Malaria dan Guna-guna

Kehidupan dipedalaman yang belum tersentuh modernisasi kota terkadang membuat jengkel dan menggelikan. Kita yang merasa “orang kota” sering dibuat marah, geli dan geram.

Hey bang, ada apa ?
Beberapa hari yang lalu,nara blog melakukan kunjungan kesebuah desa, tidak terlalu jauh bahkan kendaraan roda empat juga bisa sampai ke Desa yang dituju. Seperti biasa tidak ada rapat atau pertemuan yang bersifat formal. Narablog dan penduduk sekitar hanya berkumpul dirumah kepala Desa dan suasana berlangsung dengan santai.

Setelah pertemuan usai,narablog ke sungai kecil yang ada dibelakang rumah, ketika mendekati sungai nara blog sempat agak terkejut, ternyata disungai sedang berlangsung sebuah ritual, memandingan seorang perempuan ( belakangan baru tahu jika siwanita masih belum ada yang punya :mrgreen:.

Narablog tidak tahu apa arti bacaan dari si tukang mandi, sementara siwanita sepertinya ditemani oleh kedua orang tuanya. Setelah selesai barulah turun kesungai untuk mencuci muka, kebetulan ayahnya masih ada disungai. Karena penasaran saya tanyakan kenapa sianak dimandikang dengan air kembang.

Tanpa basa-basi sibapak bilang jika sianak kena “jayau/guna-guna”, dengan tatapan heran saya lihat wajah sibapak agak berubah, sepertinya menahan marah dan kekecewaan. Akhirnya saya memilih diam, karena jiak dijelaskan, sibapak juga tidak bakalan mau percaya. Akhirnya saya tanya dengan si kepala Desa, menurut Pak Kades, sianak gadis tersebut bukan kena guna-guna, tetapi terserang malaria dan ini bisa dibuktikan dengan hasil pemeriksaan darah yang mengindikasi sianak terkena malaria.

Dari pada memperpanjang masalah saya lebih memilih pamit pulang dan lebih percaya dengan keterangan yang disampaikan oleh kepala Desa. Setelah sampai dirumah justru jadi mikir, begitu terbelakangkah pemikiran orang tuanya ?

Rekan-rekan narablog punya pengalaman yang sama atau hampir sama, mohon sharing ya … :mrgreen:

Aldy M. Aripin

Seorang suami dari seorang istri, Ayah dari dua orang putri dan eyang dari tiga orang putu (update). Saat ini bekerja sebagai profesional pada sebuah perusahaan swasta nasional yang bergerak dibidang pengusahaan hutan.

Mungkin Anda Tertarik

42 Tanggapan

  1. andipeace says:

    kenalkan secara halus dan tertuju tentang perubahan jaman OM…
    itu ide yang ada difikiran saya ;D

    • Aldy says:

      Desa tersebut merupakan Desa Binaan tempat saya bekerja, sudah sering diadakan penyuluhan kesehatan juga.

  2. narno says:

    kalau pengalaman yang sama saya belum pernah mengalami,
    untuk kasus tersebut perlu adanya penanganan serius dari pemerintah tentunya agar bukan faktor mistiknya yang lebih berkembang

    • Aldy says:

      Perusahaan tempat saya bekerja sudah sering melakukan sosialisasi kesehatan ke desa-desa mas, karena desa ini merupakan desa binaan. Tetapi kepercayaan yang sudah mengakar seperti memang agak sulit kita ubah dalam waktu cepat.

      • narno says:

        mungkin memerlukan waktu hingga generasi berikutnya, yang melek pendidikan dan melek pengetahuan

  3. zee says:

    Wah malaria itu bahaya kalo dibiarkan begitu saja. Bisa2 malah nanti ada kejadian lalu si bapak mencari kambing hitam untuk anaknya yg kena “guna-guna” itu. Bisa dikenalkan melalui penyuluhan sih mas, melalui mantri dan dokter. Biasanya sih emg gak langsung bisa diterima, tapi disambil juga sudah syukur. Misalnya kita bilang, obat ini sebenarnya vitamin, biar tubuhnya fit dan tidak loyo, krn orang loyo akan gampang terserang “kiriman”, padahal sebenarnya itu obat. Jadi dia mo mandikan anaknya di sungai ya gpp juga, asal “vitamin” dia mau minum. πŸ™‚

    • Aldy says:

      Kalimantan memang dari endemi malaria Mbak.
      Kita sudah sering melakukan sosialisasi masalah ini kepada masyarakat yang ada disekitar lokasi kerja dan mayoritas sudah bisa mengerti, tetapi masih ada beberapa yang tetap berpegang dengan tradisi lama.

  4. ganda says:

    Belum pernah melihat, mengalami peristiwa seperti ini bro. Biasanya kalau daerah tanah Batak yang agak terpencil, hal-hal mistis memang masih kental, tapi biasanya yang saya tahu, kebanyakan menggunakan obat tradisional.

    • Aldy says:

      Kalau penyakit biasa ( tidak ada indikasi guna-guna ), disini juga lebih banyak memanfaatkan obat-obatan herbal yang banyak terdapat dihutan.

      • ganda says:

        Mengetahui indikasi guna-guna darimana bro?

        • Aldy says:

          I’m not sure,
          tapi katanya sih kalau kena guna-guna selalu ingin ketemu dan ingat kepada yang mengirim guna-guna.

          • ganda says:

            Hmm… begitu ya? Walau kita tidak kenal dengan si pengirim ya?

            • Aldy says:

              Biasanya, yang mengirim guna-guna sudah kenal dan naksir duluan, tetapi bertepuk sebelah tangan. Katanya sih, cinta ditolak dukun bertindak πŸ˜€

  5. Khery Sudeska says:

    Dulu, sewaktu saya masih kecil, kepercayaan serupa ini masih cukup kuat di kampung saya, Bang Aldy. Cuma, sekarang tampaknya sudah mulai sedikit rasional pemikiran mereka. Ada sih ada, tapi keterbelakangan mereka tak sampai seperti yang Abang ceritakan di atas. Kalau boleh saya tanya, bagaimana keadaan infrastruktur di desa yang bersangkutan? Dan bagaimana pula akses barang, orang, dan informasi? Biasanya keterbelakangan itu sangat erat kaitannya dengan ketertinggalan yang saya sebutkan itu. Entah kalau di daerah itu…

    • Aldy says:

      Mas Sudeska,
      Kalau dilihat infrastruktur desa seharusnya kepercayaan seperti ini tidak ada lagi, jalan sudah sampai desa ( dibantu oleh perusahaan tempat saya bekerja ), listrik dan akses ke puskesmas juga bisa dijangkau dengan bantuan kendaraan dari perusahaan.
      Tapi inilah kenyataan yang saya temui πŸ˜‰

  6. TuSuda says:

    Persepsi simpel seperti memang sering terjadi didaerah terpencil Mas, seperti pengalaman kami ketika bertugas di puskesmas sangat terpencil.
    Sering harus bersabar menjelaskan secara detail arti dari setiap gejala penyakitnya dan menerangkan bagaimana cara pencegahan serta pengobatannya yang teratur.

    • Aldy says:

      Bli Tusuda,
      Sosialisasi sudah sering dilakukan, tetapi memang ada beberapa keluarga yang masih kokoh berpegang dengan cara-cara lama. Ini memang tantangan tersendiri bagi kami dilapangan.

  7. Puskel says:

    Secara medis, gejala awal penyakit yang diduga malaria yakni: demam, menggigil, berkeringat, kemudian harus dicek pemeriksaan darah tepi (DDR), untuk memastikan adanya plasmodium (parasit) penyebab utamanya.
    Sekarang jenis pengobatannya sudah tersedia lengkap di puskesmas dan menjadi salah satu program unggulan dalam pencegahan penyakit menular di masyarakat.
    Terimakasih Mas, sudah berbagi pengalamannya bersama.

  8. Puskel says:

    Maaf, sudah sempat tadi komentar, tapi sepertinya terjerat si akismet Mas. Tksi…

  9. Hakim says:

    kalo saya sebaliknyanya om, kemarin saudara saya masuk rumah sakit dan menurut vonis dokter ia menderita penyakit liver, tapi ketika di panggil orang “pintar”, orang pintar tersebut mengeluarkan benda kecil seperti potongan silet dari dalam perut saudara saya. dan sekarang sudah sembuh.
    Anehnya di rumah sakit bukan diberi obat liver, tapi hanya diberi vitamin saja

  10. salamkawan..
    dimana kita berada pasti ada sahaja perkara – perkara ini akan muncul ka..

  11. Gus Ikhwan says:

    beda persepsi dong intinya, kenapa pak aldy tidak menjelaskan ke anak gadis itu kalau dia sebenarnya tidak terkena gunaΒ² melainkan penyakit malaria.. mungkin karena kurangnya pendidikan formal saja….

  12. Cahya says:

    Dosen saya pernah berkata, ilmu kedokteran masih berusia sangat muda, ada banyak “metode” penyembuhan lain di atas bumi ini yang jauh lebih tua dan bertahan hingga kini. Namun bukan berarti karena kita tidak memahaminya, berarti kita memiliki hal untuk mendiskreditkannya.

    Namun seperti yang disampaikan Dokter TuSuda, informasi dan pendidikan kesehatan bagi masyarakat bukan hal yang mustahil untuk dilakukan, namun memerlukan “perjuangan” bukan πŸ™‚

  13. aming says:

    ngga bisa dipungkiri pak kalau masih ada masyarakat kita yang percaya akan ritual2 keagamaan, seharusnya sang kepala desa lah yg mempunyai peran untuk mengenalkan ilmu kedokteran kepada masyarakatnya…

  14. julie says:

    mas aldy yang lagi merajok
    apa kabarmu? :p

  15. DikMa says:

    hahaha ..
    pertemuan secara halus dengan mahkluk halus tuh pak Aldy .. πŸ˜†

    • Aldy says:

      Xxixixi…
      tapi nggak merinding ya, malah kasian melihat yang bening-bening diperlakukan orang tuanya seperti itu.