Beberapa waktu lalu Anggota Dewan Perawakilan Rakyat meributkan penggunaan rok mini oleh kaum wanita/perempuan/betina/ibu/emak-emak, entah seberapa pentingnya pengaturan rok mini bagi anggota dewan yang bersangkutan sampai perlu meributkan/mempersoalkan penggunaan rok mini tersebut.

Kenapa pula ketika jaman nabi Adam dulu tidak ada yang meributkan Siti Hawa yang hanya menggunakan pakaian two piece? karena ketika itu otak kaum adam belum rusak seperti saat ini dan sudah wayahkan kaum lelaki (egois) yang selalu tidak mau disalahkan. Perempuan mengenakan rok mini, malah otaknya yang ngeres. Para wanita mengenakan celana ketat, malah celana kaum adampun ikut-ikutan ketat.

Siapa yang salah? tidak ada yang salah dan tidak ada yang benar! loh?
Janganlah kita berandai-andai menjawab persoalan rok mini tersebut, cobalah kembali kepada isi kepala kita masing-masing, yang perempuan benahi pemahaman penggunaan rok mini dan yang jantan penahi isi kepalanya.

Jangan anda bawa-bawa falsafah agama disini, tidak ada agama didunia ini yang mengajarkan kepada umatnya untuk berbuat sesuatu yang merugikan (kecuali agama sesat menurut pandangan agama benar).
Sederhana saja, jika masing-masing pihak bisa menempatkan diri pada porsi masing-masing, tidak ada lagi saling menyalahkan hanya karena selembar rok mini.

Ada lagi teori yang mengatakan, kejahatan seksual meningkat karena meningkatnya penggunaan rok mini. Benarkah?