Kebenaran dan kamuflase

Penggunaan kata kamuflase dalam tulisan ini kurang tepat, tetapi karena kesulitan mencari padanan kata yang cocok, dengan terpaksa kata kamuflase digunakan. Maaf, saya juga tidak mengerti menggunakan “gaya bahasa”.

Saya sering bingung, mengapa begitu banyak mahluk yang berjenis kelamin laki-laki suka membohongi diri sendiri (anda yang berjenis kelamin bukan perempuan/wanita/betina diminta tidak sewot, karena yang menulis memiliki jenis kelamin yang sama dengan anda), khususnya jika berhadapan dengan mahluk yang menjadi pasangan jenis kelami laki-laki.

Sekadar contoh :
Ketika sedang duduk diwarung kopi, lewat seorang wanita cantik, berperawakan gemuk dan wangi. Apa yang ada dibenak kita?
Wanita itu cantik?
Wanita itu cantik dan sehat?
Wanita itu cantik dan montok?
Wanita itu cantik, sehat dan wangi?
Wanita itu cantik, sehat, montok dan wangi?, atau
Wanita itu gemuk?
Wanita itu, walaupun cantik dan wangi tetapi gemuk?

Sebagian besar kalimat diatas, mewartakan kebenaran tetapi diselimuti (dikamuflase) dengan kata-kata yang lembut. Ini kita lakukan dalam rangka tebar pesona atau kita seperti musang berbulu domba? dan kaum adam dengan enteng berucap, salahnya wanita juga, maunya cuma disanjung dan dipuji. Nah.

Apa pendapat?

Aldy M. Aripin

Seorang suami dari seorang istri, Ayah dari dua orang putri dan eyang dari dua orang putu. Saat ini bekerja sebagai profesional pada sebuah perusahaan swasta nasional yang bergerak dibidang pengusahaan hutan.

Mungkin Anda Tertarik

91 Tanggapan

  1. dinohp says:

    Iya, pria dan wanita di ciptakan saling berpasangan, jadi tiap ada perasaan ingin bersama maka timbul beragam trik utk membuat nya menyatu..salam

  2. tyan says:

    ya kalau bisa dengan sindiran saja agar tak terlalu menyakiti orang tersebut….,

  3. kakve-santi says:

    biarkan saja wanita itu lewat… 🙂

  4. Cahya says:

    Wah rame, seperti cendawan di musim hujan. Jika kebetulan bertemu pandangan mata, tersenyum-lah dengan sederhana, itu cukup bagi saya mewakili semua kesimpang-siuran di dalam benak saya yang mungkin tercipta jika saya membiarkannya berasumsi ke sana dan ke mari tanpa kejelasan.

    • Aldy says:

      Hmmm, komentar yang hati-hati. Sepertinya ada sesuatu yang dijaga, takut terbaca oleh “yang berkentingan” 😀

      • Cahya says:

        Ndak juga Pak, saya lebih suka menikmati kopi dalam cangkir saya sebelum dingin daripada sibuk memerhatikan orang lain di sekitar saya :).

        • Aldy says:

          Bagaimana kalau kebetulan kopinya sudah habis, sementara teman yang ditunggu belum datang dan lewat seseorang seperti kriteria diatas? ach…mendelik dikit dan beradu pandang, kemudian memberikan penilain dalam hati, boleh ya?

  5. FaDhLi says:

    @pak Aldy:
    Hehe… tapi emg benar, lebih enak bilang “wanita itu cantik” ketimbang yg lain… :mrgreen:

    • Aldy says:

      Dari sisi pengucapan dan pendengaran saya akui enak. Ah iya, saya lupa. Namanya juga kamuflase 😆

  6. joe says:

    berarti pintar-pintarnya saja kita mengolah kata ya….

  7. tomi says:

    kalau saya pasti bilang apa adanya pak.. bilang aja wanita itu cantik sayang badannya gemuk.. 😀
    ini pernyataan atau masih kamuflase ya hehehe

  8. ghe says:

    yang pasti saya nerusin kopi lagi setelah menelaah lebih lanjut 😀
    tapi apa bedanya montok, bohay dan semok yo pa’e?

  9. Jewelry Tips says:

    Ya terkadang kalau laki-laki dihadapkan pada hal seperti diatas, mungkin spontan akan mengatakan salah satu kata seperti yang dijabarkan diatas. Walau terkadang cuma dibatin dalam hati. Tapi alangkah baiknya kalo hal tersebut disertai dengan ucapan “Subhanalloh… Allah telah menciptakan wanita secantik Dia, wangi lagi (jangan ditambahi montok)”

    • Aldy says:

      Iya juga mas, Allah yang menciptakannya, tetapi jujur saja kadang lupa :(, tapi kalau tidak ditambah montok berarti kamuflase juga.

  10. imadewira says:

    menurut saya sih cantik itu relatif ya..

    **mudah2an masih nyambung dengan isi posting

    • Aldy says:

      Bli Wira, cantik selalu memiliki ukuran yang relative, tidak ada ukuran resminya. Tapi kalau kita duduk berlima, yang 4 bilang cantik, sementara satu orang tidak. Saya yakin wanita itu cantik (minimal fisiknya).

  11. ganda says:

    Cantik itu relatif. Saya menilai cantik dari hatinya. Walau tetap saja, tampilan luar dulu lah yang akan menarik perhatian mata ini. Ya tidak? 😀 Yang bilang tidak adalah munafik. Hahahahaha…

  12. citromduro says:

    tebar pesona disini mas