Haruskah?

Laki-laki itu duduk lemas dengan wajah kusut, tatapan matanya kosong, fikirannya melayang entah kemana. Dia sedang diterpa cobaan yang berat, orang yang dicintainya dengan sepenuh hati ternyata berpaling kelain hati. Ini bukan kejadian yang pertama, tetapi sudah beberapa kali.

Malam tadi mungkin merupakan malam yang paling berat bagi dia, berita yang diterima melalui telepon genggam itu meluluh lantakan hatinya. Saya hanya bisa menarik nafas panjang, sejak kejadian pertama saya sudah bersuara sangat keras agar dia menceraikan pasangannya, tetapi dia bersikukuh mempertahankan perkawinan tersebut demi anak.

Dan kini kejadian itu berulang kembali. Saya hanya meminta dia segera pulang (kebetulan saya bisa merekomendasikan cutinya), cari kebenaran berita yang diterimanya, jika terbukti benar, tidak perlu berfikir panjang, lebih baik berpisah. Tentunya mengikuti ketentuan yang umumnya berlaku, agar tidak terjadi silang sengketa dibelakang hari.

Sejujurnya kasihan dengan kondisinya, tetapi mau bagaimana lagi. Kesalahan bermula dari sikap penuh toleransi demi kebaikan, tetapi dimanfaatkan oleh pihak lain untuk kesenangan sendiri. Ach… mengapa harus terjadi? begitu rendahkan nilai harga diri dan keimanan, sehingga rela merontokan mahligai rumah tangga demi kenikmatan sesaat?

Ya Allah, jauhkanlah hamba Mu yang hina ini dari perbuatan-perbuatan duniawi yang menyesatkan.

Aldy M. Aripin

Seorang suami dari seorang istri, Ayah dari dua orang putri dan eyang dari dua orang putu. Saat ini bekerja sebagai profesional pada sebuah perusahaan swasta nasional yang bergerak dibidang pengusahaan hutan.

Mungkin Anda Tertarik

55 Tanggapan

  1. julie says:

    setengah tak percaya kalo aku pertamaxx ini

  2. julie says:

    itu yang selingkuh wanitanya kah mas?
    ckckckck

    • Aldy says:

      Iya Mbak, mungkin karena hidup terpisah jauh dari keluarga.

      • julie says:

        aku dulu hidup terpisah dengan suami tapi gak selingkuh koq mas
        malah suamiku yang selingkuh padahal waktu itu belum terpisah
        hehe

        • Aldy says:

          Mbak Julie,
          hidup terpisah seharusnya tidak menjadi alasan untuk selingkuh. Maaf mbak, sudah mengungkit kenangan lama mbak Julie.

  3. dafiDRiau says:

    Kisa nyata y Mas..???

  4. ulan says:

    mungkin lebih baik mendengar cerita dari sisi yang “berselingkuh” dulu sebelum menjudge di pikiran, but its a nice post by the way ^_^

    • julie says:

      setuju dengan ulan
      karena setiap perbuatan pasti ada alasan 🙂

      • Aldy says:

        Mbak Julie tentu ada alasannya, minimal kenikmatan duniawi sesaat 🙁

        • julie says:

          gak selalu mas aldy
          kadang pasangan tak mau saling terbuka
          jadi yang ada cuma salah2an aja

          • Aldy says:

            Mbak Julie,
            keterbukaan antar pasangan memang wajib hukumnya, saya sendiri sudah berpisah dengan keluarga sejak anak saya masuk TK, hanya karena tuntutan pekerjaan sebagai rimbawan. Dan Alhamdullilah, sampai saat ini baik-baik saja. Semoga keadaan ini selalu mendapat lindungan dari Allah SWT.

    • Aldy says:

      Mbak Wulan,
      saya tidak bisa mendengarkan cerita dari pelaku, karena pelaku saat ini berada di Magelang 😀

  5. Cahya says:

    Hmm… kisah de’ javu di lokasi kerja…

    • Aldy says:

      Iya Mas, tapi kejadiannya bukan dilokasi kerja, hanya penderita saja, pelakunya justru berada dikota besar.

  6. dina says:

    salam kenal 🙂 , salah satu badai pernikahan terjadi karena sudah tidak ada kepercayaan satu sama lainnya

    • Aldy says:

      Mbak Dina, Salam kenal.
      selain adanya saling ketidakpercayaan, mungkin jarak yang memisahkan menjadi faktor lainnya.

  7. advertiyha says:

    ikutan menyimak cerita yang apik ini… 🙂
    semoga kita semua dijauhkan dari tangan2 setan yang siap menenggelamkan dalam lembah dosa ya mas…

    salam kenal.. 🙂

  8. Hari Mulya says:

    jangan sampai deh kena musibah seperti itu…

  9. saiful says:

    Sebuah resiko besar hubungan jarak jauh kali ya pak…

  10. budiarnaya says:

    Ketika sang suami sibuk nyari uang buat istri anak , permaisuri sibuk dengan meminum anggur 🙁 apakah ini termasuk KDRT ya ? (penyiksaan bathin)

    • Aldy says:

      Bli Budi,
      Sepertinya tidak tercantum dalam undang-undang tersebut. Karena perzinahan sudah ada dalam KUHP dan merupakan delik aduan.

      • TuSuda says:

        @budiarnaya: iya Bli, bisa jadi termasuk KDRT : “keasyikan dengan rumput tetangga” 😆

        • budiarnaya says:

          Heeee ternyata kita memang jodoh Bli …. Abang jawabnya serius : memang KDRT yang saya maksudkan memang “Keasikan Dengan Rumput Tetangga” maaf Bang Aldy heee 😉

  11. aming says:

    sebuah pernikahan tidak luput dari sebuah cobaan,
    semua kita semua diberikan kesabaran dan kekuatan didalam mempertahankan keutuhan rumah tangga…

    • Aldy says:

      Aming,
      Benar bro, setiap pernikahan selalu disertai dengan cobaan dan rintangan, tetapi seharusnya cobaan dan rintangan tersebut bukan kita yang menciptakannya.

  12. Masda says:

    Semoga kejadian itu nggak menimpa ane, amien… *egois banget gw*

  13. aming says:

    waaa…ketangkep satSPAM yahh….

  14. julicavero says:

    hidup terpisah dari keluarga tidak harus selingkuh kan? pentingnya pertumbuhan iman. semaksimal mungkin janganlah berhubungan jarak jauh

    • Aldy says:

      Julianus,
      idealnya hidup tidak terpisah dari keluarga, tetapi karena tuntutan menafkahi keluarga dengan hasil yang halal, memaksa hidup terpisah dengan keluarga.

  1. 20/08/2010

    […] blog mas aldy isinya juga enak dibaca, kejadian dan fenomena alami yang dikemas dalam tulisan yang […]