tetapinya, saya tidak setuju dengan ucapan Wakil Ketua Dewan tersebut berkenaan dengan penangan kasus tarakan dengan rencana kenaikan anggaran Polri. Tetapinya apaan tuh!

Award, award and award again.

awardbybudiarnayaSetelah puas dengan segala kemauan pada dua artikel tak bersambung beberapa waktu yang lalu, pada tanggal 24 September 2010 ada pemberitahuan dari Bli Budi Arnaya bahwa ada pemberian award dari beliau kepada pengelola blog ini.

Award yang cantik, dengan desain yang simple disertai dengan kata-kata “Truly Blogger From Indonesia”, sungguh menggoda. Harus diambil?

Keputusan yang pahit harus diambil, dengan berbagai pertimbangan dengan berat hati, diputuskan untuk tidak mengambil award tersebut, karena jika award diambil kesan loba/tamak dan serakah menjadi sulit dihindari. Heeh, kenapa?

Karena mau, inilah akibatnya

Setelah kemarin perdebatan tentang kehidupan artis (oknum) yang suka membuat self film yang diceletuki pada bagian akhir, setelah ditunggu-tunggu ternyata tidak ada kelanjutannya. Mungkin mereka sudah tahu kalau celetukan tersebut sebenarnya ungkapan kejengkelan saja.

Hari ini, tidak ada perdebatan konyol dan basi tersebut, tetapi saya kedatangan seorang karyawan yang mengeluh pembayaran tagihan pulsa Kartu Hallo (telkomsel) membengkak. Pembayaran bulan Juli 2010 Rp. 613.000,00 dan Bulan Agustus 2010 Rp. 415.000,00. Angka yang besar jika hanya digunakan untuk bertelepon, sementara menurut penuturannya, kartu tersebut pun tidak pernah digunakan untuk browsing internet.
Masalahnya dimana?