Generasi Galau
Beberapa waktu belakangan ini aku sering sewot sendiri, entah mengapa, jika mendengar seseorang menyatakan dirinya sedang galau, otakku dengan otomatis mengirimkan pesan adanya seorang pecundang. Walaupun mungkin saja, orang tersebut tidak sepenuhnya pecundang. Hanya pada bagian tertentu dan dalam kondisi yang sangat spesial saja dia bisa galau.
Jika kegalauan itu berlanjut, ujung-ujungnya bisa membunuh kreatifitas, melemahkan daya saing, menghancurkan semangat bahkan bisa membuat si galau kehilangan segalanya.
Galau (kacau fikiran) setiap orang pasti pernah mengalaminya, tetapi tempatkan pada porsi yang sewajarnya. Coba bayangkan, jika seorang staff yang diminta segera menyelesaikan pekerjaan tetapi dengan alasan sedang galau dia enggan mengerjakan pekerjaan tersebut. Apa tidak membuat jengkel?
Yang berstatus siswa menjadi malas belajar karena sedang galau. Bukankah akan bertambah galau jika kemudian tidak berhasil lulus atau naik kelas?
Tidak punya pulsa telepon, galau.
Tidak punya duit, galau.
Pacar selingkuh, galau. Everything is galau.
Jika semuanya dihadapai dengan perasaan galau, percayalah tidak ada masalah yang bisa diselesaikan dengan baik. Tumbuhkan sikap optimisme, dengan sikap ini, persoalan akan dihadapi dengan mudah. Janganlah meracuni diri dengan sikap galau berlebihan. Jangan membuat status diri menjadi galau, hanya karena diluaran sana, status galau sedang menjadi trend. Tidak baik meniru status kegalauan orang lain, sementara anda adalah tipe orang yang selalu optimis menghadapi persoalan. Saatnya sekarang say good-bye to galau.
Pakde galau itu singkatan dari
(G)od (A)lways (l)isten (A)nd (U)nderstand haha pisss.
Walau galau kreativitas mesti jalan trus ya kan? hehe salam generasi galau (gerakan anti lupa agama untuk masa depan)#wkwkw
Kalau GALAU yang ini aku setuju
Jadi penasaran kalau Pak Aldy ini galau gimana ya?
Mending nge blog aja kali ya.. hehehhe..
Sesekali galau juga sih, tapi kayaknya lumrah aja
Yeah, dari pada galau lebih baik ngeblog.
Hahahahhaa setuju! nice post banget nih
Hmmmm…. saya juga suka galau :p tapi mungkin kadarnya aja gak overdosis
kalau galau terus mah gak bangkit-bangkit deh
Setiap orang pasti pernah galau, tapi selama galau dalam batas-batas yang wajar, menurut aku sifatnya manusiawi.
jaman sekarang banyak abg remaja dan anak muda galau. me-galau-men
Menggalaukan diri yang sebenarnya tidak galau.
Klo besok saya bikin postingan galau, saya akan block biar ompakdemas tidak bisa membaca postingan itu xixixi
Lagian aku malas kalau harus baca status galau
Wah,…. jangan galau Pak…. saya saban hari baca status galau di socmed,… apalagi kalau sempat jadi bahan posting,….. hadeuh
Kayaknya #galau seperti wabah penyakit kronis ya
saya sih galau cuma ikut2an saja
padahal aslinya nggak
heheh…
Ini berarti si penulis juga ikut galau
.
galau ohh galau …
perasaan yang tidak karuan ..
tapi pak, ada temen saya yang kalau sedang galau beliau jadi kreatif dalam berkata-kata dan membuat lelucon.