Ibu, Maafkan Anakmu.

Apa yang ada dalam benak anda ketika tahu ibu yang anda cintai jatuh sakit dan karena halangan pekerjaan anda tidak bisa menjenguk beliau ?

Saya pribadi merasakan kepedihan yang luar biasa, bukan hanya karena tidak bisa datang membesuk, tetapi saya termasuk anak yang sangat jarang bertemu dengan ibunda, bukan karena saya sudah berkeluarga, tetapi karena lokasi kerja yang memisahkan saya dengan beliau. Bahkan bukan hanya dengan ibunda dengan keluarga juga saya terpisah, hanya karena ingin menghidupi keluarga dengan nafkah yang halal dan lebih baik.

Sekitar seminggu yang lalu, istri mengabarkan jika ibu jatuh sakit dan sedang dalam perawatan. Dan beliau meminta saya pulang disamping beliau sakit, beliau juga kagen karena sudah hampir satu tahun saya tidak bertatap muka dengan ibu. Selama ini hanya bertelepon saja yang sering saya lakukan. Biasanya seminggu, minimal satu atau dua kali saya menelpon beliau, tetapi sekali ini beliau meminta saya untuk pulang, sebuah pilihan yang sangat sulit. Disatu sisi beliau sakit, tapi disisi lain saya sedang diserahi tugas untuk menangani pekerjaan yang hanya saya sendiri yang bisa mengkoordinirnya.

Karena pertimbangan tersebut, saya memutuskan untuk tidak pulang, karena saya sangat percaya istri saya memperlakukan ibu saya sama dengan ibunya sendiri ( saya beruntung memiliki istri yang cantik dan loyal dengan orang tua ). Dan itu saya sampaikan dengan istri, kemudian saya minta bicara dengan ibu untuk mengabarkan jika saya tidak pulang.

Dengan hati yang berdebar-debar saya sampaikan kepada beliau lengkap dengan alasannya kenapa saya tidak bisa pulang.
Dan jawaban beliau sungguh membuat saya merasa sangat berdosa sebagai anak, dengan lembut ibu hanya mengatakan tidak masalah jika saya tidak bisa pulang toh masih ada istri saya yang menemani. Tetapi pada kalimat terakhir beliau mengatakan, “ya sudah nggak apa-apa, kamu kerja baik-baik, cari nafkah yang berkah untuk keluargamu. Pulangnya nanti saja tunggu ibu sudah tidak ada selamanya”.

Ya Allah, saya terdiam seribu bahasa, tanpa terasa air mata menetes.
Saya sangat mengerti dan sangat paham jika beliau sangat marah, tetapi mau bagaimana lagi ? saya hanya berpesan kepada istri agar merawat dan menjaga ibu sebaik-baiknya ( sebuah permintaan yang sangat tidak perlu; karena isteri justru lebih perduli dibandingkan dengan saya ).

Ibu…, maafkan anakmu, jika tanggung jawab pekerjaan ini sudah dapat saya alihkan, saya akan mendatangi ibu dan bersujud memohon ampunan.

Ya Allah, berikanlah ibunda kesehatan yang baik agar hambamu tidak berubah menjadi anak yang durhaka dan tidak tahu balas budi terhadap orang tua.

Artikel ini sekalian untuk turut serta dalam Carnival yang diadakan oleh Gurkar.com

  Copyright secured by Digiprove © 2010 Aldy Markopiola

Aldy M. Aripin

Seorang suami dari seorang istri, Ayah dari dua orang putri dan eyang dari dua orang putu. Saat ini bekerja sebagai profesional pada sebuah perusahaan swasta nasional yang bergerak dibidang pengusahaan hutan.

Mungkin Anda Tertarik

55 Tanggapan

  1. Wandi thok says:

    Bisa saja dengan segeranya kehadiran anak, ibu segera sembuh, karena itu obat yang bukan kimia tapi justru lebih ampuh daripada segala macam antivirus lho mas.
    .-= Wandi thok´s last blog ..Ada kepala tanpa kaki =-.

  2. Wandi thok says:

    Nek ana wong tua lara, orasah diendhe-endhe mas, sakdurunge getun geduwung lho.
    .-= Wandi thok´s last blog ..Ada kepala tanpa kaki =-.

  3. Wandi thok says:

    Wis gek segera budhal, mangkat…… 😆
    .-= Wandi thok´s last blog ..Ada kepala tanpa kaki =-.

  4. Wandi thok says:

    Kabuuuuuuuuuuuuuttt eh rrrrrrrrrr….. 😆
    .-= Wandi thok´s last blog ..Ada kepala tanpa kaki =-.

  5. guskar says:

    Catatan Menjelang Karnaval Blog MTBI
    Pertama, saya wajib mengucapkan terima kasih kepada teman-teman narablog yang telah mengirimkan artikel untuk meramaikan acara Karnaval Blog : Minum Teh Bersama Ibu. Artikel yang masuk cukup banyak, yaitu 50 naskah. Artikel yang dikirimkan ada yang berupa, Esai, Fiksi, Puisi, atau Ringan Interesan. Semua bagus, dan itu telah membuat saya kesulitan mana yang akan ditampilkan dalam karnaval nanti.
    http://guskar.com/2009/12/13/catatan-menjelang-karnaval-blog-mtbi/

  6. batavusqu says:

    Salam Takzim
    Izin copas ya buat di blog saya
    Mohon maap kalau sudah lancang
    Salam Takzim Batavusqu

  1. 14/12/2009

    Karnaval Blog : Minum Teh Bersama Ibu (MTBI#1)…

    Ibu Maafkan Aku
    Oleh : Aldy
    Apa yang ada dalam benak Anda ketika tahu ibu yang Anda cintai jatuh sakit dan karena halangan pekerjaan Anda tidak bisa menjenguk beliau ?
    Saya pribadi merasakan kepedihan yang luar biasa, bukan hanya karena tidak bisa data…

  2. 14/12/2009

    […] Selamat Hari Ibu bagi para nara blog yang masih memiliki Ibu, dan kepada para IBU dan calon Ibu, serta kepada seluruh Ibu di Nusantara. Sumber Asli Mas Aldy […]

  3. 22/12/2009

    […] Mas Aldy […]