Teman dan Group di Facebook.
Pertanyaannya, berapa banyak teman anda di facebook? berapa persen teman-teman tersebut yang benar-benar anda kenal? berapa banyak dari teman-teman tersebut yang pernah kopdar dengan anda?
Jaringan pertemanan difacebook, tujuannya baik, mendekatkan teman yang jauh, mengenalkan yang tidak anda kenal bahkan bagi yang jomblo tidak tertutup kemungkinan mendapat jodoh dari pertemanan di facebook.
Tetapi, nah ada tetapinya…
Benarkah orang-orang yang anda terima sebagai teman atau yang anda minta berteman kemudian berkomunikasi intensif dengan anda? Semuanya? hanya 50%? atau hanya beberapa orang saja? Jika hanya beberapa orang saja, mengapa didaftar pertemanan tersebut harus anda minta pertemanan sebanyak-banyaknya? mengapa setiap permintaan pertemanan anda terima?
Kemudian anda juga dimungkinkan untuk bergabung kedalam group-group tertentu sesuai dengan keinginan anda atau anda diajak oleh teman lain, bisa juga karena group tersebut dibentuk karena adanya rasa kebersamaan terhadap minat-minat tertentu. Tapi kemudian, dari sekian banyak anggota dalam group tersebut, justru muncul group-group ‘illegal’ atau group dalam group. Jika si Kumis yang memperbaharui status, hanya ditanggapi oleh si Brewok dan Si Klimis. Jika si Master yang memperbaharui status, yang menanggapi hanya si Cantik dan si Manis. Sementara kalau di Bahenol yang memperbaharui status hampir 20% anggota group unjuk bicara…secara tidak sadar/tidak langsung, sikap seperti ini melahirkan group baru dalam sebuah group walaupun tidak diakui secara resmi.
Atau ketika ulang tahun (sebagian mahluk dibumi ini sangat mewajibkan ucapan diulang tahun), berapa banyak teman facebook yang mengucapkan ulang tahun? saya yakin tidak lebih dari 5%, itupun sudah kebagusan.
Mungkin ada rasa tidak enak, tidak nyaman, ketika anda sudah bergabung dalam sebuah group, karena ketidak cocokan minat misalnya, anda serta merta keluar dari group tersebut, akhirnya menjadi dilema. Jika ini yang terjadi, hilangkan notifikasi melalui surat elektronik yang memenuhi inbox anda, dengan cara ini gangguan pembaharuan status dari group tersebut tidak lagi memenuhi kotak surat elektronik. Mas Iskandar sudah menulis tips menghilangkan notifikasi ini. Silahkan dibaca artikelnya.
Jika kenyataannya seperti ini, bolehkah teman-teman ‘nonaktif’ tersebut sebagai teman atau pertemanan semu?
Wah, membaca tulisan bang Aldy ini, saya jadi pengen mengaduk-aduk dan menyeleksi lagi teman-teman di facebook. Terima kasih pencerahannya, bang.
Silahkan diaduk-aduk bli…
Konon banyak yg nge-add FB saya mungkin karena pernah baca buku karya saya, baca blog saya, atau yang lain2 Pak jadi saya mah gak pada kenal
Kalau jadi pesohor seperti Kang Achoey sih bukan masalah, bila perlu diperbanyak
nyindir saya nih
jarang berinteraksi dengan orang2 yang ada di daftar pertemanan hahaha
Memang harus selektif meng-add jika ada permintaan pertemanan. Apakah selama ini kita benar – benar kenal dengan personil yang kita jadikan teman ?