Menyembah Berhala

menyembah-berhalaDalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Dalam Jaring menyebutkan bahwa berΒ·haΒ·la n patung dewa atau sesuatu yg didewakan yg disembah dan dipuja, kemudian di id.wikipedia.org mendefinisikan kembali arti berhala ( berdasarkan KBBI daring ) bahwa Kata berhala dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, sebagai kata benda memiliki arti patung dewa, kemudian penggunaan kata berhala kemudian meluas menjadi makhluk/benda (matahari, bulan, malaikat, hewan) apa saja yang disembah selain perintah Allah adalah termasuk dalam kategori berhala.

OK, kita tidak bicara berhala lebih jauh hanya sebatas sebagai blogger, karena ada juga blogger yang menyembah trafik.
Sekarang masalahnya, karena sebagian besar blogger adalah blogger paruh waktu dan belum sampai pada taraf mendapatkan recehan dari ngeblog tetapi tingkat ngeblognya sudah sedemikian tinggi, sementara pekerjaan offline juga tidak kalah banyaknya. Sehingga kecenderungan mengabaikan pekerjaan offline dan keluarga ( khusus yang sudah berkeluarga ), menjadi semakin tinggi. Bukan tidak mungkin pada akhirnya blog dijadikan semacam “Aliran Lain” yang bersifat wajib.

Nah, ketika semua itu sudah menjadi rutinitas yang tidak terkontrol, apakah para blogger yang kebetulan over limit ini bisa dikategori menyembah berhala ?

Ops, sebelum dilanjutkan mohon jangan salah diartikan dulu, artikel tidak ingin memvonis ataupun semacamnya, hanya sebuah wacana kosong, karena narablog sendiri sering over limit jika sudah berhadapan dengan blog.
Masih syukur kewajiban pokok sampai dengan saat ini bisa dijalankan dengan “cukup baik”.

Ada pendapat ?

Aldy M. Aripin

Seorang suami dari seorang istri, Ayah dari dua orang putri dan eyang dari dua orang putu. Saat ini bekerja sebagai profesional pada sebuah perusahaan swasta nasional yang bergerak dibidang pengusahaan hutan.

Mungkin Anda Tertarik

72 Tanggapan

  1. Abula says:

    ngeblog bagi saya seolah sekolah yang kehadiran saya di sekolah tersebut diatur oleh saya sendiri ….

  2. ralarash says:

    kayanya ngga disebut menyembah berhala deh..
    karena tidak ada kata yang berhubungan dengan “over limit” dsb dalam definisi berhala atau menyembah berhala…
    That’s my opinion.. πŸ˜€

    • Aldy says:

      Direct Connection per kalimat memang tidak ada Ralarash, tetapi esensinya mengarahnya kesana kan ?

  3. Ferdinand says:

    Wah klo menurutku bahaya tuh klo sampe mendewakan traffic bahkan sampe ninggalin pekerjaan Offline dan klo yg udah nikah keluarganya karena Ng’blog yg ga terkontrol wah2…..parah….

    aku sendiri cuma karena seneng aja Sob Ng’blog, itu juga klo ada waktu, aku sih lebih mikirin kerjaan daripada Blog hhe……..pokoknya cuma Hobby lah……

    sebelumnya salam knal dlu sob…..ga sengaja mampir dari Sekerat Roti hhe…….
    Sukses slalu Sob….!!!

    • Aldy says:

      Semoga kita bukan dalam kategori mas Ferdinand dan wacana ini sekedar mengingatkan diri saya sendiri, agar kejadian seperti di facebook tidak terulang pada para narablog.

  4. salam kawan..
    maaf kurang faham apa yang ingin disampikan..

    tapi dalam agama islam menyembah berhala itu satu dosa yang besar dalam menyekutukan Allah s.w.t.

  5. DikMa says:

    Jujur saja, saya ngeblog belum bisa memastikan sasaran dan tujuan nya untuk apa .,? begitu juga dengan banyak memiliki blog berbayar di khususkan untuk apa, .. ?

    Nah pertanyaannya, apakah memiliki banyak blog merupakan “penyembahan berhala” ..?? hehehe pertanyaan membingungkan .. πŸ™‚

    • Aldy says:

      Sasaran dan tujuan bisa tentukan belakangan Mas.
      Wacana ini dalam pengertian sudah mulai meninggalkan kewajiban pokok sementara ngeblog hanya sebagai hobby/kegiatan sampingan saja.
      Sepanjang tidak mengabaikan pekerjaan pokok dan keluarga ( yang sudah punya ); tidak menjadi masalah.
      Memiliki hostingan berbayar tentu memiliki pertimbangan sendiri, dan saya tidak mengatakannya menyembah berhala. ( saya punya bayar dink πŸ˜‰ )

  6. idebagusku says:

    kalau saya sih berhubung tidak ada kerjaan offline, jadi online dan ngeblog jadi pelampiasan

    • Aldy says:

      Berarti sama Mas πŸ˜€
      Dari pada mikirin yang nggak-nggak mendingan ngeblog, apalagi kerja jauh dari keluarga godaannya uakeh tenan :mrgreen:

  7. novi says:

    sesuatu yang berlebihan selalu tak kan membawa manfaat pada diri… bila ngeblog udah menjadi suatu candu dan mengalahkan segala aktivitas yang lain… ini keknya berhala gaya baru deh dy… waspadalah…. ^^

    • Aldy says:

      Ach iya mbak, sesatu yang berlebihan memang tidak baik, makan saja kalau berlebihan bisa koit πŸ˜‰

  8. dery says:

    Akhir-akhir ini, saya juga menganggap blogging merupakan kewajiban,, disamping itu, masih banyak juga pekerjaan offline yang harus dikerjakan..
    Wah, sepertinya saya sudah masuk ke aliran ini, apalagi sekarang ini saya sedang “menyembah trafik”..
    Kalo menurut pendapat saya sih, kita harus membagi waktu blogging, dan memisahkannya dari jadwal yang lain.. Memang sulit kalo yang blognya sudah banyak pengunjungnya, apalagi dikelola sendiri..

    • Aldy says:

      Belum Mas Derry,
      Saya juga sudah baca komentar Mas Derry di blognya mas Iskandar, jika seperti itu masalahnya saya kira belum pada kategori ini; terkecuali gara-gara ngeblog mas Derry malah lupa dengan pelajaran sekolah.

  9. dani says:

    Menurut saya, menyembah berhalanya terkait dengan memuja trafik berlebihan. Nah tafsir ‘berlebihan’ ini silakan diterjemahkan sendiri. Apakah ‘mendewakan’ trafik hingga rela mengecoh pengguna, menipu pengunjung, dan segala hal tidak beretika lainnya. πŸ™‚

    • Aldy says:

      Benar Bli,
      dan wacana ini hanya khusus untuk narablog yang ngeblog hanya sebatas kesenangan tetapi sudah hampir melupakan tugas utamanya.

  10. iskandaria says:

    Mungkin yang Pak Aldy maksudkan itu yang terlalu ngoyo dalam ngeblog ya, sehingga pekerjaan dan kewajiban offline menjadi agak terabaikan. Tapi saya agak bingung kalau mau dihubungkan dengan istilah “menyembah berhala” πŸ™‚

    Yach, kalau memang belum menjadi blogger full time (kayak Kang Rohman dan OOM), saya rasa memang harus pintar-pintar membagi waktu dan prioritas. Yang penting mendahulukan yang dirasa LEBIH MENDESAK dulu untuk diselesaikan deh.

  11. Deka says:

    menyembah trafik hahahhah, Oom nie…!!!
    Kayaknya sama Om, kalo udah contact dengan blog sering lupa waktu kalo gak diingetin. hehehehe Tapi hamba sendiri kayaknya belum sampai ‘menyembah trafic’ deh. hihihihi

  12. Khery Sudeska says:

    Setuju, Bang. Saya kira, kita patut kembali pikirkan tujuan ngeblog kita untuk apa. Jangan terlalu memaksa diri atau malah terlalu keasyikan secara berlebihan sehingga kewajiban utama tertinggalkan. Ngeblog ini ada banyak manfaat, tapi juga bisa menimbulkan mudharat bila sudah berlebihan… πŸ˜€

  13. Kadang saya sempat beberapa kali dalam situasi ini, dan benar kata Pak Aldy perlu orang kedua atau orang ketiga untuk mengingatkan. Selama belum bisa menghasilkan sesuatu yang lebih dari pekerjaan offline, jangan sampai mendewakan blog. Jadikan sebagai penyemangat kerja dan pengisi waktu senggang. πŸ™‚

  14. Thanks for an idea, you sparked at thought from a angle I hadn’t given thoguht to yet. Now lets see if I can do something with it.

  1. 03/06/2010

    […] kita hari ini akan bicara masalah hukum setelah bosan menyembah berhala ?, Ops..tidak. Tidak ada kewenangan untuk berdiri dalam lingkaran tersebut karena memang bukan […]