Jujur itu, mahal!
Tidak pernah diketahui dengan pasti, sejak kapan korupsi di negeri ini diberi predikat yang “membanggakan” yaitu dianggap sebagai budaya. Istilah pahit yang seharusnya mampu membuat pelakunya malu hati. Tetapi apa lacur, pelaku korupsi semakin menjadi-jadi. Dari level yang paling rendah sampai kepada level ultra hight. Jadi, kloplah sudah korupsi layak dianggap sebagai budaya.
Coba tanyakan kepada para pelaku (mungkin diatara kita juga pernah melakukannya), apakah mereka merasa malu melakukan perbuatan tersebut? mungkin hanya malu dimulut, tetapi tidak malu dihati, dengan suara yang garang mereka akan meneriakan berantas korupi, tetapi mereka yang berteriak tersebut justru menjadi bagian terpenting dari mekanisme korupsi yang dilakukan.
Sering mendengar kalimat “yang haram saja susah, apalagi yang halal”.
Kalimat tersebut, secara jelas menggambarkan bahwa perbuatan yang tidak dibenarkan (haram), bukanlah perbuatan yang harus dihindari. Dalam kondisi tertentu, yang haram tetap boleh dimakan!.
Semuanya, berawal dari rasa malu yang semakin luntur, katakanlah pada suatu kondisi, seseorang sangat membutuhkan barang tersebut. Tetapi jika masih ada rasa malu terhadap dirinya sendiri, maka percayalah perbuatan tercela tersebut tidak pernah dilakukan. Sesulit apapun kondisinya.
Mari bertanya kepada diri sendiri (jangan melihat sekeliling), seberapa sering kita memanfaatkan “peluang” yang terbuka? jika diberi skala dari 1 (satu) sampai 10 (sepuluh) berapa pada angka berapa nilai kejujuran kita? Dan jika dijual, seberapa harga yang harus saya bayar? masih berhargakah arti/makna/nilai/inti/kandungan sebuah kejujuran?
Ini bukan renungan ramadhan, tulisan “sontoloyo” hanya sebuah renungan singkat untuk diri sendiri.
Selamat malam, Sahabat BURUNG HANTU …
Semoga limpahan rahmat Tuhan selalu tercurah dalam kehidupan Sahabat semua …
Sehubungan dengan Blog Competition Beswan Djarum yg sedang Denuzz ikuti, Denuzz mohon kesedian Sahabat meluangkan sedikit waktu untuk bisa memberikan komentar di 3 artikel ini:
http://blog.beswandjarum.com/denus/2010/09/08/eksperimen-mematikan-bersama-djarum-beasiswa-plus/
http://blog.beswandjarum.com/denus/2010/09/08/uh-untuk-apa-jadi-beswan-djarum/
http://blog.beswandjarum.com/denus/2010/09/08/beswan-di-tengah-belantara-fana/
Komentar menjadi poin penilaian yang cukup besar dalam kompetisi …
Selain itu Denuzz harap Sahabat berkenan untuk memberikan vote di
http://www.beswandjarum.com/blogcompetition/
Tinggal klik “SUKA” pada blog atas nama DENUS HERUWANDA …
Denuzz ucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas kesedian Sahabat narablog …
Be a happy blogger! …
Salam BURUNG HANTU …
Mahal banget
Jalan jalan ke jamaica
Liat Bob Marley Keselek Ganja
Ga krasa bentar lagi abis Puasa
Mohon maaf bila banyak dosa, baik disengaja atau tak sengaja
Beli es di warung Bu ema
Untuk di santap bersama – sama
Smsnya udah di terima,
teriring pula ucapan yang sama
Selamat Idul Fitri 1431 H
Anak kodok makan ketupat.
Makan ketupat sambil melompat.
Ngirim kartu udah gak sempat.
Pake sms pun no what-what.
Taqobbalallahu minnawaminkum.
NURHAYADI
BESERTA STAFF KABINET ZIZZAHAZ BERSATU
MENGUCAPKAN
SELAMAT HARI RAYA IEDUL FITHRI 1431 H
TAQABALALLAHU MINNA WA MINKUM.
meskipun mahal, tapi tidak sedikit orang yang membenci kejujuran. bingung juga saya sama sikap seperti itu
Sejalan dengan berlalunya Ramadhan tahun ini
Kemenangan akan kita gapai
Dalam kerendahan hati ada ketinggian budi
Dalam kemiskinan harta ada kekayaan jiwa
Dalam kesempatan hidup ada keluasan ilmu
Hidup ini indah jika segala karena ALLAH SWT
Kang Guru Blog’s sekeluarga menghaturkan
Selamat Idul Fitri 1431 H
Taqobalallahu minna wa minkum
Mohon maaf lahir dan bathin
Dalam kerendahan hati ada ketinggian budi,
Dalam kemiskinan harta ada kekayaan jiwa,
Dalam kelembutan lidah ada juga keterlanjuran kata,
Dalam gurau tentu ada ikhlaf dan dosa,
Segenap Keluarga Besar Indra Kusuma Sejati dan
“Ejawantah’s Blog”
Mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H / 2010 M
Taqobbalallahu minna wa minkum
Mohon Maaf Lahir Dan Batin
Salam untuk keluarga.
saya ga habis pikir dengan orang2 yg senang ber-korupsi mas, sebesar apapun nilai yg mereka korupsi.. kok ya tangan dan hatinya bisa tega ya.. kok bisa merasa hidup tenang ya.. ck..ck..ck.. cape deh…
Oya.. selamat lebaran ya mas, maaf lahir batin.. salam buat keluarga…
cuma mau ngucapin selamat idul fitri…..
mohon maaf lahir batin…..
Dari Tabanan aku meminta dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya apabila ada kata serta tulisan yang kurang berkenan semua itu karena kekhilafan saya sebagai manusia yang masih jauh dari sempurna.
Taqabbalallahu minna wa minkum wa ja’alanallahu minal ‘aidin wal faizin
Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan
Assalamualaikum….
Maaf, cuma mau ngucapin
Selamat Idul Fitri …
Mohon Maaf Lahir dan Batin…
Kita mulai dari angka NOL lagi yaa….
keep it real, iight
Jujur itu tidak mahal Pak Aldy – IMHO, yang mahal itu adalah hal-hal yang dilirik dengan menutup mata nurani & kejujuran. Coba kalau orang melirik dirinya sendiri secara mendalam, mungkin dia bisa belajar untuk jujur – setidaknya pada dirinya sendiri.
well kejujuran emang mahal…
maaf neh..
ungkapan “Jujur itu, mahal” saya pribadi kurang begitu suka
kalo “Jujur itu, berani” mungkin saya setuju…
“jujur itu, mahal” seolah-olah orientasi jujur hanya pada materi semata… hehehe
Hehehe…kan biar dikit menggoda mas
kejujuran perlu ada dalam setiap individu…tetapi untuk pupuk sifat jujur amat sukar sekali
Walah, skala nilai kejujuran saya…. biarkan hanya saya yang tahu…