Hati-hati…penampilan bisa menipu.

Sebenarnya kejadian ini sudah lama, yaitu bulan November tahun 1998. Sebuah kejadian yang menurut saya lucu dan tidak sepantasnya terjadi.

Saya memiliki kebiasaan memotong rambut dengan model tentara ( cepak ), selain tidak membutuhnya banyak shampo dan perawatan, jika suatu saat saya terburu-buru tanpa disisirpun sudah kelihatan rapi. Entah mengapa setelah berkeluarga saya lebih memilih dengan rambut yang simple. Padahal waktu bujangan dulu saya memilih rambut gondrong sampai sebahu. Bahkan pernah saya menerapkan ramput gondrong didepan, cepak dibelakang.

Pada hari itu saya akan melakukan perjalanan ke Pontianak dan kebetulan menggunakan pesawat udara ( Dirgantara Air Service ) yang hanya memuat 12 penumpang. Pada saat ini menggunakan pesawat udara deari Kota kecil Kabupaten Sintang merupakan sebuah kemewahan dan hanya orang-orang tertentu yang menggunakan pesawat udara. ( bukan karena sok; tetapi keperluan yang super mendesak memaksa saya menggunakan pesawat udara ).

Karena Istri tidak bisa mengantar kebandara, saya meminta bantuan Adik Ipar ( suami adik kandung saya yang perempuan ) yang kebetulan Anggota Kepolisian. Setelah semuanya siap akhirnya saya dan adik berangkat dengan menggunakan kendaraan roda dua ( Motor Bebek Honda Prima ), saya membonceng dibelakang.

Adik kebetulan pada waktu itu menggunakan pakaian dinas, bukan apa-apa kerena dia juga mau berangkat ke kantor. Nah, pada saat memasuki ruang tunggu bandara, setelah check-in kami berpapasan dengan teman-teman dari Anggota Angkatan Bersejata RI, entah bagaimana awalnya dengan sikap sempurna tiba-tiba mereka memberikan hormat dan mengucapkan “Selamat Pagi Komandan”.

Saya sempat bingung, memangnya saya siapa ? karena tidak ingin mereka malu ( atau saya yang angkuh ? ), sambil tersenyum saya menganggukan kepada dan menjawab “Selamat Pagi”.

Kemudian mereka berlalu, sambil berbisik dan bergurau adik saya bilang.
“Mas…, pangkat Mas apa ?”, karena siadik pada saat ini berpangkat Brigadir, maka saya dengan santainya menjawab “Mayor Udara”.

Kami berdua hanya terseyum sekaligus geli sendiri. Dan saya mencoba mengamati penampilan saya sendiri serta mencari tahu mengapa mereka sampai memberi hormat dan memanggil saya komandan. Hasil pengamatan sepintas, mungkin ini beberapa faktor yang mempengaruhi :

  1. Mereka dididik dengan disiplin yang super tinggi dan menghormati atasan.
  2. Garis komando yang jelas di ABRI membuat mereka selalu waspada diri dan selalu menghormati atasan, merupakan faktor lainnya.
  3. Penampilan saya yang mengenakan topi hitam dan kacamata Ray-ban ( kebiasaan ini sampai sekarang masih terbawa-bawa ( saya ingat, pada masa itu teman-teman dari kesatuan yang berpangkat perwira keatas biasanya mengenakan topi dan kacamata hitam ).
  4. Perawakan saya yang tinggi dan kekar (lebay) serta “dikawal” anggota kepolisan mungkin faktor yang paling menentukan.

Kesimpulannya :
Hati-hatilah dengan penampilan seseorang, karena penampilan bisa menipu. Jangan pernah tergoda dengan pandangan pertama ( emang jatuh cinta ? ) dan kenali sejauh mungkin siapa yang anda hadapi pada saat itu. Jika anda tidak yakin dengan siapa anda berhadapan sebaiknya menghindar.

Sayang pada saat itu saya tidak sempat melihat nama atau pangkat mereka, jika saya ingat mungkin suatu saat bisa bertemu dan bercerita. Tetapi karena kebiasaan mutasi dikesatuan yang cepat, saya menduga mereka tidak lagi bertugas di Sintang.

Aldy M. Aripin

Seorang suami dari seorang istri, Ayah dari dua orang putri dan eyang dari dua orang putu. Saat ini bekerja sebagai profesional pada sebuah perusahaan swasta nasional yang bergerak dibidang pengusahaan hutan.

Mungkin Anda Tertarik

9 Tanggapan

  1. nakjaDimande says:

    keliatannya menteri di kabinet narblog bersatu pada cepak semua yaa..??? untung presidennya engga 😀

    • aldy says:

      Ya…kan salah satu persyaratan untuk masuk dalam kabinet Narablog bersatu harus berambut pendek bundo. Presidennya jangan dong…

  2. guskar says:

    teman sejawat saya di kantor (pensiunan pati) sering ngasih tips begini (mmg kebetulan perawakan saya mirip prajurit) : panggil prajurit itu dengan sebutan dik dan panggil namanya (bisa dilihat di seragamnya).. urusan lancar ha..ha..

    • Aldy says:

      He…he…, wah kadang sungkan juga Gus. Nggak tega juga mengelabui mereka. Sudah memberikan hormat pada kita yang bukan Anggota tetapi masih harus dikerjain juga. Apalagi kebetulan sekarang kebetulan saya kenal denga Danyon-nya.

  3. yayat38 says:

    sekecil apapun selalu ada makna di balik kejadian ya Mas. Tak terkecuali yang Mas Aldy alami. Ketika mengartikannya secara positif banyak sekali dari kesatuan yang patut kita teladani.
    Terima kasih Mas.
    Semoga lekas sembuh dari sakitnya Mas Aldy sekarang.
    Salam hangat selalu 🙂

  4. Deka says:

    Seperti nya dari perawakan Om Aldy emang terlihat seperti komandan tempur, heheheheh…

  5. Deka says:

    Hormatttttttttttttt Gerakkkkkkkkkk. hihihiiii…

  6. hpnugroho says:

    karena kejadian inilah seringkali oknum-oknum yg mengaku aparat itu melakukan tindak kejahatan, hanya modal potongan cepak dan body kekar …
    tapi ada untungnya juga mas, … naik bus/kereta bisa gratis .. hehehehe

  7. Agnes Sekar says:

    Selamat malam Aldy ya.. perempuan kadang menilai pria dari performannya dulu baru lain-lainnya, karena memang benar juga penampilan mencerminkan pribadi orang ybs. Sy pernah terkejut ketika belanja bahan bangunan di tokonya Pak Haji kelihatannya orangnya berwibawa, ,cool dan tenang serta meyakinkan, tetapi terkejut ketika dia menjawab pertanyaan saya koq suaranya cempreng kemanja-manjaan seperti bencong, kesannya tidak berwibawa Wah …sayang sekali suaranya tidak sesuai dengan penampilannya, tapi seperti yang Aldy katakan diatas kita jangan terkecoh dg penampilan luar, setuju !!! banget !