Dalam pergaulan sehari-hari, kita sering mendapati adanya teman yang bersikap ekstrim, non toleransi dan merasa dirinya paling benar. Bahkan setelah tahu pendapat yang dia kemukakan salah, masih juga berdalih, berlapis-lapis mirip kue lapis setengah matang.

Kesal, jengkel dan uring-uringan jika mendapat teman yang seperti ini? pasti. Tetapi tidak seharusnya kita membenci atau menyingkirkan dia dari kelompok pergaulan. Karena, tidak semua pendapat yang dikemukan salah, bahkan mungkin lebih baik dari pendapat kita.

Jika saya ketemu dengan teman seperti ini, ada beberapa hal yang sering saya lakukan.

  1. Biarkan dia mengemukakan pendapatnya, pancing agar dia bicara terus menerus, bila perlu sampai dia bosan. Syaratnya, anda harus siap menjadi pendengar yang baik, manfaatkan penjelasannya sebagai senjata untuk mengajukan pertanyaan lanjutan. Manfaatkan dengan baik kata-kata mungkin, apa, mengapa, atau dan kata-kata lainnya yang bersifat bertanya. Biarkan seakan-akan dia sangat cerdas. Sanggup?
  2. Lakukan debat yang cerdas. Jangan debat kusir. Syaratnya, anda harus memiliki kemampuan debat cukup baik dan tidak terpancing adu mulut. Sikap extrim tidak akan berhasil dilawan dengan ilmu kepala batu. Selain itu, anda harus memiliki pengetahuan yang baik, terutama berhubungan dengan materi perdebatan. Jika tidak, kembali ke trik pertama.
  3. Berpura-pura sakit perut dan ingin buang air besar, upayakan disertai dengan pembuangan gas. Tidak sopan? mungkin. Tetapi sepertinya lebih baik dari pada pergi sambil menunjukan perasaan tidak senang.

Trik-trik diatas mungkin tidak baik, maukah rekan-rekan berbagi trik yang lain?