Sebelum dilanjutkan, agar tidak menimbulkan huru-hara, buruk prasangka dan meletakan asas praduga tidak bersalah pada tatanan yang paling tinggi, setidaknya perlu penjelasan terlebih dahulu. Preet!!!

Sampai dengan berita ini naik cetak, masih belum didapat keterangan yang lebih jelas penyebab keduanya dijadikan tersangka(?) oleh aparat anti spam. Namun sudah dapat dipastikan bahwa Bunda Lily Suhana tidak tersangkut kasus pemakan durian tanpa ijin ataupun karena tanggapan keras Mas Sugeng terhadap pelaksanaan prosedur disebuah media blog beberapa waktu yang lalu.

spammer

Masih sedang dicari penyebabnya mengapa akhir-akhir ini beberapa komentar yang masuk justru terperangkap dalam spambox, dugaan sementara terjadi karena pemasangan antivirus khusus untuk wordpress karena sejak dipasang Growmap Anti Spambot Plugin, Akismet sudah dipensiunkan. Selain itu ada dugaan karena pengaturan di Discussion Settings, pada kolom Comment Blacklist. Ada filter terhadap kata-kata tertentu dalam komentar yang tidak diperkenankan. Sehingga jika ada kata-kata yang dianggap tidak baik, maka komentar akan langsung masuk spam box. Tidak perduli berapa kali si komentator menuliskan komentarnya.

pengaduan

Narablog yang sudah memberikan komentar dan terperangkap dalam spambox, sampai dengan sore hari ini sudah dibebaskan semua. Kejadian ini mungkin saja meninggalkan perasaan jengkel, kecewa, kesal bahkan amarah. Atas kejadian yang tidak mengenakan ini, admin blog mohon maaf yang sebesar-besarnya dan akan segera dicari akar permasalahan yang sebenarnya sedang terjadi. Dan kelak, setelah permasalahnya diketahui akan diumumkan kepada umum agar diketahui oleh umum sehingga demikian dari pada itu, kejadian yang tidak umum ini tidak mengganggu kepentingan umum.

Gambar komentar bunda Lily dan Mas Sugeng diatas hanya sebagai pemanis dan sedikit bukti bahwasanya kasus tersebut memang terjadi diblog ini, masih ada banyak komentar rekan narablog yang terjebak dalam spambox. Ini hanya contoh.