Karena mau, inilah akibatnya

Setelah kemarin perdebatan tentang kehidupan artis (oknum) yang suka membuat self film yang diceletuki pada bagian akhir, setelah ditunggu-tunggu ternyata tidak ada kelanjutannya. Mungkin mereka sudah tahu kalau celetukan tersebut sebenarnya ungkapan kejengkelan saja.

Hari ini, tidak ada perdebatan konyol dan basi tersebut, tetapi saya kedatangan seorang karyawan yang mengeluh pembayaran tagihan pulsa Kartu Hallo (telkomsel) membengkak. Pembayaran bulan Juli 2010 Rp. 613.000,00 dan Bulan Agustus 2010 Rp. 415.000,00. Angka yang besar jika hanya digunakan untuk bertelepon, sementara menurut penuturannya, kartu tersebut pun tidak pernah digunakan untuk browsing internet.

Masalahnya dimana?
Inilah akibatnya jika selalu mau, tanpa perhitungan untung dan rugi, serta menyepelekan sesuatu yang dianggap kecil.
Setelah ditanya lebih lanjut, ternyata sipemilik kartu tersebut banyak mengaktifkan konten yang ditawarkan oleh Telkomsel, diantaranya ringbacktone, lelang dan konten lainnya yang dia sendiri tidak ingat lagi 🙁
Dan celakanya, semua notifikasi yang masuk, setelah dibalas langsung dihapus. Kemudian ada konten yang pembatalannya tidak diingat lagi oleh yang bersangkutan. Seharusnya, pembatalan/penghentian berlangganan konten tersebut cukup dengan “UNREG 1234”, tetapi karena yang bersangkutan tidak ingat lagi jenis konten yang diaktifkan, permasalahannya menjadi cukup berbelit.

Solusinya.
Langkah satu-satunya yang bisa dilakukan menghubungi customer services telkomsel. Nasib sedang baik, setelah dihubungi, customer services telkomsel menjanjikan konten-konten yang aktif akan segera dihentikan langganannya, jika dalam jangka waktu 24 jam konten tersebut masih aktif, diminta untuk segera menghubungi kembali pihak customer services.

What the point?
Jika anda mau, apapun bisa anda lakukan. Termasuk perbuatan yang merugikan seperti yang dilakukan oleh oknum artis dan karyawan tersebut.
Sisi positifnya, jika kemauan yang keras tersebut disalurkan kepada hal-hal yang positif, maka nilai positif akan menjadi milik anda.
Sisi negatifnya, jika anda salah menggunakan kemauan tersebut maka kerugian menjadi tanggung jawab anda sendiri.

Hmmm, artikel ini tidak memiliki korelasi langsung dengan artikel yang kemarin. Memang tidak, karena yang menulis tidak memiliki hubungan langsung dengan kedua kasus tersebut. 😉

Aldy M. Aripin

Seorang suami dari seorang istri, Ayah dari dua orang putri dan eyang dari tiga orang putu (update). Saat ini bekerja sebagai profesional pada sebuah perusahaan swasta nasional yang bergerak dibidang pengusahaan hutan.

Mungkin Anda Tertarik

86 Tanggapan

  1. Abdul Hakim says:

    wah ada ya yang tunggakaknnya sampai segitu, itulah sebabnya saya ngga suka menggunakan kartu pasca bayar, takut ga terkontrol pemakaiannya

  2. arkasala says:

    saya setuju dengan kontrol diri walau kadang susah. Disiplin itu ternyata mahal. Sebagai pemegang pasca bayar, saya merasakan terlalu banyak yang menggiurkan yang ditawarkan sehingga perjuangan untuk menolak sesuatu yang tidak perlu sangat tinggi. Ada sisi menarik dengan internet ini menjadikan frekuensi menelpon saya berkuranng.
    Sekarang kelihatannya lebih gila lagi karena tiap hari ada 3 – 4 spammer sms yang menawarkan KTA dengan iming2 yang menggiurkan. Tantangan baru untuk selalu berkata tidak untuk yang tidak perlu. Saya menikmatinya tantangan ini biar kejengkelan selalu berkurang 🙂
    Trims mas … gak ada korelasi ? tapi inspiratif 🙂

  3. Fadly Muin says:

    yang penting rasa penasaran sudah terjawab. intinya tidak ada hubungan langsung 😀

  4. Sugeng says:

    Juga yang penting untu HP jangan coba-coba kalau gak akan menyesal atau dimatikan nomernya 😆 seperti temannya pak aldy sete;lah mengaktifin kontent lupa dengan cara mematikan. Konyol deh tagihan bengkak, kalau kartu pra bayar sih tinggal buang saja tapi kalau pasca bayar 😕 bisa jadi rumah kita selslu di teror oleh debt colectornya “mrgreen:
    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

  5. kemauan itu harus selalu disertai tanggung jawab agar gak menjadi masalah, betul begitu gak pak?

  6. dedekusn says:

    Kadang SMS dari sponsor emang menjebak, sy juga setuju dgn komentr2 ara sahabat, sebaiknya teliti dulu isi SMS yg menawarkan konten, atau abaikan sama sekali.
    SUkses & Piss!

  7. jarwadi says:

    wah, saya juga pakai kartu HALO, tadi saya malah lebih berhati – hati agar tidak sakit kepala setiap mendekati tanggal 20 setiap bulanya,

  8. Alhamdulillah saya selalu acuh aja setiap ada iklan content di Halo saya mas. Jadi tagihan tidak sampai membengkak… paling cuman 60 – 150 rb aja….

  9. budiarnaya says:

    Meskipun abang senior..saya tetep meneruskan award ini heeee diterima kang yach http://budiarnaya.com/kisi-kisi/meneruskan-award/

  10. BENY KADIR says:

    Mulanya aku tergiur dgn REG-REGan.
    ketika datang akibatnya, aku TOBAT utk hal2 yg tidak berguna itu.
    Pengalaman saya yg pake HP Mas, kalo UNREG tidak mempan.
    Pulsa tersedot terus tiap harinya.
    Pengalaman saya utk bisa berhenti total dgn layanan2 itu, cuma ketik STOP.

  11. kalau mau semua , ya tanggung juga semua konsekwensinya gitu khan ya Mas Aldy.
    tapi,kalau yg bersangkutan terus lupa gitu, khan nyebelin juga, apalagi kalau sampai biaya membengkak………… weleh………weleh……….
    salam

  12. IndahKasihku says:

    Salam Tuan Aldy,
    Mungkin kerana memikirkan punya wang yang banyak dan mampu untuk menggunakan segala kemudahan maka karyawan tersebut tidak memikirkan kesan yang bakal berlaku. Untung ada solusi yang sempat meningkah masalah tersebut. satu usaha yang baik dalam membantu insan. Salam hormat dari Indahkasihku.

  13. menjadi korban iklan tanpa diimbangi dengan pengetahuan yang cukup (menurut saya), sebenarnya pakai kartu pasca bayar itu lebih mudah dan lebih enak daripada prabayar, sekarang tergantung pemakainya, bisa kontrol atau tidak.
    terimakasih 🙂

    • Aldy says:

      Setuju mas,
      pengetahuan memegang peranan yang sangat penting, jika tidak, inilah akibatnya.
      Kartu pasca bayar memang menggoda, tinggal pintar-pintar kita saja menggunakannya.

  14. mr, kem says:

    sejak punya HP singet saya ga pernah aktifkan layanan2 yang di tawarkan melalui sms…btw mohon maaf lahir dan bathin ya om

  15. Den Hanafi says:

    mungkin dia terlena kali Om. pasca bayar gitu looh. heuheu… 🙂