Cinta tanpa pamrih? I’m not sure…

Kamu Bahasa Indonesia Dalam Jaring, mendefinisikan :

pam.rih
[n] maksud yg tersembunyi dl memenuhi keinginan untuk memperoleh keuntungan pribadi: mereka berjuang tanpa —

“Kalau cinta ya cinta, jangan ada embel-embel, karena cinta yang disertai dengan embel-embel adalah cinta dengan pamrih, cinta sejati tidak mengenal pamrih…”

Luar biasa, jika ada orang yang mencintai seperti itu, aku akan menjujungkan ke awan dan kemudian dijatuhkan agar dia sadar bahwa yang ada dibenaknya hanyalah ilusi ditengah hari bolong.

Cinta tanpa pamrih? aku tidak yakin mahluk yang satu ini masih hidup. Atau mungkin kata-kata ini hanya hiasan bibir saja. Disaat ini, semua perbuatan pasti disertai dengan maksud-maksud tertentu walaupun tidak harus untuk kepentingan pribadi.

Ketika anda mencintai seseorang, pasti anda mengharapkan orang yang dicintai rela melakukan apa saja yang inginkan (atau, rela melakukan apa saja untuk orang yang dicintai; dua kalimat ini memiliki makna yang bertolak belakang). Ketika suatu saat sang cinta melakukan kesalahan, wajah sewot, manyun, pasang muka jelek dan beberapa ekspresi lainnya. Jika benar cinta tanpa pamrih/ikhlas, wajah-wajah tidak menyenangkan tersebut tidak pernah ada. Ini salah satu bukti, cinta mengandung pamrih.

Ada banyak contoh disekeliling kita, ketika mengikrarkan janji dihadapan penghulu, pastur atau orang yang bisa mengesahkan perkawinan, ikrar diucapkan seakan-akan hanya Tuhan-lah yang bisa memisahkan. Bahkan ada yang bertidak over dosis, dosa berjibun tetapi mengucapkan ijab kabul di Tanah Suci, setahun kemudian berpisah seraya saling mencerca didepan khalayak. Edan!!!

Jujur, aku sulit mendefinisikan cinta non-pamrih dalam kehidupan sehari-hari. Kalau cuma omong kosong sih bisa, bahkan keliling dunia dengan bualan cinta tanpa pamrih aku juga sanggup. :mrgreen:

Ada yang bisa membantu?

Pembahasan hanya ini terbatas pada hubungan personal antara mahluk yang berjenis kelamin laki-laki dan perempun, mohon jangan diperlebar ke masalah lainnya agar tidak terjadi salah persepsi.
Clue : Ops…hati-hati, jangan terpancing dengan isi postingan.

  Copyright secured by Digiprove © 2010 Aldy Markopiola

Aldy M. Aripin

Seorang suami dari seorang istri, Ayah dari dua orang putri dan eyang dari dua orang putu. Saat ini bekerja sebagai profesional pada sebuah perusahaan swasta nasional yang bergerak dibidang pengusahaan hutan.

Mungkin Anda Tertarik

56 Tanggapan

  1. JhezeR says:

    cinta tanpa pamrih…. mgkn hanya saya lakukan buat keluarga aja sekarang Mas 🙂

  2. iskandaria says:

    Gampang aja kalo mau membuktikan apakah kita mencintai tanpa pamrih ato enggak. Contohnya ya kayak yang Pak Aldy tulis di atas.

    Bagi saya, rasanya mustahil bisa mencintai tanpa pamrih. Nah, kalo mencintai tanpa harus memiliki saya rasa masih bisa. Tapi apakah ada yang sanggup ya.

  3. Cahya says:

    Entahlah…., memang cinta itu apa ya… :D.

  4. Mungkin dari 1000 orang, hanya ada 10 orang yang punya cinta tanpa pamrih ya :p