Maaf, Template ini menjadi tidak Valid CSS 2.1

css validator screenshot
Maksud hati ingin mempercantik tampilan, tetapi apa daya pengetahuan dangkal. Dan akibatnya templat yang dulunya valid CSS 2.1 menjadi tidak valid lagi.

Letak kesalahan sudah diberitahu oleh CSS Validator, tetapi prakteknya masih belum menemukan dimana letak kesalahan yang sebenarnya. Kemungkinan kesalahan dikarenakan adanya penambahan plugins, tetapi sejujurnya masih belum yakin 100%.

Jika CSS template, saya meyakininya sudah valid karena sebelum penambahan pulgins error ini tidak ada. Mohon maaf jika kebetulan rekan-rekan blogger iseng mengklik icon CSS Validator pada footer, ternyata templatenya tidak valid.

Perbaikan sedang diupayakan secepatnya dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Jika kebetulan para master mampir, mohon bantun advisnya. :mrgreen:

Aldy M. Aripin

Seorang suami dari seorang istri, Ayah dari dua orang putri dan eyang dari dua orang putu. Saat ini bekerja sebagai profesional pada sebuah perusahaan swasta nasional yang bergerak dibidang pengusahaan hutan.

Mungkin Anda Tertarik

42 Tanggapan

  1. Mas Aldy lagi dikerjain nih, krn tau bahwa Mas Aldy pasti bisa membereskannya. 🙂
    semoga masalah ini utk yg terakhir kali,amin
    salam

  2. Masdin says:

    Saya saja belum tahu nih apakah template ku sudah valid atau tidak 🙂
    Tetapi valid atau tidaknya yang penting masih bisa ngeblog dah 😀

  3. rismaka says:

    Ternyata setelah saya periksa, ada 3 error di file CSS yang mas pakai:

    51 Parse Error }, .entry h4 {font-size: 1.0em;}
    51 Parse Error }, .entry h5 {font-size: 0.9em;}
    51 Parse Error }, .entry h6 {font-size: 0.8em;}

    Hilangkan tanda koma pada baris berikut mas:
    .entry h3 {font-size: 1.1em;}, .entry h4 {font-size: 1.0em;}, .entry h5 {font-size: 0.9em;}, .entry h6 {font-size: 0.8em;}

    Penggunaan koma hanya utk elemen yg berbeda tapi mempunyai properties yang sama. Contoh:
    .entry h1, entry h2, entry h3, entry, h4 {font-size: 1.1em;}

    Untuk validitas melalui referer atau by URi, tidak akan bekerja, dan file dianggap sebagai “unknown file css”, karena berekstensi PHP, bukan CSS. Memang, kelemahan menggunakan kompressi Gzip adalah web kita tidak akan dianggap valid oleh validator.

    • delia says:

      wahhhh penjelasan yang sangat mantap..
      keren mas rismaka

    • budiastawa says:

      Mm.. bukannya gimana, ya mas. Saya ngga begitu peduli dengan CSS Validator. Kapan hari saya instal plugin Sociable, CSS saya malah tidak valid. Sebenarnya apa sih efeknya kalau CSS tidak valid?

      • aldy says:

        Sociable memang tidak valid bli, karena menggunakan element opacity; CSS 2.1 belum mendukung. Kalau nggak salah template yang bli gunakan valid di CSS 3.
        Kalau efek tampilan mungkin tidak signifikan bli, yang saya rasakan dalam hal perawatan terasa lebih mudah saja; lagian belajar valid lebih baik kan ?

    • aldy says:

      Sudah dibetulkan kok mas, tetapi error masih terjadi. Sudah ditanggalkan Gzip-nya juga, ntar pelan-pelan saya benahi lagi deh.
      Terima kasih Advisnya Mas Ris (*guru ngeblog saya sampai turun tangan*)

    • ganda says:

      Kesalahan bukan di file CSS-nya, tapi di validatornya, hal ini sudah saya post di blog saya.
      Ups, siapa bilang, dulu ketika saya menggunakan Gzipped-CSS, CSS saya valid. Tak ada error sama sekali. Sekarang blog ini juga sudah valid, dan menggunakan Gzipped-CSS pula.

  4. delia says:

    Punya lia valid nggak ya :bingung:

    semoga bisa cepat diatasi ya pak 🙂

  5. budiarnaya says:

    kalau mau pasti bisang bang…. jinakkan dia , heeee

  6. rismaka says:

    Saya cek lagi pakai mode “by direct input”, sudah valid kok mas. Kalau memakai mode “Validate by URI” tetep aja masih error… Mungkin mas bisa tanyakan solusinya ke pak dhe harry (side22.com)

  7. narno says:

    saya tak mengerti hal-hal seperti ini, jadi hanya bisa bantu doa semoga segera dapat dibenahi kembali

  8. TuSuda says:

    Wahh..saya ndak ngerti program beginian, ikut bantu dengan motivasi saja ya Mas. Semoga kesalahan teknisnya segera bisa diperbaiki dengan setuntas-tuntasnya…

  9. sunflo says:

    aq ga mudeng aldy… cuma mo ngramein ajah…. :mrgreen:
    para gurunya aldy pasti udah kasih solusi yuah.. ^^

    • Aldy says:

      Gak apa-apa kok Flo, para guru memang sudah ada yang turun tangan membantu, tapi masih belum berhasil juga :mrgreen:

  10. Harry says:

    Lexical error itu biasanya muncul jika ada parsing yang salah pada struktur dasar HTML, Om. Melihat error validasinya, mungkin,… mungkin lho ya (karena saya tidak tahu persis pengembangan tema ini). Mungkin ada notasi &#gt; yang lupa Om tambahkan saat ingin menulis <br />.

    Kesalahan ini sepertinya berada tidak jauh (sebelum) markah-markah css, terbukti dengan tidak ditemukannya css "No Style Sheet Found" akibat kesalahan parsing diatas.

    Mudah-mudahan analisanya bisa sedikit membantu. jika salah ? Namanya juga analisa Om. fmiiw.

  11. Harry says:

    Arghhh,… jadi dua kali dech.
    Jika masih ribet dengan nomor 62 yang muncul. silahkan ubek-ubek markah hexadecimal untuk entitas >.

  12. Harry says:

    Balik ke baju lama koq jadi sedikit kelihatan Om,…
    Jika benar nih, mungkin Om bisa mencoba menghilangkan white spacenya dari baju baru CSS nya. Mungkin lagi lho ya.

  13. dani says:

    Di satu sisi, pemasangan ikon validator membantu mengevaluasi. Apalagi jika peramban tidak punya akses singkat (baca: semacam plugin/ekstensi) ke arah tersebut. Di sisi lain, seharusnya ikon tidak perlu dipasang, karena tiap halaman Web semestinya memiliki standar (dalam bahasa strict dibaca: validitas) tertentu. Jika tidak, mengapa para pembuat tema/theme mencantumkan status valid versi W3C? 🙂

    • Cahya says:

      Kan tidak semua pakai Fx dengan plugin web developer Bli Dani 🙂

    • Harry says:

      Konvensinya, tema wordpress yang disebar/jual ke publik khan harus tetap lolos validator, "Validate! Validate! Validate!". Perkara nyampai enduser jadi aneh, Hal tersebut khan kesadaran masing-masing tentang FAQ spanduk Valid W3C, Rayimas. 🙁

      Untung saja, saya bukan penjual, jadi tidak perlu menjawab komplain tentang kompabilitas tema yang saya jual. Anyway I still love that badges.

    • Aldy says:

      Opps…
      Pemasangan Badge sengaja dibuat pada footer bli, kayaknya kalau setiap halaman harus dicantumkan badge valid repot juga :D, sekalian saja untuk yang suka iseng mengecek valid atau tidaknya sebuah halaman web/blog.

  1. 15/05/2010

    […] pribadi ini di inspirasi oleh cerita Pak Aldy M. Aripin, pada tulisan Kegagalan validasi CSS level 2.1 saat melakukan pengembangan tema WordPress di personfield beliau. Sebelum menuliskan yang berbau […]

  2. 15/05/2010

    […] beberapa hari ini berkutat dengan related post yang aneh dan Validasi CSS yang gagal, mungkin saatnya santai sejenak dengan tertawa […]