Credit Union, bantuan keuangan masyarakat kecil

Mungkin banyak rekan blogger, asing dengan istilah Credit Union dan mungkin saja penggunaan istilah ini hanya ada di area Kalimantan.  Pada intinya Credit Union sama dengan Koperasi Simpan Pinjam (izin pendirian Credit Union dikeluarkan oleh Departemen Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dengan nama Koperasi Simpan Pinjam). 

Dikalangan masyarakat pedalaman Kalimantan Barat, Credit Union sangat dikenal, dengan menjadi anggota, membayar iuran keanggotaan (simpanan wajib) dan simpanan sukarela (menjadi simpanan yang diperhitungkan pada saat mengajukan pinjaman), mengikuti pendidikan serta memiliki tabungan dalam jumlah tertentu, anggota dapat meminjam sampai 200% dari jumlah simpanan.

Yang menarik, proses simpan pinjam di organisasi ini berlangsung dengan cara yang mudah.  Untuk mendapatkan pinjaman, selain menjadi anggota, cukup mengisi formulir pengajuan pinjaman, surat pernyataan dengan dua orang saksi (saksi harus anggota) dan pilihan angsuran.  Pilihan angsuran meliputi lama jangka waktu angsuran dan jenis bunga pinjaman. 

Jenis bunga pinjaman ada dua, 1.5% dari pokok pinjaman dan fixed (tetap) atau 2% menurun. Yang dimaksud 2% menurun, nilai 2% dihitung dari sisa pinjaman pokok yang diangsur setiap bulannya.  Apabila jumlah pinjaman lebih dari 200% jumlah simpanan, harus disertai dengan jaminan.  Jika persyaratan lengkap, prosesnya tidak lebih dari 2 jam.

Pinjaman biasanya berupa pinjaman konsumtif dan pinjaman investasi.  Uniknya, pinjaman investasi tidak berupa dana tunai yang diserahkan kepada peminjam, tetapi pinjaman yang diberikan tersebut disertakan kembali sebagai penyertaan modal (simpanan sukarela). Tingkat bunga investasi cukup menarik bahkan lebih tinggi dari bunga deposito perbankan. 

Jangan membayangkan lembaga ini seperti Koperasi Unit Desa kebanyakan, pengelolaan keuangannya sudah mengadopsi gaya modern.  Komputerisasi merupakan hal yang biasa.  Pada level tertentu persyaratan menjadi pengurus haruslah sarjana yang memiliki kompetensi dibidangnya.  Dengan pendapatan yang memadai.

Resiko Credit Union ditutup? semua usaha selalu memiliki resiko, untuk mengurangi resiko tersebut Credit Union memiliki lembaga penjamin.  Adakah jaminan lainnya? ada, seperti bantuan berobat, bantuan biaya melahirkan dan pembebasan ahli waris dari sisa kredit. (yang hidup menolong yang mati, yang mati menolong yang hidup).

Berikut ini, beberapa Credit Union yang ada di Kalimantan Barat.

  1. Pancur Kasih, berkedudukan di Pontianak dan merupakan Credit Union yang terbesar dari sisi modal.
  2. Lantang Tipo, berkedudukan di Manis Raya, Parindu Kabupaten Sanggau, ini adalah Credit Union tertua.
  3. Semarong, berkedudukan di Sanggau.
  4. Puyang Gana, berkedudukan di Sintang.
  5. Agape, berdudukan di Melawi.
  6. Bima dan satu lagi Keling Kumang yang berkedudukan di Kabupaten Sekadau.

Mungkin ada CU lain yang belum saya ketahui.

Ini bukan promosi atau iklan terselubung, tetapi hanya sekelumit pengalaman menjadi Anggota Credit Union Agape di Melawi.  Happy Blogging.

Aldy M. Aripin

Seorang suami dari seorang istri, Ayah dari dua orang putri dan eyang dari dua orang putu. Saat ini bekerja sebagai profesional pada sebuah perusahaan swasta nasional yang bergerak dibidang pengusahaan hutan.

Mungkin Anda Tertarik

91 Tanggapan

  1. Vulkanis says:

    Yang tahu saya cuma Kredit dari BRI aja Mas..yang itu GoTiaw tanpa agunan..he..he..

  2. Epenkah says:

    sangat bagus ya mas Aldy. Saya kurang tahu apakah lembaga seperti ini ada juga ditempat lain, yg jelas sangat membantu masyarakat. Btw, boleh nitip proposal pinjaman gak mas? lagi butuh nih 😀

  3. agudjudah says:

    credit union sangat familiar di kalbar, kalau mau tahu magang saja dech

    • Aldy says:

      Kalau magang harus ada persyaratan yang dilengkap. Kalau mau lebih mantap lagi menjadi karyawan CU. Beberapa waktu yang lalu ada CU yang mencari tambahan karyawan, tentunya harus lolos kriteria yang dipersyaratkan 😀

  4. agudjudah says:

    kalau dah ngerti buat proposal berarti dah ngerti tuch SOP suatu lembaga?

    • Aldy says:

      Iya bro, sepertinya agak aneh ngerti proposal tetapi tidak tahu standar operasional prosedur, karena pasti terkandung didalamnya.

  5. Joseph E. fauzi says:

    Masalah nya banyak masyarakat kurang informasi tentang Credit Union ,, kurang sosialisasi ke masyarakat .. Tugas nya siapa ?

    • Aldy says:

      Mas Yoseph,
      sepengetahuan saya, setiap CU memiliki petugas yang disebut dengan kolektor, salah satu tugas dari kolektor, selain mengumpulkan setoran dan menjembatani keperluan anggota juga melakukan sosialisasi terbatas (dari mulut ke mulut), tetapi ada juga CU yang sudah beriklan di radio, selain brosur-brosur yang disebarkan.
      Saya tidak tahu CU diluar kalimantan, yang saya tahu CU berkembang pesat hanya di Kalimantan. itulah sebabnya kenapa CU dulunya popular hanya untuk kalangan masyarakat pedalaman (dayak), tetapi sekarang sudah ada CU yang membuat simpanan khusus naik haji.

      Salah satu CU yang saya amati perkembangannya sangat pesat di Kalbar adalah Keling Kumang yang berkedudukan disekadau.

  6. Joseph E. fauzi says:

    Memang pak Aldy, yang berkembang pesat, memang di KalBar. Mungkin juga sejarah nya disana, jadi masyarakat disana sudah TRUST. Kalo di Jatim ini yg berkembang adalah CU Sawiran, walaupun dicetus oleh Romo Katholik Willy untuk karyawan , akhir nya petani2 disekitar berminat ikut. dan sekarang boleh dikatakan paling besar di JawaTimur. ..
    nah.. saya dapat tugas mendirikan CU utk melayani disekitar lingkungan gereja , dalam rangka membantu program nya keuskupan greja “Pemberdayaan Masyarakat Miskin”, supaya bisa meningkatkan gaya hidup nya. dikota ini CU susah berkembang, krn bnyk godaan yg bersifat komsumtif.. hehe

    • Aldy says:

      Mas Joseph,
      Selamat sebelumnya, wah nggak ngira saya, kalau mas Joseph juga penggiat Credit Union.
      Awalnya CU dikalbar juga menghadapi tantangan kepercayaan mas, banyak masyarakat yang pesimis karena bercermin dengan Koperasi Unit Desa yang selalu gagal.
      Tetapi berkat kegigihan teman-teman dari CU (ach, saya menaruh respek yang luar biasa kepada mereka), akhirnya CU berkembang pesat bahkan jauh meninggalkan Bank Perkreditan Rakyat.
      Kekuatan utama CU yang menonjol adalah kepercayaan dan kebersamaan. Godaan yang bersifat konsumtif juga terjadi disini, dari sekian banyak kredit yang disalurkan terdapat juga kredit yang macet 🙁
      Dulu, paradigma CU hanya untuk Dayak dan Kristen sangat melekat, tetapi sekarang paradigma itu sudah tidak ada lagi, bahkan pengelolaan sekarang sudah menggunakan manajemen modern.

      Mas Joseph, mudah-mudahan CU bisa berkembang di Jatim seperti di Kalimantan.

  7. didik says:

    begini saya nah butuh sekali biaya untuk usaha dan biaya kulian anak kami, sebenarnya nggak terlalu banyak sekitar 10 juta dan gimana cicilannya, ndan kalau disurabaya ada juga saya setuju union kredit itu. dan bisa aku bantuin kerjanya.

  8. rachmad fazari says:

    Bapak, perkenalkan nama saya rachmad.
    Yang ingin saya tanyakan apakah kalau kita
    menyimpan di CU itu, bunga yang saya dapat terkena pajak PPH? atau saat membayar bunga pinjaman, kita dipotong pajak PPh atas bunga?
    berhubung kalau di BPR atau di Koperasi kantor saya dipotong. Terimakasih atas informasinya ya pak…