Beberapa anggapan yang salah tentang Credit Union

Credit Union sejatinya sama dengan kredit simpan pinjam, karena badan hukum Credit Union yang dikeluarkan oleh Kementrian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia, ini kalau ditinjau dari bentukan badan hukum, sehingga setiap awal nama Credit Union selalu diawali dengan sebutan koperasi kredit (kopdit).

Tetapi jika dilihat lebih jauh, Credit Union lebih menekankan kepada keberasamaan sesama anggota, sistem layanan CU lebih menyerupai sistem perbankan, sisi inilah yang membedakannya dengan koperasi simpan pinjam atau koperasi kredit.

Di Kalimantan, khususnya di Kalimantan Barat, pada awalnya Credit Union didirikan oleh orang-orang yang peduli dengan masyakarat kecil dipedalaman (hmmm…tentunya tidak terlepas dari kepentingan bisnis), khususnya masyarakat suku Dayak dan Non Muslim. Kok gitu? lha yang menyebarkan dan mempromosikan CU pertama kali ya teman-teman non-muslim tersebut ke lingkungan keluarga dan masyarakat sekitarnya.

Dari realitas inilah, kemudian lahir anggapan yang salah terhadap CU. Berikut anggapan yang salah itu:

  1. Credit Union hanya untuk Non Muslim,
    Ketika Credit Union pertama kali lahir di Kalimantan, anggapan ini boleh saja di katakan benar, karena yang mau menjadi anggota hanya masyarakat pedalaman yang bukan muslim dan dari kalangan merekalah CU ini kemudian bertumbuh kembang. Tetapi kemudian, pada perkembangan CU dewasa ini, CU tidak hanya untuk non muslim tetapi untuk semua kalangan, tanpa perduli agama.
  2. Credit Union hanya untuk orang Dayak,
    Sekali lagi, Credit Union tidak membedakan suku, agama dan ras. Siapa saja boleh menjadi anggota Credit Union.
  3. Credit Union hanya menguntungkan pengurus,
    Sebagai lembaga keuangan, tentu pengurus Credit Union mendapatkan gaji dari hasil pekerjaan mereka. Keuntungan hasil usaha, dibagi setiap tahun sesuai dengan jumlah simpanan pokok dan simpanan suka rela anggota. Semakin besar simpanan, maka pembagian sisa hasil usaha pada akhir tahun akan semakin besar.

Anggapan-anggapan ini yang sering saya jumpai ditengah masyarakat. Tidak sepenuhnya anggapan masyarakat itu salah, karena pada awalnya, pengenalan lembaga tersebut hanya ditujukan kepada masyarakat pedalaman kalimantan yang nota bene suku Dayak dan non muslim.

Aldy M. Aripin

Seorang suami dari seorang istri, Ayah dari dua orang putri dan eyang dari tiga orang putu (update). Saat ini bekerja sebagai profesional pada sebuah perusahaan swasta nasional yang bergerak dibidang pengusahaan hutan.

Mungkin Anda Tertarik

50 Tanggapan

  1. Sugeng says:

    Ditempatku koq gak ada ya mas, credit union. Tapi kalau koperasi simpan pinjem berserakan di Bali 😆

    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

  2. Endi says:

    Feednya dah bagus Om, kemarin ngambilnya yang default feed, makanya jadi ga bisa kebaca, sekarang ngambil yang feedburner, lancar.

    Mengenai ini, mudah-mudahan aja kedepannya CU ini bisa selalu aman dan terpercaya Om, kita tahukan mengenai beberapa kejadian terkait Koperasi Simpan Pinjam di negeri ini.

  3. Ngai says:

    aku baru tau ttg credit union nih..

    semoga credit union dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat umum, tanpa harus membedakan suku dan agama.

    selamat pagi minggu, om die.. 🙂

  4. TuSuda says:

    bila prinsipnya sama seperti lembaga koperasi, tentunya bisa diikuti oleh semua kalangan yg berminat meningkatkan kerjasama perekonomian daerah setempat…

  5. wah mas,saya gak paham beginian maklum masih kuliah jadi masih nampung dari ortu hehe,tapi lumayan buat wawasan kedepan 🙂

  6. Citro Mduro says:

    Membangun ekonomi rakyat dengan kebersamaan tentu akan lebih efektiv asal selalu konsekuen dengan prinsip kerja dasarnya

    • Aldy says:

      CU saat ini masih bisa dikatakan bersih dan konsekwen dengan prinsip, entahlah dikemudian hari. Semoga saja tetap seperti sekarang…

  7. bang IJAM says:

    Walaupun saya belum pernah menjadi nasabah CU tapi berdasarkan fakta dari teman2 CU sangat membantu untuk meningkatkan taraf hidup nasabahnya.

  8. Djawa says:

    di tempatku juga ga ada hehe., malah aku baru mendengar tentang ini.
    oia btw themenya keren mas., buatan sendiri.,?

  9. dhenycahyoe says:

    kredit union saya masih belum paham Om, tapi kalau kredit KPR rumah saya tahu,karena rumah saya mecicil terus, eh keliru mencilil, hehehe…

  10. Prit Essay Potret says:

    saya masih belum begitu ngeh tentang credit union ini Om..
    kl disini mungkin ada juga sih, cuma belum begitu terkenal seperti halnya dengan koperasi atau bank keliling.heheheh

    • Aldy says:

      Priit,
      Di Pulau Jawa, memang tidak sepesat di kalimantan. Mungkin CU bolehlah dijadikan pengganti bank keliling 😀

  11. rismaka EA says:

    Wah ga pernah dengan credit union mas. Mungkin karena saya di Jawa.

    BTW pas saya ke kalsel beberapa minggu yang lalu, saya tidak pernah menjumpai retail seperti Indomaret atau alfamart. Apakah memang di wilayah kalimantan peraturan masuknya usaha dari luar kalimantan memang dipersulit ya mas?

    Terus apakah usaha lain seperti halnya credit union yang dari luar kalimantan ada di wilayah kalimantan?

    • Aldy says:

      Dijawa juga ada CU mas, ini saya ketahui dari beberapa pengurus yang saya kenal.
      Kalsel dan Kalteng, menerapkan kebijakan (sampai saat ini) para raksasa retail tersebut dilarang masuk dengan alasan mematikan usaha masyarakat.
      Selain Creadit Union, dikalimantan ada juga tumbuh koperasi simpan pinjam yang lain, Koperasi Unit Desa pun tumbuh dengan baik.

  12. marsudiyanto says:

    Mas Aldy wis masuk dadi member opo durung?

  13. Dwi says:

    kadang anggapan yang berkembang di masyarakat akan lebih mewakili citra suatu perusahaan, walaupun sebenarnya anggapan tersebut belum tentu benar. ditempat saya sepertinya tidak ada CU.

    • Aldy says:

      Sampai sejauh ini, saya belum mendengar adanya CU yang mengemplang uang anggotanya. Karena uang anggota pun dijamin keberadaannya oleh Badan yang lebih tinggi. Seperti reasuransi.

  14. Yudhi Hendro says:

    Untuk urusan simpan pinjam atau kredit, CU lebih memikat masyarakat dibanding lembaga keuangan lainnya, seperti perbankan karena prosedurnya yang tidak berliku-liku. Selain itu, CU memiliki segmen pasar yang khas, yaitu masyarakat yang belum familiar dengan dunia perbankan.
    Kelebihan lain, hubungan antara lembaga pemberi pinjaman dengan nasabah tidak sekadar urusan business as usual, tapi juga berupa kedekatan emosional.
    Selain di Kalbar, CU juga berkembang pesat di Sumut.

  15. Yudhi Hendro says:

    Dibandingkan lembaga perbankan lainnya, CU memiliki kelebihan :
    1. Prosedur simpan pinjam CU tidak berliku-liku alias lebih simpel.
    2. Ada keterikatan emosi antara peminjam dengan lembaga peminjam. Jadi hubungan tidak hanya bersifat bussines as usual.
    3. Pangsa pasar CU adalah kalangan masyarakat yang belum begitu familiar dengan dunia perbankan.