Goodreturn, Keling Kumang dan Para Tukang Janji.

Kemarin aku kedatangan tamu dari rekan-rekan yang bekerja di lembaga Credit Union Keling Kumang, sebuah lembaga keuangan yang berbasis kerakyatan yang sedang mengalami kemajuan yang sangat pesat. Kedatangan mereka dalam rangka survey potensi alam tergantikan untuk penerangan (listrik) dan yang menarik, kedatangan tersebut disertai seorang tamu dari GoodReturn Australia, seorang wanita muda yang sangat energik dan penuh senyum bernama Monique Alfris.

Mereka mencari informasi bantuan yang sudah diberikan oleh perusahaan-perusahaan terdekat kepada masyarakat sekitar, cuma sayangnya, karena terkait aturan ditempat aku bekerja, informasi yang dapat disampaikan hanya berbentuk informasi informal dan mungkin saja kurang akurat, karena data yang diberikan terbatas pada yang aku ketahui saja.

Kedatangan mereka, terutama Monique, membuat aku malu hati. Pada saat orang-orang terhormat negeri ini sibuk merundingkan kenaikan harga minyak, disaat para mahasiswa dan element masyarakat berdemonstrasi, disaat para wartawan dipentungi dan para aparat keamanan jungkir balik mengamankan aksi demo, mereka justru datang tanpa suara menawarkan bantuan kepada masyarakat terbelakang, bantuan penerangan dengan moda pinjaman yang sangat murah.

Aku salut dengan managemen Credit Union Keling Kumang, selain memberdayakan diri sebagai lembaga keuangan yang berbasiskan kemasyarakatan, mereka juga selalu mencari cara untuk membantu masyarakat kecil mengembangkan diri dan bertumbuh kembang dengan kemampuan masyarakat itu sendiri, sementara Keling Kumang hanya sebagai stimulus dengan menyediakan dana pinjaman dengan bunga yang terjangkau dan prosedur pinjaman yang mudah. (aku tidak membicarakan aspek bisnis, walaupun kegiatan ini tidak terlepas dari kebijakan managemen Keling Kumang dalam upaya menghadapi persaingan yang semakin ketat dengan lembaga yang sejenis).

Aku berharap, survey ini membuahkan hasil yang baik, agar orang-orang yang selama ini berteriak demi kepentingan masyarakat kecil membuka matanya dan tidak terlelap dalam tidur panjang, agar mereka sadar, kampanye mereka hanya isapan jempol belaka. Keberhasilan ini semoga bisa menjadi pemicu semakin bergeraknya ekonomi masyarakat pedalaman dan kerinduan mereka mendapatkan penerangan dengan harga murah bisa terpenuhi. Karena jika selama ini masyarakat sekitar terlalu bergantung kepada bantuan dari perusahaan terdekat, justru akan melahirkan sikap manja yang akan menyulitkan mereka sendiri dikemudian hari dan mendapatkan listrik dari perusahaan negera masih terbatas pada rencana.

Ini sangat kontras dengan kondisi hari-hari terakhir di Negeri ini, keributan antara aparat keamanan dan para demonstran, para anggota dewan yang sibuk merundingkan kenaikan harga BBM yang kemudian melahirkan keputusan banci, keresahan kaum ibu tentang semakin mahalnya biasa hidup, merekan justru datang diam-diam (dengan maksud baik; tentunya), melakukan survey kelayakan yang justru menyentuh langsung kepentingan masyarakat bawah.

Pertanyaannya, mengapa justru mereka? mengapa bukan orang-orang terpilih? Tapi biarlah, yang sedang ribut silahkan lanjutkan keributanya, yang koar-koar untuk kepentingan rakyat silahkan beli pengeras suara baru, karena masyarakat mulai tutup telinga, dan aku berharap bisa memberikan dukungan kepada program yang digagas oleh Keling Kumang dengan bantuan dari GoodReturn walaupun bantuan tersebut mungkin tidak berguna. Adakah program-program lain yang akan menyusul dan dari lembaga yang berbeda? Hallo Credit Union kalbar yang lain? apa kabar anda dihari yang panas ini?

Aldy M. Aripin

Seorang suami dari seorang istri, Ayah dari dua orang putri dan eyang dari dua orang putu. Saat ini bekerja sebagai profesional pada sebuah perusahaan swasta nasional yang bergerak dibidang pengusahaan hutan.

Mungkin Anda Tertarik

34 Tanggapan

  1. Djangkies says:

    itulah yang saya salut dari program-program independent seperti itu, upaya memeluk rakyat kecil dengan sangat mempertimbangkan teknologi ramah lingkungan. Sementara orang sendiri justru menjarah lingkungan

    • Aldy says:

      🙁 sampeyan benar mas, orang-orang kita justru merusak lingkungan sendiri, tapi lembaga-lembaga seperti ini justru mencoba menjaganya.

  2. Kaget says:

    Saya ngga heran, sejak reformasi sepertinya negara kita lebih sering diurus negara lain ketimbang penguasa sendiri. Melakukan hal terbaik padahal bukan negeri sendiri