Kampungan…

“Dasar kampungan!!!…”

Hari ini aku dapat durian runtuh, dicaci seorang cewek tanpa aku tahu ujung pangkal permasalahan. Tiba-tiba seperti banjir bandang, “dimaki” dengan kata kampungan. Kok bisa? entahlah, tetapi uraian singkat berikut mungkin bisa memberikan gambaran.

Kemarin, dalam rangka menanam pohon dengan masyarakat aku mengenakan topi kebesaranku, topi (disini disebut tangoi) yang terbuat dari rotan. Pada waktu istirahat, aku duduk dibawah pohon jambu sambil menunduk. Nah, pada saat duduk sambil menunduk inilah sang wanita datang dan memaki aku.

Ketika aku menengadahkan kepala, siwanita langsung terdiam, aku hanya tersenyum.
Wajahnya merah padam menahan malu dan dengan terbata-bata dia meminta maaf dan menjelaskan bahwa dia salah orang. Aku tersenyum manis (gdubraaak…..) sambil mengatakan, “Mbak, sudahlah jangan diambil hati, cuma lain kali hati-hati, tidak semua orang kampung itu jahat….” diapun berlalu dari hadapanku.

Mengapa aku tidak marah?

    Beberapa alasan berikut mungkin ada relevansinya:

  1. Salah orang, berarti bukan aku yang dimaksud ada other person. Bisa jadi orang tersebut mirip, baik wajah, perawakan, pakaian maupun topi yang digunakan.
  2. Aku memang orang kampung, anak udik. Kalau dia memaki/memanggil dengan sebutan kampungan aku merasa wajar saja. Lagi pula tidak semua orang kampung itu jahat, penggunaan umpatan ‘kampungan’ disini salah tempat. Jika seseorang kelihatan dungu dan bego, mungkin cocok dimaki kampungan. Karena kenyataannya orang kampung seperti aku lebih bego dibandingkan dengan orang-orang kota (anda orang kota? maaf, jangan tersinggung, aku tidak bermaksud menyindir anda).
  3. Kearifan hidup banyak yang berasal dari kampung, sementara kemaksiatan hidup banyak berawal dari kota. Dari perspektif ini, menjadi orang kampung mungkin lebih terhormat

Masih sering menghina/memaki orang lain dengan sebutan ‘kampungan?’, tidak bermaksud menasehati, dalam kondisi marah kadang kita hilang kendali tetapi cobalah marah dengan bijak, kelola emosi dengan kepala dingin. Jika marah tidak dikendalikan dengan baik, kita sendiri yang akan menanggung akibatnya dan yang malu juga kita. Akur?

  Copyright secured by Digiprove © 2010 Aldy Markopiola

Aldy M. Aripin

Seorang suami dari seorang istri, Ayah dari dua orang putri dan eyang dari dua orang putu. Saat ini bekerja sebagai profesional pada sebuah perusahaan swasta nasional yang bergerak dibidang pengusahaan hutan.

Mungkin Anda Tertarik

78 Tanggapan

  1. Pakde Cholik says:

    Saya kebetulan juga orang kampung mas. Sekolah ke kota naik sepeda onthel 8 km-pp 16 km. Tapi sekarang sudah tinggal di kota, namun saya tetap mudik jika weekend.

    Kadang dongkol juga kalau ada orang bilang kampungan. Tapi kalau bilang ” Kotaan ” gitu kok ya gak enak di telinga ya. ha ha ha

    Tinggal di kampung juga enak kok, sering kenduri di mushola, ada aja acara yang bisa menghadirkan tumpeng di mushola. Makan tumpemg sambil sarungan enak pwol.

    Salam hangat dari kampung di Jombang

  2. achoey says:

    Betul Pak, kita harus bijak
    Jangan mudah tersulut emosi.

  3. imadewira says:

    wah, itu benar2 “durian” runtuh, hehehe

    pengalaman yang unik ya..

  4. ysalma says:

    durian runtuhnya ditinggalin no hp sebagai tanda permohonan ma’af ga om :mrgreen:

  5. edratna says:

    Jangan-jangan yang marah nggak punya kampung….

  6. Abi Sabila says:

    sabar, tahan emosi, jangan ikut-ikutan kampungan yang justru akan membuktikan bahwa kita memang benar-benar ( pantas disebut ) kampungan.

  7. Abi Sabila says:

    Maaf, menyimpang dari postingan, bisakah saya minta bantuan untuk dibuatkan thema seperti blog http://joddie.ceritainspirasi.net/ . terima kasih sebelum dan sesudahnya

    • Aldy says:

      Maaf mas, theme tersebut terikat dengan hak cipta, kecuali pemilik blog mengijinkan. Kalau tidak salah theme itu buata grafisware. Lagipula, saya hanya mengedit template milik saya sendiri dan mengedit theme freeware dengan tidak menghilangkan kredit pada footer.

  8. Mas punya hati yang lapang ya. Ga gampang marah ya kalo dimaki orang :p