Kematian oleh sebagian orang dianggap momok tetapi pada sebagian lainnya merupakan hal yang biasa. Kemanapun kita bersembunyi, ketika dentang kematian itu datang, tiada tawar menawar lagi. Anda dipersilahkan ‘pulang’.

Ketika seseorang ‘pulang’ ada ritual-ritual tertentu yang harus dilakukan oleh keluarga yang masih belum pulang dan pada setiap daerah memiliki tradisi masing-masing. Salah satunya Suku Dayak. Ketika Kristen dan Katolik belum masuk, ritual kematian memakan biaya yang sangat tinggi. Semakin tinggi strata simati dalam masyarakat, maka upacaya yang dilakukan semakin meriah. Tetapi sejak masuknya Kristen/Katolik, ritual ini sudah ditinggalkan.

Desa Riam Batang

Gambar 1 : Desa yang didatangi

Dalam kunjungan ke Desa Riam Batang (foto diatas), beberapa waktu lalu, saya masih menemukan sisa-sisa upacara Tiwah, yaitu upacara mengangkat kerangka jenazah dan selanjutnya tulang belulang jenazah disimpan dalam sandung. (foto2 dan foto3)

Dalam tulisan Pusyantip suprise teknologi dipedesaan, sudah disinggung tentang Desa ini. Desa Riam Batang dapat didatangi dengan kendaraan roda empat, tidak perlu goyang lutut berjam-jam dijalan.

Sandun 2 di Riam Batang

Gambar 2 : Sandung, bangunan tempat menyimpan kerangka jenazah suku dayak.

Upacara tiwah, merupakan upacara besar tradisi kematian orang dayak. Yang meninggal dunia, akan dianggap sempurna kematiannya bisa sudah diselenggarakan acara tiwah. Tetapi kemudian tradisi ini ditinggalkan, sejak masuknya agama Kristen Protestan dan Katolik.

sandung riam batang

Gambar 3 :Sandung kedua yang posisinya berdekatan dengan sandung yang pertama.

Santapan yang paling ditunggu adalah kelapa muda (maklum, dilokasi kerja tidak ada pohon kelapa), biasanya meminta bantuan anak-anak setempat yang berani memanjat pohon kelapa. Kalau diminta memanjat sendiri, mendingan tidak jadi makan kelapa muda.

rekan dan degan

Gambar 4: Rekan-rekan narablog membawa kelapa muda. Ditungguin atau tidak kebagian

Susah dan senang dalam hidup ini selalu datang silih berganti, tetapi kematian hanya datang satu kali dalam seumur hidup. Jangan pernah takut mati. Hadapilah kematian dengan santai, bila perlu buat tempat istirahat yang nyaman seperti suku Dayak, Toraja, Bali dan daerah-daerah lain di Nusantara.