Bukan anti Korea!
Penggemar Drama Korea?
Penggemar Boys Band atau Girls Band asal Korea?
Ada yang salah dengan kesukaan terhadap kedua hal tersebut diatas? TIDAK ADA. Menggemari apapun sepanjang tidak bertendesi negatif tidak ada larangannya, apalagi hanya drama atau boys and girls band yang berasal dari Negeri Ginseng.
Tahun belakangan ini memang lagi booming korea, moga-moga saja bukan Nuclear Bomb dari Korea Utara :mgreen: yang menjadi masalah adalah ketika si penggemar sudah bersikap dan bertingkah laku (berlebihan) meniru idolanya, kalau yang ditiru sisi positifnya tentu akan memberikan dampak positif, tetapi kalau sisi negatif pun di jadikan contoh, ini yang menjadi masalah.
Tetapi, yang namanya penggemar (penggemar fanatik) cenderung bersikap membabi buta, hal-hal negatif idolapun sering diikuti tanpa sensor dan akibatnya, bertubuh tegap tapi dandanan cenderung wanita, langkah yang tadinya gagah seperti singa belakangan malah melangkah seperti bebek bisulan. Apa yang diperbuat oleh sang idola selalu diikuti, cuma tidak banyak penggemar yang mau ikutan modar kalau idolanya koit.
Nggak Korea, Nggak Gaul
Benarkah? dari sisi penggemar ‘bau korea’ pernyataan ini benar adanya, segala sesuatunya selalu korea, korea dan korea. Tetapi tidak perlu takut dikatakan tidak gaul, setiap individu memiliki idola masing-masing dan berasal dari wilayah yang berbeda. Silahkan berada diwilayah masing-masing, sedikit menjajah wilayah tetangga jika mampu tetapi jangan sampai terjadi kudeta hanya karena beda idola. Perbedaan itu Indonesia Banget
Anti Korea?
Statement ini terlalu berlebihan, hanya karena tidak suka drama korea, tidak suka boys and girls band korea lantas dituduh anti korea. Sikap fanatisme sebagian kaum ‘bau korea’ ini agak aneh. Mereka hanya suka drama, band bocah sudah mampu mengatakan orang lain yang tidak suka dengan cap anti korea, padahal orang yang dicap anti korea tersebut pecinta berat produk-produk chaebol korea seperti Samsung, Daewoo dan lain-lainya.
Kalau anti korea berarti orang tersebut sangat tidak suka dengan ‘bau korea’, bukan hanya drama, band bocah tetapi semua produk yang berasal dari korea.
Beberapa alasan tidak suka drama atau band bocah dari Korea
Kita tidak bicara tetang alasan suka, karena bagi yang suka, hal burukpun bisa menjadi alasan terbaik.
Bagi yang tidak suka, beberapa hal berikut sering dikemukan sebagai alasan.
- Waktu, menyaksikan drama televisi dengan serial panjang membutuhkan waktu khusus, bagian sebagian orang waktu khusus seperti ini bukan lagi hiburan tapi berubah menjadi kewajiban. Sulit membayangkan seseorang bisa mengikuti alur cerita drama tersebut kalau tidak terus-menerus menyaksikannya dilayar televisi.
- Alur cerita, bagi kelompok lain, mengikuti alur cerita yang panjang dan berbeli-belit bahkan irasional terasa sangat menyiksa. Emang ada drama serial televisi hanya dua episode?
- Beda Genre, ini sudah pasti, penggemar serial action akan sulit menikmati drama yang berurai air mata.
- Beda Generasi, generasi tahun 90-an kebawah tentu sedikit mengalami kesulitan menikmati lagu anak-anak kemaren sore, berdandan modis gaya band bocah bukan lagi menjadi gaya hidup mereka, kaum mapan seperti ini biasanya lebih suka yang kalem dan tidak hiruk pikuk dengan gaya modern dancing.
Sebenarnya, mereka yang tidak suka dengan drama atau band bocah bukan karena anti korea, tetapi lebih karena perbedaan selera, perbedaan minat dan beda idola. Jadi? mari kita nikmati semuanya sesuai dengan selera dan minat masing-masing, tidak perlu memberikan tjap tertentu kepada seseorang hanya karena selera dan minatnya tidak sama.
Saya bukan orang ANTI KOREA..
Hehehe..
BTW film KOREA itu bagus…dilihat dari angel dan epik cerita begitu apik…
#GUBRAKKK
BTW, tambahan pak,,,orang2 yg anti korea sekarang seolah mengantikan dirinya pada korea beberapa penyebabnya karena bermunculan beberapa bb dan gb yg katanya alay..gk tahu bnear atau ngak..hahahh
BTW, salam kenal.
ABDUL
Yah, kalau sudah anti, yang baik menjadi tidak baik. Kalau penggemar, yang tidak baik pun menjadi baik
Pembahasannya kurang spesifik membedakan antara Korea Selatan dengan Korea Utara, tapi menurut yang saya baca lebih condong ke Selatan ya Pak ?…
Kalau untuk seusia saya, saya tetap bukan anti Korea dalam hal tehnologinya.
Keknya gak ada artis Korea Utara yang ngetop disini bro. Saya juga menggunakan produks korea,
Yap, betul banget om. Anak muda sekarang ya kira-kira seumuran dengan saya sudah banyak yang mengidolakan idolanya yang ‘berbau korea’, dari mulai yang biasa saja, sampai yang fanatik sekalipun. Disamping itu ada juga yang mencap dirinya sebagai ‘anti korea’ seperti yang telah dibahas di postingan ini. Kembali sama ketertarikan masing-masing aja, toh tiap orang punya hak untuk suka
Pro dan kontra adalah hal yang biasa, tapi kalau perbedaan itu kemudian menjadi perpecahan itu yang menjadi masalah.
Maaaas…
deg degan baca judulnya…hihihi…
Tentu saja kita harus menghargai setiap perbedaan…kalo semua orang seleranya sama…alangkah datarnya hidup ini…ya kan ??
Bibi korean lover datang
berbeda boleh, berkelahi jangan
Saya belum pernah nonton drama Korea. Boys bandnya juga gak tahu yang mana. Jadi gak bisa mengatakan apakah anti korea atau bukan
Sekarang diposisi yang netral kan?
Ya betul,bukan anti korea,tapi kembali pada diri kita sendiri,toh ketertarikan gak mesti sampai fanatik yg membuat kita melupakan esensi dari kesukaan itu
.idola kita mestinya cuma satu (bagi yg muslim) yaitu Rasulullah SAW
Cuma sayangnya, walaupun muslim idolanya malah lain
Yang saya sukai dari Korea sejauh ini yaitu musik K-POP-nya. Kalau drama sih kurang. Pada dasarnya, saya seorang pencinta musik. Kalau ada musik yang menurut saya enak untuk dinikmati, saya pasti akan suka, apapun labelnya. Kebetulan sekarang lagi suka K-POP (bukan ikut-ikutan wabah, tapi memang nyetel aja di telinga saya).
Masalah yang anti, kebencian tentunya tidak baik untuk dipelihara di dalam hati. Orang yang bebas atau merdeka adalah mereka yang bisa melepaskan hatinya dari segala bentuk kebencian.
Mas Is sama dengan Putri saya, sukanya K-POP, kalau saya sendiri, lagi-lagi over ceria tidak cocok lagi, cenderung lagu-lagu kalem dan sesekali lagu rock.
saya tidak anti korea
dan bukan penggemar juga
beberapa teman dekat sangat menggilai drama korea
bahkan berusaha meracuni saya
menjanjikan meminjamkan dvdnya jika saya bersedia
tapi entah kenapa kok saya tidak kepincut?
klo pun saya menonton film Korea, itu pasti film kolosal, dan nontonnya di bioskop.
Yeah, kalau film kolosal aku juga suka ni, bahkan tidak memilih, kalau kolosal ya hajar.
Assalasamu’alaikum wr.wb, nanda Aldy…
Betul tu, bukan sebab anti Korea tetapi lebih kepada berbeda selera dan genre. Oleh kerana terlalu mengagungkan artis dan seniman luar negara menyebabkan kurangnya sifat patriotik kepada budaya dan warisan negara sendiri. Akhirnya anak-anak watan hilang identiti negaranya.
Bunda tidak pernah melihat drama Korea ini walaupun di Malaysia ada slot untuk drama tersebut. Slotnya pun tidak banyak berbanding drama Mandarin.
Salam mesra dari bunda.
Kalau di Malaysia, mandarin lebih mendominasi.
Memang tidak seharusnya perbedaan itu menjadi alasan perpecahan. Selera orang tua tidak akan sama dengan selera anak-anak.
saya sihh dibilang suka,,gak
dibilang gak suka juga nggak..
Kalau ada mau juga kan?