Aldy M. Aripin

Seorang suami dari seorang istri, Ayah dari dua orang putri dan eyang dari tiga orang putu (update). Saat ini bekerja sebagai profesional pada sebuah perusahaan swasta nasional yang bergerak dibidang pengusahaan hutan.

Mungkin Anda Tertarik

45 Tanggapan

  1. Cahya says:

    Wah…, ada juga yang ikut lagi… 😀

  2. Mamah Aline says:

    wah sebait puisinya lebih pendek lagi dari puisi mas narno…. rekor mas aldy…

  3. aliaz says:

    Terima kasih telah turut mendukung gawe aliazblog. Telah dimasukkan dalam keranjang puisi.

  4. aliaz says:

    Sudah masuk keranjang puisi. Terima kasih 🙂

  5. nakjaDimande says:

    aku ingin diam untuk menandingi puisi ini, tapi tak bisa.. aku tak bisa diam 🙂

  6. ceuceu says:

    kalo isinya cuma titik-titik doang boleh ga ya mas… hehheh…. ( ini puisi terpendek yang saya tau hingga hari ini…. 🙂 )

  7. badruz says:

    ini betul2 pendek mas, mantap. sepi..betul2 sepi dari kata-kata, tapi ramai makna..mantap.

    • Aldy says:

      Yang punya gawe mintanya cuma satu bait kang, mengenai maknanya monggo diterjemahkan dengan situasi setempat.

  8. Gravisware says:

    ada apa dengan diam??

  9. julie says:

    dalam diam selalu tersimpan banyak makna
    semoga menang 😀

  10. narno says:

    bagaimana dengan dua hurufku yang ternyata panjang

  11. narno says:

    akupun masih punya, karena stok itu ………

  12. Siti Fatimah Ahmad says:

    Assalaamu’alaikum

    Ikut terkagum dengan puisi pendek teramat pendek. Bunda sahaja tidak mampu melakukannya. Mas narno adalah pelupornya… Mudahan akan lebih kreatif lagi..

  13. dimasangga says:

    ssstt… diam…

  14. fanny says:

    Diam.

    Zzzzzzzzzzzzzz….

    tidur.

    hehe

    salam kenal. 😀

  15. guskar says:

    puisi di atas menggambarkan mas aldy sedang merenung (utk menulis puisi) di tengah hutan tanpa ada suara chainsaw, bulldozer bahkan suara binatang sekalipun 🙂