6 Bahaya Rokok Yang Jarang Di Ekspose

Ilustrasi bahaya rokok yang jarang diekspose | kompas.com

Ilustrasi bahaya rokok yang jarang diekspose | kompas.com

Merokok berbahaya bagi kesehatan bahkan dapat menyebabkan kematian, reklame bahaya merokok berada disekeliling perokok dan non perokok, bahkan di bungkus rokok pun terdapat iklan bahaya merokok.  Tapi sebenarnya ada hal lain, yang selama ini luput dari reklame bahaya rokok, yakni akibat tidak langsung bahaya merokok, bukan untuk non perokok tetapi justru bagi perokok itu sendiri.

Berikut ini bahaya lain yang dapat ditimbulkan karena merokok.

Bahaya merokok, istri minta cerai.

Seorang istri di UEA meminta cerai atau tepatnya melayangkan gugatan cerai karena sang suami kabarnya tidak mau berhenti merokok.  Pengadilan agama setempat sudah berupaya melakukan mediasi tetapi sepertinya sang permaisuri tetap meminta cerai.  Mungkin si istri sudah bosan karena sang suami tak lagi perkasa karena kebanyakan merokok atau sudah eneg mencium bau rokok sang suami.  Saya belum pernah mengalaminya, tetapi kalau hanya sekedar diomel oleh permaisuri sudah menjadi kebiasaan, entahlah beberapa waktu kedepan, walau saya percaya hal ini tidak terjadi, tapi saya sudah memikirkannya untuk segera meninggalkan kekasih saya yang namanya rokok.

Bahaya merokok ditengah pesta.

Di Manado, seorang peserta pesta harus meregang nyawa karena ogah ditegur peserta lain, karena kedapatan merokok sambil berjoget ditengah pesta ulang tahun.  Kejadian bermula ketika korban yang tengah teler berjoget sambil mengisap rokok, pejoget lain melihat lantas menegur korban, karena tidak terima terjadi adu urat leher sampai terjadi adu pukul.  Teman-teman pengenur melihat temannya berkelahi langsung melakukan pengeroyokan, bahkan ada diantaranya yang mengeluarkan sajam dan menikam perut dan dada korban, tidak cukup satu orang, seorang teman penegur yang lain juga ikut menikam betis korban yang akhirnya mengakibatkan korban tewas seketika di tempat kejadian.  Saya pernah mengalaminya, tetapi sudah lama terjadi.  Ada rasa ketersinggungan karena ditegur didepan orang ramai, walau salah kadang rasa ego sebagai perokok muncul, apalagi jika dikawasan tersebut tidak ada larangan merokok, bagusnya ketika itu ada orang yang saya segani segera menghampiri dan membawa saya menjauhi orang yang menegur, jika tidak jadian seperti cerita diatas mungkin saja terjadi.

Bahaya Merokok diruang ganti.

Bola,net mengabarkan, Karir Wojciech Szczesny, salah seorang pesepakbola (kipar) milik klub sepakbola Arsenal menjadi terancam karena ketahuan sang pelatih merokok diruang ganti setelah timnya kalah dari  0-2 dari Southampton di St Mary, walaupun tidak dipecat dan hanya dikenakan sangsi denda kerena sudah melanggar disiplin dari Arsenal, tetapi nyatanya sang pelatih (penentu hidup matinya pemain dilapangan karena kekuasaan menentukan pemain yang diturunkan), telah mulai kasak-kusuk mencari kipar yang pantas untuk dijadikan kipar utama Arsenal.  (bagi seorang pemain sepak bola, apalah artinya gaji dan nama besar jika tidak pernah diturunkan dalam sebuah pertandingan, menjadi cadangan saja sudah bikin nafas sesak apalagi kalau sampai dipeti es-kan).  Yang bukan atlit professional pasti tidak pernah merasakan suasana diruang ganti dan sebaiknya tidak dilakukan, terserah mau atlit professional maupun amatir pantangan ini sebaiknya tidak dilanggar.

Bahaya Merokok didalam mobil (sambil nyetir sendiri)

Viva co.id, memberitakan seorang pria di Kota Aurora, Colorado, USA terlindas mobilnya sendiri gara-gara merokok dalam mobil sambil menyetir.  Kok bisa? Saat itu si pri malang sedang menyetir di jalan tol, pada saat hendak membuang puntung rokok, ternyata puntung rokok yang hendak dibuang memantul dan mengenai pakaian yang dikenakan.  Dia menepikan mobilnya dan mengibas-ngibas puntung rokok yang mulai membakar pakaiannya.  Ternyata, ketika turun dari mobil (mungkin sedikit tergesa), dia lupa memasang rem tangan, sehingga mobil bergerak mundur dan pintu yang terbuka mengenai si pria yang kemudian terjatuh dan apes kepalanya tepat berada dibelakang roda depan.  Malang tak dapat ditolak, mujur dapat diraih, kepala si pria terlindas ban.  Beruntung Tuhan masih memberikannya kesempatan hidup, karena setelah dirawat, dokter menyatakan kemungkinan besar si pria selamat.  Sayapun belum pernah mengalaminya, karena selama ini hanya menggunakan angkutan umum dan berusaha sekuat mungkin tidak merokok walaupun tidak ada tulisan larangan merokok.  Etika memaksa saya untuk tidak merokok di kendaraan umum.

Bahaya Rokok, membuat gelap mata.

Sindonews mewartakan, seorang pedagang telelpon seluler second di Semarang, mengalami kerugian cukup besar karena 12 buah telepon genggam dagangannya dijarah segerombolan pemuda tak dikenal hanya karena tidak memberi rokok kepada gerombolan pemuda penjarah.  Penjarahan bermula ketika segerombolan pemuda tersebut meminta rokok, tetapi karena dagangannya belum laku permintaan tersebut tidak dipenuhi, gerombolan yang diduga sudah dipengaruhi minuman keras tersebut menjadi kalap dan akhirnya menjarah dagangan.  Sampai sejauh ini belum sampai gelap mata karena urusan rokok, karena kebetulan saat ini selalu membeli minimal 1 slop, jadi kemungkinan habis dalam kondisi terpepet dan menyebabkan gelap mata bisa dihindari.

Bahaya Rokok, mengundang kejahatan Geng Motor mungkin juga para Begal.

Seorang remaja berusian 16 tahun menjadi korban keganasan geng Motor Brigez di Subang, Jawa Barat.  Selain menjadi korban bacokan, motor korban juga dibakar.

Insiden bermula ketika jagoan kita membeli rokok ditempat nangkring anak muda Subang di Wisma Karya, setelah membeli rokok sekelompok geng motor memelototi si jagoan, melihat gelagat yang tidak bersahabat jagoan kita mencoba menyelamatkan diri, tapi dikejar oleh gerombolan geng motor, ketika masih berada diatas motor jagoan kita dibacok dan membuatnya tersungkur, akibatnya kepala luka parah dan jemari nyaris putus, tidak cukup sampai disitu, motor korbanpun dibakar.  Tidak menutup kemungkinan jika saat itu korban bertemu para begal, korbanpun menjadi pembegalan.  Logika perokok kadang aneh, belasan tahun yang lalu, saya pernah kehabisan rokok ditengah malam, bukannya menahan sampai besok pagi, tetapi malah berupaya mencari juga ditengah malam buta.  Saat itu kondisi ditempat saya tegolong aman, entahlah diwaktu sekarang.  Kewaspadaan menjadi berkurang karena keinginan merokok yang menggebu sementara rokok sudah habis.

Inilah bahaya lain merokok yang jarang mendapat publikasi secara intensif, selain bahaya yang memang sudah terbuksi secara klinis, ada bahaya-bahaya lain mengintai yang umumnya tidak disadari oleh perokok.

Bahaya jenis ini tidak menghinggapi semua perokok tetapi tidak menutup peluang terjadi kepada sebagian besar perokok dan akibatnya jauh lebih berbahaya dari penggunaan rokok secara pribadi.

Adab dan kesantunan serta kewaspadaan harus menjadi perhatian khusus para perokok, khususnya yang masih enggan berhenti dengan berbagai alasan (including me).  Janganlah beralasan bahwa rokok merupakan hak asasi seseorang, lebih baik tunjukan rasa tenggang rasa sebagai perokok terhadap orang lain.

Saya sendiri merokok, tulisan ini bukanlah dalam rangka mengajari atau menggurui perokok lain, tapi lebih kepada pengingat kepada sesama perokok.  Semoga bermanfaat dan menjadi pelajaran bersama.
Notes :  Tulisan ini sebelumnya pernah dimuat di Kompasiana dengan penulis yang sama.

Aldy M. Aripin

Seorang suami dari seorang istri, Ayah dari dua orang putri dan eyang dari dua orang putu. Saat ini bekerja sebagai profesional pada sebuah perusahaan swasta nasional yang bergerak dibidang pengusahaan hutan.

Mungkin Anda Tertarik