Gelar Bangsawan

Wikipedia berbahasa Indonesia mendefiniskan gelar :

Gelar adalah awalan (prefiks) atau akhiran (sufiks) yang ditambahkan pada nama seseorang untuk menandakan penghormatan, jabatan resmi, atau kualifikasi akademis atau profesional.

dan bangsawan :

Bangsawan adalah kelas sosial tertinggi dalam masyarakat pra-modern. Dalam sistem feodal (di Eropa dan sebagainya), bangsawan sebagian besar adalah mereka yang memiliki tanah dari penguasa dan harus bertugas untuknya, terutama dinas militer.

Selain wikipedia, kamus bahasa indonesia dalam jaringan memberikan definisi yang lain, tetapi memiliki arti yang sama.
Kamus Besar Bahasa Indonesia.org menyebutkan,

ge.lar
[n] (1) sebutan kehormatan, kebangsawanan, atau kesarjanaan yg biasanya ditambahkan pada nama orang spt raden, tengku, doktor, sarjana ekonomi; (2) nama tambahan sesudah nikah atau setelah tua (sbg kehormatan): ia diberi — “Sutan” ; (3) sebutan (julukan) yg berhubungan dng keadaan atau tabiat orang; sebutan: krn gendut, ia mendapat — si gendut; ia mendapat — “Srikandi” dr kawan-kawannya

[v] , — wicara acara bincang-bincang di televisi atau radio yg dilakukan dl suatu panel yg terdiri atas beberapa tokoh dan dipandu oleh pembawa acara

dan bangsawan

bang.sa.wan
[n] keturunan orang mulia (terutama raja dan kerabatnya); ningrat; orang berbangsa: meskipun ia anak orang — ia tidak sombong; seorang — muda ingin memperistrinya

Menilik dari dua definisi diatas, secara garis besar dapat ditarik kesimpulan bahwa bangsawan adalah kelompok orang-orang yang terhomat. Dalam kehidupan sehari-hari, kita juga menemukan banyak gelar. Gelar kehormatan, gelar pendidikan [n] , gelar tari, gelar tikar, gelar bicara [v] dan lain sebagainya.

Gelar, mengindikasikan sesuatu yang terhormat?
Tidak semua gelar menunjukan/mengarah kepada sesuatu yang terhormat. Lihat definisi ketiga (3)”sebutan”, bisa berkonotasi tidak baik/kurang bagus. Sebutan/julukan tidak resmi umumnya berlaku diatara teman, sahabat atau keluarga yang memiliki hubungan karib.

Sebutan/julukan tersebut biasanya memiliki hubungan langsung maupun tidak langsung dengan obyek yang mendapat julukan. Kebiasaan memberikan julukan juga berlaku pada lingkungan kerja, para rimbawan umumnya memiliki gelar bangsawan yang berikan semaunya dan berlaku selama masih dalam lingkup kerja yang sama.

Berikut ini, contoh pemberian gelar bangsawan yang berlaku dilokasi kerja narablog.

Gelar Uraian
Kancil Memiliki sifat cerdik, sedikit licik dan suka berpura-pura
Cengir Mulut tidak tertutup rapat, selalu terbuka
Boneng Gigi seri keluar
Brangus Berperawakan gemuk dan hitam
Pak Jenggot Memiliki kumis dan jenggot tebal, rada tidak terawat
Wedok Lelaki berpenampilan rada kemayu
Gombloh Lelaki kurus, perokok berat dan rada bungkuk
Gepeng Lelaki kurus, lusuh dan awut-awutan
Gembel Kurus, lusuh dan sering mengenakan baju yang sobek pada ketiak
Tiung Suka meniru baik maupun buruk, pengekor, penjilat
Gagak Kalau berbicara suaranya nyaring
Semprol Suka melapor kepada atasan, tetapi tidak dicek dulu kebenaran (julukan diberikan tanpa yang bersangkutan pernah tahu)
Kebo Suka berlaku jorok dan tidak teliti (umumnya rekan-rekan driver yang dapat julukan ini)
Serintil Untuk pramusaji yang bertubuh kecil dan imut
Wedus Manusia yang biasanya mandi paling lelet dan malas membersihkan diri

Masih banyak gelar lainnya, ntar kalau ditulis satu persatu perlu sekitar 2000 item (sesuai dengan jumlah karyawan), karena pemberian gelar bersifat unik. Narablog sendiri mendapat gelar bangsawan Dacin (karena berdarah Dayak dan Cina), apa julukan rekan-rekan narablog?

Just kidding and happy blogging.

  Copyright secured by Digiprove © 2010 Aldy Markopiola

Aldy M. Aripin

Seorang suami dari seorang istri, Ayah dari dua orang putri dan eyang dari tiga orang putu (update). Saat ini bekerja sebagai profesional pada sebuah perusahaan swasta nasional yang bergerak dibidang pengusahaan hutan.

Mungkin Anda Tertarik

53 Tanggapan

  1. agung says:

    Nambahin saja,
    Pak Caw = Orang yang jualan nasi kucing “angkringan” di Bekasi hehe 🙂

    • Aldy says:

      He..he..
      gelar yang tidak jelas seperti ini memang mengacu kepada pekerjaan dan kebiasaan masing-masing person.

      • Gus Ikhwan says:

        kalau saya GUS, entah kenapa saya sejak lahir dan kecil sampai menjelma seperti sekarang masih (sering) dipanggil GUS, apa karena keluarga saya mempunyai pondok pesantren dan para santri (putra dan putri) sering memanggil saya denjgan GUS ikhwan?

  2. TuSuda says:

    Ada istilah dalam Bahasa Bali disebut gelar gelur, artinya berisik banget.
    Happy blogging too. Just for sharing together

  3. Epenkah says:

    wakakakkk brarti di tempat kerja mas Aldy komplit bgt modelnya, dari kancil sampe boneng 😀
    Ntar gelar saya dari mas Aldy aja deh, tapi yg artinya bagus ya! 😀

  4. Mang Umarr says:

    wah para karyawan d tempat kerja mas aldi semuanya pada punya gelar.. haha hebat.. 😀

  5. febriy says:

    ada artis namanya Sarah Michelle Gellar… :mrgreen:
    gelarapan…. hheh
    banyak juga itu gelar2 kebangsawanannya… hha
    kirain postingan ini mo bahas para artis indonesia yang banyak dapet gelar kebangsawanan dari kraton solo.. 😆

  6. saya justru tertarik dengan nama domain Anda personfiled : Uniq

  7. ipiems.com says:

    dan
    harapan kami ipiems.com menjadi sebuah brand yang luar biasa baik

  8. sepertinya saya hanya absen saja
    boleh ya Pak

  9. budiarnaya says:

    Heee Bang jadi inget waktu ABG dulu sering kirim-kirim lagu di Radio 🙂 gelar saya COBEK (cowok beken ) 🙂

    • Aldy says:

      He…he…
      Disini ada juga yang punya gelar COBEK, ini karena kebiasaannya jika ada sayur sup selalu dicocor dengan mangkok; cobek=Congor Bebek (*maaf bli…*)

  10. budiarnaya says:

    Nambah dikit Bang…saya mau silaturahmi keluarga baru, silakan ke TKP, dan saya juga mau japri Bang

  11. saenake says:

    hihihi lucu lucu

  12. Jeprie says:

    Saya belum pernah ada yang memberi gelar. Mungkin karena terlalu serius.

    • Aldy says:

      Kalau disini, teman-teman yang model seriusan di gelari “Pantung/patung”, mau mas?

    • Jeprie says:

      Kalau memberi julukan sebaiknya yang bagus. Seperti ada temen yang saya juluki si rapi karena memang bajunya rapi terus.

      • Aldy says:

        He…he… Just Kidding Mas, tapi benar kok ada teman yang dapat julukan ini. Ada juga yang mendapat julukan Mr. Kelimis, karena rambutnya selalu rapi, baru-baru ini (karyawan baru) di Panggil Obama ( 80% mirip Barrack Obama )

    • Jeprie says:

      Jadi inget, dulu waktu SD saya dijuluki dokter. Sayangnya, sekarang ga berlanjut. Ternyata gelarnya malah diambil sama Valentino Rossi.

      • Aldy says:

        Ya ilah sekarang juga sudah dokter, doktor malah. Kan mas Jepri sudah sangat menguasai PhotoShop, jangan lawan si Rossi, nggak bakalan menang kita 🙁

  13. Waktu SMP saya dapat gelar prof (profesor kali), semua temen pada manggil gitu. Dikarenakan saya adalah satu-satunya siswa yang pake’ kacamata. 😀
    sekarang mereka kadang2 pun manggil seperti itu.

  14. fanz says:

    Gelar saya selalu berubah ubah om.. Waktu kecil di panggil cino, artinya cina soalnya mata saya ga timbul. Setelah pake kacamata di panggil prof. 😆

  15. Cahya says:

    Kalau sebanyak itu, saya sendiri tidak akan sanggup menghapalnya, btw, kok banyak tulisan baru yang tidak tampil di feedreader saya ya? Apa ada yang diperbarui?

    • Aldy says:

      Jangan dihapal mas, sepertinya perubahan permalinks menjadi masalah.
      Permalinksnya masih mau dibetulkan mas, masih belum sama dengan yang lama. Anehnya kalau dikembalikan ke yang lama menjadi error.