Guru Dadakan

Menjadi guru sungguh tidak mudah, setidaknya sang guru harus menguasai benar materi yang diajarkan, jika tidak jangan heran jika si guru justru diajar sang murid.

Hari-hari belakangan ini, aku sedang bertugas membimbing rekan-rekan kerja untuk mendalami aplikasi online dari Kementrian Kehutanan. Aku katakan membimbing, karena pola ajarnya lebih banyak bersifat aplikatif langsung ke aplikasi, tutorial hanya disampaikan pada awal pembelajaran dan itupun khusus membahas Peraturan Menteri Kehutanan No. P.55 tahun 2006, yang menjadi pondasi aplikasi yang sedang dipelajari.

Bagusnya, sejak awal sudah ditegaskan bahwa pola pembelajaran bersifat komunikatif, bukan tutorial, sehingga kesan menggurui hampir dikatakan tidak ada. Dan aku sendiri dari awal keberatan menyebut pembelajaran ini sebagai kegiatan Inhouse Trainning dan lebih suka menyebutnya sebagai belajar bersama.

Dan sang waktupun bergulir tanpa terasa, apalagi sikap antusias mereka menerima materi membaut aku makin semangat.
Sejujurnya, aku tidak memiliki dasar-dasar tehnik pengajaran yang baik. Tidak pernah mempelajari ilmu pedagogik. Pengajaran ini hanya berbekal dari pengalaman latihan yang diselenggarakan pada tahun lalu dan kebetulan cukup menguasai aplikasi yang ajarkan.

Semoga saja, setelah sesi ini selesai pada tanggal 29 Februari 2012 (kemungkinan kecil, karena ada dua peserta baru yang belum pernah tahu aplikasi ini sebelumnya), bisa dilanjutkan ke tingkat mahir pada bulan Maret 2012. Peserta yang belum menguasai akan dibimbing secara khusus.

beberapa peserta pelatihan

Sebagian dari rekan-rekan kerja yang ikut dalam pelatihan SIPUHH Online

Aldy M. Aripin

Seorang suami dari seorang istri, Ayah dari dua orang putri dan eyang dari dua orang putu. Saat ini bekerja sebagai profesional pada sebuah perusahaan swasta nasional yang bergerak dibidang pengusahaan hutan.

Mungkin Anda Tertarik

14 Tanggapan

  1. Citro Mduro says:

    Semangat ya om, semoga akan melahirkan tenaga profesional dan akhirnya si om tidak perlu repot mengajar lagi dengan mendadak

  2. TuSuda says:

    Mendapatkan kepercayaan sebagai pengajar khusus sesuai bidang keilmuan yang dikuasai, tentunya sangat menyenangkan sekaligus banyak tantangan.
    Selamat beraktifitas, ya Mas.. 8)

  3. TuSuda says:

    sukses ya..dengan segala aktifitasnya saat ini.
    SALAM hangat dari Kendari.

  4. Fajar says:

    tidak apa apa om..menjadi guru dadakan.. pan pengalaman baru.. he.he.he… tetap semangat..

  5. Darin says:

    Tulisan Pak Aldy sangat mengena banget deh.

    Saya juga pernah mengalami hal tersebut pak. Saya diminta tolong teman untuk mengajarkan cara kerja sebuah software, dan saya iya-iya saja karena menganggap mengajar orang itu mudah, apalagi kalau kita benar2 menguasai bahan yang diajarkan.

    Tapi kenyataannya susah banget hehe, butuh kesabaran ekstra yang kadang malah mengganggu ritme proses belajar. Saya fikir, memang para pengajar/guru itu harus memiliki kecerdasan emosional lebih ya. Tak semua murid setipe dengan pengajarnya, dan daya tangkap mereka pun bervariasi.

    Yoi pak Aldy, lanjut, dan semoga lancar2 ya 🙂

    • Aldy says:

      Kadang kita mengganggap sesuatu yang kita kuasai bisa dengan mudah disampaikan, tapi pada kenyataannya tidak seperti itu. Benar mas, salut dengan guru-guru yang selalu berdedikasi mengajar anak-anak sampai mereka terbentuk menjadi orang yang sesungguhnya.

  6. Cahya says:

    Saya sudah lama tidak masuk kelas dan mengajar, itu menyenangkan, namun memberikan bimbingan juga pasti menyenangkan (kalau memang senang berbagi ilmu tentunya).

  7. applausr says:

    sukses selalu pak… dan selalu berbagi…. semoga muridnya mudah menangkap bahan yang diberikan.

  8. irmarahadian says:

    pak gurunya baik dech….
    dikasih gorengan tuch….:)
    hehehe