Yang tersurat dan yang tersirat

Pernah mendengar ada teman mengatakan lain yang diucapkan, lain yang dimaksud? tidak semua orang mau mengatakan yang sebenarnya dengan kata-kata yang jelas. Banyak yang mengatakannya melalui kiasan, istilah-istilah tertentu dan ada juga dengan menggunakan kata-kata yang bersandingan maksudnya tetapi ada juga yang terbalik. Mengatakan baik tetapi bermakna jelek.

Demikian juga dengan pimpinan atau bos kita yang dikantor, pada waktu tertentu, entah sedang kena omel istrinya, entah sedang bete. Sebagai bawahan (nasib bawahan), kita harus pintar-pintar dikit menterjemahkan kata-kata pimpinan yang biasanya melayang seperti tissu bekas.

Berikut ini, beberapa kalimat (dikutip dari berbagai sumber) yang kadang dicetuskan oleh sang bos dan makna yang terkandung didalamnya.

“Anda sudah bekerja dengan baik, kok…”
Kalimat ini bisa bermakna : “Saya sangat senang dengan hasil kerja anda, tetapi saya tidak mau memuji anda berlebihan..”

“Sebagian dari hasil kerja anda harus ditingkatkan lagi…”
bisa diartikan : “Saya tidak perlu terlalu banyak menjelaskan tugas ini. Anda seharusnya lebih banyak mengambil inisiatif…”

“Saya kecewa dengan semua pekerjaan anda…”
Mungkin bos ingin mengatakan “Ada beberapa hal yang ingin saya bicarakan dengan anda, tetapi saya sedang malas…”

“Anda harus lebih berinisiatif lagi…”
Sama saja dengan bos mengatakan “Saya ingin kamu lebih banyak mengerjakan pekerjaan saya, karena saya butuh istirahat siang…”

“Tidak ada yang dipertanyakan lagi, kan…”
Anda sedang berada diujung tanduk, karena kata-kata ini bisa bermakna “Anda layak dipecat!, tetapi saya masih memberikan anda kesempatan sekali lagi…”

“Ok, lanjutkan pekerjaan anda!”
sama saja dengan bos mengatakan “Silahkan anda keluar dari ruangan saya”

Benarkah semua kalimat diatas bermakna seperti yang tertulis? ops, tentu saja tidak. Penafsiran ini tergantung pada kapan dan bagaimana situasi dan kondisi pada saat diucapkan, tetapi intinya mendekati makna yang sama.

Seperti itukah semua bos? sekali lagi tidak, setiap orang memiliki karakter sendiri, sehingga cara penyampaiannya tergantung pada karakternya masing-masing.

Ada yang ingin menambahkan?.

  Copyright secured by Digiprove © 2010 Aldy Markopiola

Aldy M. Aripin

Seorang suami dari seorang istri, Ayah dari dua orang putri dan eyang dari dua orang putu. Saat ini bekerja sebagai profesional pada sebuah perusahaan swasta nasional yang bergerak dibidang pengusahaan hutan.

Mungkin Anda Tertarik

104 Tanggapan

  1. TuSuda says:

    iya Mas, dalam berkomunikasi itu memang unik, tergantung dari isi pesan, cara, dan kebiasaaan dalam menyampaikannya… 🙂

    • TuSuda says:

      apa yang telah disampaikan pun tergantung kembali kepada daya penyerapan makna pesannya…sesuai gaya dan tutur bahasa yang digunakan saat itu… 😉

      • TuSuda says:

        BTW, tentang edit themes blog tusuda, dijadikan satu kolom saja, kalau blog puskel tetap dua kolom, gimana Mas, kira-kira cocok begitu ya..
        MAAFKAN telah merepotkan lagi.
        TERIMAKASIH sebelum dan sesudahnya. 8)

        • Aldy says:

          Bli Putu,
          Tadi saya sudah sending theme untuk tusuda.com, mungkin bli putu mau coba dilocalhost dulu.

          • TuSuda says:

            MAAF ya Mas, gaptek habis nih saya, maksudnya coba di local host itu bagaimana ya..caranya?

            • budiarnaya says:

              Seperti posting tanpa online blitu kalau saya pakai XAMPP, Bang Aldy yang pakarnya kasi tau dong kakak saya 🙁

            • Aldy says:

              OK, nanti saya pasangkan pada salah satu blog ujicoba yang lain dan bli Putu bisa melihat demonya. Kalau sudah dipasang, bli Putu akan saya konfirmasi.

              • budiarnaya says:

                Nah..kerja keras lagi hikhikhik…semangat Bang…bikin blog keluarga nich 😆

                • TuSuda says:

                  WAH..saya jadi malu nih, bikin repot, gara-gara tidak ngerti apa-apa cara memakai program nya itu, soalnya hanya bisa pakai saja…MAAFKAN ya Mas Aldy…
                  BTW, emailnya sudah saya balas. Terimakasih banyak…

                  • Aldy says:

                    Never Mind Bli,
                    kalau bisa saya bantu, akan saya bantu.
                    Sekarang saya lagi install Windows7, sambil kerja sambil blogging 😀

                    • TuSuda says:

                      Makasi banyak ya Mas..
                      Semoga selalu diberkahi kesehatan dan kesuksesan.
                      SALAM dari Kendari..

    • Aldy says:

      Mungkin itulah yang disebut dengan seni berkomunikasi Bli.

  2. Putu S says:

    Betul Mas, seringkali apa yang telah tertulis ataupun terucapkan tidak semudah kata untuk memahami makna dibalik semua pesan tersebut. 🙂

    • Putu S says:

      BTW, OOT, maafkan jadi ikutan nimbrung lagi nih, memastikan editing themes blog puskel dan koreksi terhadap tampilannya.
      TERIMAKASIH banyak ya ..Mas Aldy.
      SALAM hangat dari Kendari… 8)

    • Aldy says:

      Kalau pimpinan seharusnya tidak perlu sungkan dengan anak buah Bli, karena tidak semua bawahan mampu menterjemahkan maksud pimpinan. Tapi kembali kepada pimpinannya masing-masing.

  3. Cahya says:

    Komunikasi bos dan pegawai itu seperti dililit rotan, lentur tapi kuat, kalau ndak tahu ke mana lekukan selanjutnya bisa-bisa bentuknya malah jadi salah kaprah.

    • Aldy says:

      Mas Cahya,
      Masalahnya, tidak semua bawahan mampu menterjemahkan kata-kata pimpinan dengan baik, apalagi jika menggunakan kata-kata bersayap seperti diatas.

  4. Joko Sutarto says:

    Kata-kata yang terucap boleh saja sama tapi biasanya bahasa tubuh, ekspresi, intonasi dll lah yang sering membedakannya, Mas Aldy. Terutama yang bahasa tubuh tak bisa berbohong apakah bos kita sedang marah atau tidak.

    Kalau bos saya kebetulan tak suka dengan yang tersirat-sirat gitu, Mas Aldy. Meski sebetulnya asli dari Salatiga tapi kulturnya lebih mirip orang Surabaya yang suka terus-terang dan ceplas-ceplos kalau berbicara. Satu keuntungan saya, saya tak perlu mengerutkan kening untuk menginterpretasikan apa pun yang dikatakan oleh bos saya. 😀

    • Aldy says:

      Mas Joko,
      sampeyan beruntung, punya pimpinan yang suka bicara blak-blakan, sehingga tidak perlu mengerutkan kening untuk tahu yang beliau maksudkan. Jujur, saya menyukai orang-orang yang bersifat terbuka seperti beliau, karena jika kita masih juga salah mengartikan ucapannya berarti kita yang geblek 😀

  5. Pagi Om!

    Saya rasa memang seperti itu, karena ada beberapa boss yang nggak mau blak2an dalam menegur bawahan, hal ini juga saya alami Om, kalau kinerja lagi turun..boss akan mengajak makan siang atau sarapan di luar dan bertanya :Hani, kamu dalam segalah hal sudah baik, kenapa ada hal-hal tertentu agak turun, bisa tidak di jaga agar tetap stabil” saat itu saya tahu kinerja saya sedang turun…

    Boss ingin punya kesan baik di mata bawahannya…

    • Aldy says:

      Wah punya boss yang begini juga enak loh, kalau lagi bokek, turunkan sedikit perfoma dan siangnya diajak makan-makan 😀

      • Itu kalau moodnya baik, kalau lagi nggak baik, seharian dah sukses di cuekin dan g diajak ngobrol, heeeee

        Suka nebak2 aja, mungkin dia malamnya habis ribut sama istrinya 😆

        trik untuk menenangkan diri jika melihat boss uring2an, heeee

  6. Btw, Om…

    Om, hebat banget yah bisa membuat orang terpengaruh untuk berganti busana untuk blognya, heeeee

    Maksud:Om emang provokator hebat! 😆

  7. nurhayadi says:

    Kita memang harus bisa mencermati situasi

  8. budiarnaya says:

    Lain Bos dan lain anak buah pasti beda karakter, bos yang blak-bakan kena anak buah yang sensi maka terjadi ketidak nyamanan, ada bos yang sensi ketemu anak buah blak-blakan maka tidak nyambung juga.

    Jadi harus menyusaikan diri masing-masing dech…Bos berlaku bijak sebagai Bapak dan anak buah berbuat bijak sebagai bagian dari keluarga tempatnya bekerja.

    OOT : untuk header di blog saya, pakai komp. rumah setelah dilihat standard ( Ctr + 0 ) hasilnya seimbang, ketika di komp lain kok mencle? apa pengaruh dengan VGA yang digunakan bang??

  9. Andank says:

    Wah ngeri juga maknanya ya mas

  10. Catatan Kecil says:

    yap,,,,dari uraian di atas paling tidak ada yg mendekati dengan makna yg sesungguhnya,,,,

  11. JoO says:

    hehehe…
    Aku sih enjoy aja, mau sopan mau gag, no komen selama masih sehat hehehe Ayooo lah.. 😛
    Orang yang make bahasa kek gitu orang yang sopan ya kang aldy?
    Sopan ato berwibawa?

    • Aldy says:

      Hehehe..mau dibilang sopan, iya.
      mau dibilang penakut juga iya. Tapi semuanya terpulang kepada pendidikan dan akar budaya, karena dua hal ini yang pengaruhnya sangat besar dalam membentuk karakter bicara seseorang 😀
      Kalau aku juga cuek, yang penting gaji lancar hahahaha…

  12. ganda says:

    Sepertinya, beberapa menurut pengalaman saya, adalah betul. 😀

  13. html1155 says:

    terkadang bos saya juga lebih sering menggunakan yang tersurat & yg tersirat,
    jadi harus bener2 konsen mengartikan yg dia mau…

  14. Goyang Karawang says:

    emosi memperngaruhi ya bos..

  15. achoey says:

    Pak, kalau pimpinan kita bilang “tutup pintu dari luar”
    Berarti mengusir kita ya 😀