Blog seperti ini, membuat aku mati kutu…

Ada dua jenis materi blog yang selalu ‘menyusahkan’ saya, terutama pada saat memberikan komentar. Sangat sering terjadi, ketika mengunjungi blog seperti ini saya hanya membaca kemudian pergi tanpa meninggalkan komentar.

Heey, dimana letak kesalahannya? tidak ada. Tetapi blogger di negeri ini, beranggapan jika kita tidak memberikan komentar dalam blognya, kita dinyatakan tidak berkunjung. Salah lagi? tidak. Anggapan seperti itu benar adanya, analoginya, jika berkunjung ke kediaman seseorang tentu kita harus berbicara dengan pemilik kediaman. Baca Selanjutnya »

Ayo, kita menanam pohon

Pada tanggal 27 November 2010, perusahaan tempat narablog bekerja ikut serta berpartisipasi membantu pemerintah dalam upaya menyukseskan Program Menanam Pohon Satu Milyar. Gerakan tersebut sebenarnya jatuh pada tanggal 28 November 2010 yang merupakan Hari Menanam Pohon, tetapi dengan berbagai pertimbangan, pelaksanaan dilapangan dipercepat satu hari.

Program ini melibatkan desa-desa yang terletak dalam areal konsesi dan diluar konsesi tetapi hanya terbatas pada Kecamatan Bukit Raya. Sebelum acara dimulai, dilakukan penyerahan bantuan bibit karet secara simbolis kepada para kepala Desa. Diharapkan dari bantuan bibit tersebut masyarakat membuat kebun entris bersama-sama dengan petugas dari perusahaan. Dari kebun entris itu nantinya akan melahirkan bibit karet yang siap tanam. Proses pembuatan kebun entris dan pembibitan, sampai penanaman dibawah bimbingan rekan-rekan divisi PMDH. Pohon apa saja sih yang ditanam?

Kampungan…

“Dasar kampungan!!!…”

Hari ini aku dapat durian runtuh, dicaci seorang cewek tanpa aku tahu ujung pangkal permasalahan. Tiba-tiba seperti banjir bandang, “dimaki” dengan kata kampungan. Kok bisa? entahlah, tetapi uraian singkat berikut mungkin bisa memberikan gambaran.

Kemarin, dalam rangka menanam pohon dengan masyarakat aku mengenakan topi kebesaranku, topi (disini disebut tangoi) yang terbuat dari rotan. Pada waktu istirahat, aku duduk dibawah pohon jambu sambil menunduk. Nah, pada saat duduk sambil menunduk inilah sang wanita datang dan memaki aku. Ada apa sebenarnya?