Lebay? Why Not?

“Dasar lebay…”
Bapak, ibu, mas, abang, adek, mbak, mbah…pernah anda diumpat baik secara halus maupun kasar dengan kalimat diatas? jika belum pernah, berterima kasihlah pada diri anda sendiri, jika sudah bersyukurlah, karena anda orang yang beruntung. Lho?

Apa sih arti lebay?
Kang Moes, mendefinisikan kata lebay sebagai sesuatu yang berlebihan, atau sesuatu yang dilebih-lebihkan dengan maksud tertentu.
Berangkat dari defini Kang Moes, kita rumuskan kembali kata lebay.

Lebay adalah tindakan, ucapan, tulisan atau hal-hal semacamnya yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang, melebihi kondisi yang sebenarnya dan dalam kondisi tertentu bertentangan dengan kenyataan dengan tujuan untuk mencapai maksud-maksud tertentu (yang baik).


Apakah lebay itu buruk? TIDAK.
“Dasar lebay!” (diucapkan dengan nada ketus dan wajah yang garang), jika ucapan ini yang mampir kehadapan anda, maka bisa dipastikan bahwa anda sedang dalam masalah besar. Jika yang mengucapkan kalimat ini adalah pacar anda, bisa dipastikan anda telah melakukan sebuah kesalahan atau lebih dengan sempurna. Dan anda terancam di PHK.

“Dasar lebay…” (diucapkan dengan halus disertai dengan cubitan manja atau sambil tertawa ngakak senang), keberuntungan sedang berhadapan dengan anda, sang penutur sesungguhnya tidak marah tetapi dalam kondisi sebaliknya. Saatnya anda memainkan kartu As, untuk semakin membuat sang penutur terlena.

Haruskah anda lebay?
Dalam takaran dan kondisi tertentu anda harus lebay, mengapa?
Karena anda dan pasangan anda atau orang-orang sekeliling anda bukan android, anda terbuat dari tanah yang butuh belaian dan sanjungan, harus bergaul, berbaur, berteman dan seterusnya dan seterusnya. Untuk membujuk pasangan anda yang sedang naik pitam, anda harus lebay. Dan percayalah banyak hal yang bisa anda selesaikan dengan cara ber-lebay ria.

Defini lebay ini sudah dimodifikasi sesuai dengan keinginan penulis, untuk mendapatkan sudut pandang yang sama anda harus berpatokan kepada defini yang diuraikan diatas. Jika anda melenceng atau mendefinisikan sendiri kata lebay ini, maka keinginan untuk memiliki sudut pandang yang sama tentang makna kata lebay tidak akan pernah tercapai

Aldy M. Aripin

Seorang suami dari seorang istri, Ayah dari dua orang putri dan eyang dari dua orang putu. Saat ini bekerja sebagai profesional pada sebuah perusahaan swasta nasional yang bergerak dibidang pengusahaan hutan.

Mungkin Anda Tertarik

10 Tanggapan

  1. Wandi Sukoharjo says:

    Terus terang saya malah baru tahu pengertian lebay dari membaca tulisan ini mas. Ngom-ngom kok dah lama nih nggak aktif BW lagi? Kamana sajakah?

    • Aldy says:

      Mas Wandi, gak kemana-kemana (bukan Ayu TT), banyak pekerjaan offline yang harus diselesaikan, terpaksa blog ditinggalkan untuk sementara 🙁

  2. ANEKA HOT says:

    Kalau pengucapan lebay di awali dengan “Dasar” kok kayaknya ada tendensi ke arah negatif ya bang, padahal menurut definisi di atas kan konotasinya positif?

    • Aldy says:

      😀 pengucapan dasarnya harus lembut mas…ojo kasar-kasar, walaupun konotasinya sedikit minus, tapi tujuannya baik.

  3. Lebay juga harus proporsional…

  4. amdhas says:

    Malahan di tivi, sekarang ada layar lebay tuh om.. tapi yang namanua lebay artinya berlebihan, berlebihan boleh namun terlalu jangan. Soalnya nanti bung Rhoma irama bilang sungguh terlalu lebay..nah, loh..sudah terlalu, lebay lagi..heheh

    • Aldy says:

      Hahaha…wah kalau Bang Rhoma merasa tersaingi dengan predikat terlalunya bisa berabe juga 😀

  5. Keponakan says:

    Lebay oh lebay .. Sekali waktu kita membutuhkannya, karena kita terbuat dari tanah. Seeeep