Jangan Panggil Saya BOSS !!!

bos marahBiasanya dalam lingkungan keluarga atau dikalangan teman dekat kita memiliki identitas unik berupa panggilan sayang. Rekan-rekan jawa biasanya memanggil dengan Nduk, Ngger atau kalau didaerah saya dipanggil Ujang, Adoi. Sekali lagi saya tekan bahwa ini biasanya berlaku dalam lingkungan keluarga atau diantara teman-teman dekat.

Untuk orang baru pertama kali dikenal biasanya saya akan melihat/mengira-ngira usianya. Jika laki-laki saya cenderung memanggil Mas atau Kang, seandainya perempuan saya biasanya lebih cenderung memanggil Mbak ( not yet Kakak ).


Sangat jarang saya memanggil orang baru saya kenal dengan sebutan Bapak atau Ibu terkecuali jika saya tahu yang bersangkutan pejabat atau usianya selisih jauh dengan dengan saya. Kalau saya tidak salah Bapak Jacob Utama owner Kompas Gramedia pernah mewajibkan semua karyawannya untuk memanggil dengan sebutan Mas dan Mbak tanpa memperdulikan usia dan jabatannya.


Dilingkungan saya kerja, ibu-ibu umumnya akan memanggil kami para karyawan dengan Panggilan OM (*harapannya sih bukan Otak Miring*). Sementara diantara para karyawan sendiri biasanya memiliki julukannya sendiri-sendiri.
Julukan ini umunya melekat erat, sehingga seringkali dalam meeting internal masih terdengar panggilan julukan.

Biasanya julukan ini berkaitan erat dengan keseharian si karyawan dan ide kreatif teman-teman tidak pernah habis, buktinya dari hampir dua ribu karyawan tidak ada yang memiliki julukan yang sama.
Contohnya seperti ini :
Jika ada teman yang susah mingkem akan dipanggil “Cengir”,
Jika orangnya lincah dan jahil dijuluki “Kancil”,
Jika yang bersangkutan memelihara jenggot akan dijuluki “Pak Jenggot”, begitu seterusnya.

Saya sendiri sering di panggil “Aceng” karena ada darah cina yang mengalir ditubuh saya. Ada yang memanggil “Pak Cik”, karena dulunya logat melayu saya seperti logat melayu Malaysia. Saya sendiri tidak pernah perduli dengan segala macam julukan panggilan tersebut.

Tetapi ada satu panggilan yang akan membuat saya marah, apa itu ? “JANGAN PANGGIL SAYA BOSS”, buat saya panggilan bos adalah penghinaan terhadap diri saya. Dan maaf, mungkin adakalanya saya bertindak kelewatan ketika ada yang memanggil saya dengan sebutan bos.

Pernah suatu kali saya carter mobil ketika pulang cuti, dengan si supir saya tidak begitu akrab tetapi saya mengenalinya, karena sehari-harinya mangkal dilogpond. Ketika sampai ditempat tujuan yang sisupir minta tambahan Rp. 20.000 dengan alasan untuk membeli rokok. Saya sebenarnya tidak berkebaratan, tetapi karena dia meminta dengan memanggil saya boss, sambil menahan emosi saya cuma bilang uang carteran mobilnya nanti minta dengan anak buah saya saja.

Kemudian saya pergi, walaupun demikian sewa carteran itu saya bayar satu bulan kemudian melalui perantaraan teman, saya sendiri sudah malas menemui yang bersangkutan.

Apakah hal ini terjadi pada rekan-rekan blogger ?

http://binsar.blogspot.com/2008/03/kiat-sukses-menjadi-sahabat-boss.html

Aldy M. Aripin

Seorang suami dari seorang istri, Ayah dari dua orang putri dan eyang dari dua orang putu. Saat ini bekerja sebagai profesional pada sebuah perusahaan swasta nasional yang bergerak dibidang pengusahaan hutan.

Mungkin Anda Tertarik

32 Tanggapan

  1. guskar says:

    yg biasa panggil saya bos itu tukang parkir atau tukang ojek yg mendapatkan bonus uang kembalian.
    dan saya pun balas dengan guyonan saja : bos gundulmu!! 😀
    di lingkungan kerja saya sangat tdk terbiasa dng sebutan bos. klo panggil atasan dng bapak atau ibu, sedangkan klo ngrasani atasan biasa dng nyebut dengan bapake.. misalnya bapake lagi marah2.. 🙂

    • Aldy says:

      Nah ini dia nih Guskar yang benar-benar membuat saya emosi, karena ada maunya.
      Ditempat kerja juga kami tidak pernah memanggil pimpinan dengan bos, karena sudah pada tahu beliau tidak suka.
      Kalau lagi ngrasani pimpinan kami menyebutnya dengan Jendral. Tergantung posisinya, top management biasanya jendral saja, kalau dilevel kebawahnya biasanya dengan Bintang 1,2 atau 3. 😉

  2. Mamah Aline says:

    saya kadang manggil boss pada anak sulung saya sebagai bentuik penghargaan untuk dirinya seperti “lagi ngapain boss?” atau manggil boss untuk rekan cowok yang saya anggap akrab untuk enak didengar saja….

    • Aldy says:

      Mamah Aline,
      Kalau dilingkungan yang sangat kita akrab saya juga tidak mempermasalahkannya, tetapi jika seperti yang guskar sampaikan, berarti ada maunya. Lagian saya juga bukan bos kok.
      Kalau dengan putra/i sih nggak apa-apa, ibu anak-anak kalau lagi ngomel biasanya oleh anak-anak dijuluki permaisuri.

  3. wahyurez says:

    mungkin cuma bercanda aja x pak, jangan terlalu diambil hati 🙂

    • Aldy says:

      Mas Wahyu,
      Seperti mamah aline jika dalam lingkungan yang sudah akrab saya juga tidak begitu masalah, memanggil bos trus minta uang, berarti memang ada maunya. Dan hakul yakin nggak bergurau. 😉

  4. Cahya says:

    Anak kost kadang ada yang memanggil seperti itu sesamanya, entah-lah, saya kalau dibilang risih juga tidak, dibilang senang juga tidak. Mungkin sudah “kultur” mereka seperti itu. Saya sih masih pakai yang standar saja seperti Pak Aldy paparkan.

    • Aldy says:

      Kalau dilingkungan yang akrab saya tidak terlalu mempermasalahkannya Mas Cahya, tetapi memanggil bos disertai dengan permintaan ? kenapa tidak minta tanpa disertai dengan “olokan” seperti itu.

  5. Di lingkungan saya dan rekan2 panggilan boss sekedar untuk keakraban saja. Sedangkan untuk memanggil boss untuk atasan yang sebenarnya tak ada yang berani. Ya, mungkin kesannya memang lain ya pak…

    • Aldy says:

      Kasusnya beda kok, kalau dilingkungan yang sudah sangat akrab nggak apa-apa, dengan catatan tanpa disertai dengan permintaan.

  6. narno says:

    saya juta termasuk yang tidak suka dipanggil bos, meskipun itu di lingkungan sendiri, rasanya kok beda dengan yang lain sangat tidak nyaman. Kalau dilingkungan kerja ya karena di sekolah maka panggilnya Bapak atau Ibu, tapi ada juga yang manggil saya kang

    • Aldy says:

      Saya juga mungkin berkenaan dengan rasa Mas Narno. Apa karena konotasi bos sudah mulai bergeser ?
      Apalagi jika dilingkungan yang resmi seperti disekolah, panggilan seperti ini rasanya kurang pantas.

  7. sauskecap says:

    beberapa teman saya juga memanggil temannya bos, bukan maksud apa-apa, lha wong kedudukan mereka setara.

    • Aldy says:

      Jika sesama teman sejawat/sekerja kami tidak ada yang memanggil bos Mbak, karena masing-masing sudah punya julukan sendiri. 😀

  8. dani says:

    Mengapa terhina, Pak?
    Kalau boss diganti dengan yang lain, gemana, “Gan”? Apakah sama nilai rasanya?

    • Aldy says:

      Bli Dani,
      Yang pasti, karena saya memang bukan bos, saya orang suruhan kok 😉
      Kemudian mungkin berkaitan dengan masalah ‘rasa’, kentara sekali jika yang bersangkutan menginginkan sesuatu tapi dengan cara yang kurang elegan.
      “Gan” yang umumnya diartikan “juragan”, kalau ini nggak masalah Bli, karena bahasa saya “gan” =>Juragan, artinya bukan majikan tetapi nahkoda kapal. Tetapi jika memanggil Gan disertai dengan permintaan uang saya juga tidak mau.
      Saya hanya merasa tidak suka dengan orang yang memohon sesuatu tetapi sertai kata-kata sarkasme. Kalau minta ya minta saja 😉 (*bukan karena saya punya lebih*)
      OOT, kapan ne permohonan saya layak dipertimbangkan ?

    • Aldy says:

      Bli Dani,
      Kenapa blognya nggak bisa dibuka ? yang muncul hanya index of cgi-bin dan openid.
      Sedang ada problem ?

      • dani says:

        Di sini ngga ada notifikasi balasan komentar via surel ya pak? 🙂
        Saya jarang make model bookmark-hapus. Lagian cache rutin saya bersihin, Walau fakir bandwidth. Sepertinya lebih nyaman menerima integrasi layanan via surel aja.

        Minimal di rumah kan jadi boss pak? 🙂

        Usul yang itu dipertimbangkan sih dipertimbangkan. Tapi belum akan diputuskan. Maaf.
        Iya pak, belakangan sedang ada pindahan server 3-4 harian ini.

        • Aldy says:

          Sementara notifikasi balasan melalui surel tidak saya pasang Bli Dani, kedepan juga akan saya pertimbangkan ;). Dirumah jadi bos ? 😀 nggaklah…saya yakin bli Dani juga tidak bersikap seperti itu dirumah. Saya yakin 100%.
          Pindah rumah baru lagi ya bli ?

  9. fanz says:

    saya sering di panggil bos ya saya panggil balik dia bos juga 🙂

  10. suami kadang2 manggil bunda ,bos he he
    jangan marah ya Mas Ady, kalau dipanggil Bos, mungkin memang sudah pantas lho utk jadi Bos 🙂
    salam

    • Aldy says:

      Bunda,
      Jika dilingkungan yang akrab dan hanya sekedar memanggil mungkin saya tidak terlalu mempermasalahkannya, minta uang tetapi disertai dengan panggilan bos yang membuat saya naik pitam. orang suruhan kok dipanggil bos 😀

  11. Deka says:

    Tenang Om, Sabar Om Bozzzzzzzzz bukan Boss lo. hehehehehe…

  12. Deka says:

    Sependek pengetahuan saya anak2 sunda yang satu kampus dengan saya om, memang kadang biasa memanggil dengan panggilan Boss. saya pun jujur merasa gerah dengan panggilan boss, rasa gimana gitu dipanggil dengan sebutan boss. Pas saya nanya kenapa sich manggil boss, kata mereka sich untuk mengakrabkan diri. tapi kok buat saya justru kayak ada udang di balik bantal, alias pasti ada maunnya. Kebiasaan anak2 nie kalo da panggil boss atau juragan pasti ada mau. heheheh..

    • Aldy says:

      Memang kadang-kadang kalau udah ada yang memanggil kita dengan sebutan yang nggak biasa pasti ada kemauan yang tersirat. Udah manggil bos minta uang…halaaah, kok nggak minta langsung aja.

      • narno says:

        kebanyakan yang manggil ke saya dengan panggilan kang adalah teman-teman dari Sunda dan Jawa

  13. nakjaDimande says:

    ok bos..! aku ngga akan panggil bos sama mas Aldy 😛