Antara bodoh dan pintar

Pernahkah anda,
memikirkan mengapa yang bodoh selalu dianggap kalah oleh yang pintar?, karena pintar menang satu huruf!(?).

Pernahkah anda,
dikatakan/dicaci dengan kata “bodoh!”?.

Pernahkah anda,
dipuji/disanjung dengan kata “pintarrrrr…”?.

Perhatikan, cara pengucapannya saja sudah berbeda (jangan lihat di KBBI dalam jaring atau ke kamus online).
Bodoh diucapkan dengan ketus, nyaring dan disertai dengan perasaan jengkel.
Pintar diucapkan dengan memanjangkan/menggetarkan bunyi “r” disertai dengan wajah yang ceria serta senyum sumringah.

Apa maknanya?
Sadar atau tidak kita selalu menanamkan rasa tidak suka kepada si bodoh dan disisi lain kita selalu membanggakan kepintaran.

Apa implikasinya?
Tidak selamanya bodoh tidak bisa berbuat apa-apa, demikian juga dengan pintar. Bodoh dalam pandangan dan lingkup yang lebih luas bisa bermakna pintar dalam pandangan dan lingkup yang lebih kecil.

Contoh kasus :
Tukang tempe dan tukang tahu,
tukang tahu dianggap bodoh oleh tukang tempe, hanya karena tidak pandai membuat tempe. Hukum ini berlaku sebaliknya.
(Jangan pertanyakan realitasnya, anggap saja kenyataannya seperti contoh :mrgreen: ).

Apa yang bisa kita tangkap dari contoh diatas?,
tidak berkeberatan berbagi pendapat? monggo, kolom komentar masih kosong.

Aldy M. Aripin

Seorang suami dari seorang istri, Ayah dari dua orang putri dan eyang dari tiga orang putu (update). Saat ini bekerja sebagai profesional pada sebuah perusahaan swasta nasional yang bergerak dibidang pengusahaan hutan.

Mungkin Anda Tertarik

91 Tanggapan

  1. rismaka says:

    Terkadang kata ‘pintar’ diucapkan oleh seseorang untuk membodoh-bodohi orang lain. Sehingga tidak ada jaminan pemakaian kata ‘pintar’ adalah untuk memuji.

    Sebaliknya, kata ‘bodoh’, bila diucapkan oleh seseorang yang menyayangi kita, itu adalah sebuah perhatian, karena ia menginginkan kita tidak bodoh.

  2. Rudy Azhar says:

    hemmmm… saya kok jadi bodoh-bodoh pintar ya? 🙁
    kalau saya nggak mau dibilang & mengucapkan kata bodoh Mas, ntar jadi betul-betul bodoh bisa berabe..wkwkwkwkwkwkkk…. 😀

  3. fitrimelinda says:

    setiap kita mempunyai kelebihan dan kekurangan dibidang masing2.. 🙂

  4. andipeace says:

    pintar dan bodoh bagi saya sama aja.lebih baik cerdas daripada pintar.
    pintar : dibilang pintar karena lebih tau / mengerti duluan tentang sesuatu hal daripada bodoh. jadi bodoh juga bisa dikatakan intar apabila sudah mengetahui / mengerti tentang sesuatu hal tersebut.

    salam adem ayem

  5. marsudiyanto says:

    Orang bodoh itu nggak ada.
    Yang ada adalah orang biasa yg kebetulan ada di komunitas orang nggak bodoh…

    Demikian juga dengan orang pinter.
    Orang pinter itu nggak ada.
    Yang ada adalah orang biasa yg kebetulan ada di komunitas orang nggak pinter…

  6. achoey says:

    Kita adalah orang2 pintar untuk sesuatu, dan bodoh untuk yg lain. Hehehehe

  7. ardianzzz says:

    Hehe, saya sendiri tidak ambil pusing Pak Aldy… Bahkan kata “pintar” yang diucapkan seseorangpun erkadang terdengar sangat-sangat menyebalkan…

    Entahlah, saya pernah menjumpai, “Kalau Emas kan memang master…” kira-kira seperti itu, emang saya ini hardis? hahaha…

  8. Ferdinand says:

    Wah bener Sob….. belum tentu yg bodoh kalah dari yg pinter…… karna tiap orang pasti punya kebodohan (aku juga)…. jadi mending saling melengkapi deh..

    lagian mungkin faktor tempat berpengaruh hhe. klo kita ada di kampung tempe masa iya kita belajar bikin tahu ya ga Sob…

    maaf nie aku telat.. Semangat N sukses slalu!!!

  9. indam says:

    setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan, anggap seorang pesepak bola. yah dia pandai bermain sepak bola, tapi jika dia(pemain sepakbola) disuruh ngerancang website?

  10. julie says:

    tak semua kebodohan karena rasa malas
    misalnya inteligensi
    hehhe

  11. julie says:

    menurutku,
    orang lebih bisa membuat makanan, orang lebih bisa menyulam, orang lebih bisa menata rumah itu bukanlah sebuah kepintaran namun lebih kepada skill dan latihan.

    kalo masalah pintar dan bodoh teteeep buatku adalah masalah inteligensi
    begitu mas 😀

  12. ekopras says:

    membaca tulisannya pak Aldy, saya jadi merasa bodoh nih

  13. Epenkah says:

    pintar di satu sisi namun bodoh di sisi lain agar manusia saling membutuhkan.. (nyambung gak sih?!) 😀

  14. Fadly Muin says:

    jika kita merujuk pada substansialnya. Bodoh berarti kurangnya atau terbatasnya pengetahuan pada bidang tertentu. sedangkan pintar sebaliknya lebih atau cukupnya pengetahuan akan sesuatu bidang.

    disini saya menangkap unsur filosofinya mas Aldy. siapa yang merasa Bodoh dalam arti merasa selalu terbatas pengetahuannya, maka ia berpeluang untuk menjadi orang yang pintar.

    hukum sebaliknya, siapa yang beranggapan dirinya pintar, akan berpeluang untuk menjadi orang bodoh.

    so..
    Memegang Pemahaman seperti itu, membuka peluang yang sangat luas untuk mawas diri dalam sesuatu hal..

    *Tulisannya keren nih mas Aldy

  15. julicavero says:

    pak aldy, konon katanya begini, orang pintar kalah ama orang lihai sedangkan orang lihai pastinya masih kalah dengan orang yg beruntung….mmh…gimana pak aldy setuju ga? 🙂

    • Aldy says:

      Pintar kalah sama lihay, lihay kalah dengan keberuntungan?
      Tergantung, pintar dan lihay lebih seimbang, bisa saling mengalahkan, tapi keberuntungan menangnya hanya satu kali, berikutnya tinggal kekalahan.