Overtime Worker

Pernah bekerja melebihi waktu yang sudah ditentukan? atau istilah kerennya overtime?, berapa jamkah idealnya kita bekerja dalam satu hari? Enjoykah kita dalam bekerja?

Aku biasanya bekerja lebih dari 12 (dua belas) jam perhari. Jam kerja dimulai dari jam 06:00 pagi, karena kantor sangat dekat dengan rumah (tepatnya mess), berangkat kerja biasanya jam 05:45 WIB. Jam 11:00 – 12:30 Istirahat, sekaligus jam makan siang. Dapur umum ditutup pada jam 13:00 WIB, artinya setelah masuk kantorpun masih ada kesempatan untuk makan siang selama setengah jam. Pada jam 12:30 masuk kantor lagi sampai jam 16:00 WIB. Apabila ada tugas lapangan, pulang kerumah bisa sampai jam 22:00 WIB. Jika sudah jam segini, tidak ada jadwal lembur. Paling-paling hanya buka email melalui layanan pushmail dari TelekSel.

Kemudian dilanjutkan pada malam hari, jika tidak ada kegiatan belajar bersama, biasanya lembur sampai jam 22:00 WIB atau sampai jam 24:00 WIB, tidak ada waktu yang pasti kapan pulang lembur, tergantung volume pekerjaan yang harus diselesaikan. Pekerjaan yang biasanya dilembur hanyalah mendisain bangunan tinggal, jembatan, rumah ibadah, mess karyawan dan lain-lain menggunakan aplikasi AUTOCad2006 (aplikasi ini milik kantor). Selain itu, biasanya nongkrong di Sipuhh Online, memelototi data yang diinput pada siang harinya.

Mengapa lembur sampai selarut itu?
Ada banyak alasan, tetapi yang terasa sangat membebani ketika sebuah pekerjaan belum rampung dikerjakan, walaupun tenggat waktunya masih beberapa hari ini. Mungkin, karena terbiasa untuk tidak menunda pekerjaan. Pekerjaan yang belum diselesaikan padahal bisa diselesaikan dalam waktu yang tidak terlalu lama akan mengganggu tidur. Dari pada tidur terganggu, lebih baik menyelesaikan pekerjaan.

Enjoykah?
Tentu, walaupun harus diakui, ada kalanya timbul perasaan jenuh dengan pekerjaan. Tetapi jika sudah dihadapkan pada kewajiban, maka perkara jenuh harus dikesampingkan. Karena jika sudah tidak ada lagi rasa tanggung jawab terhadap pekerjaan, sebaiknya resign dari pekerjaan tersebut dan carilah pekerjaan baru.

Waktu untuk keluarga?
Kebetulan saat ini bekerja jauh dari keluarga, sejak anak-anak beranjak memasuki usia sekolah, sejak itulah berpisah dengan keluarga dan Alhamdulillah sampai dengan saat ini semuanya berjalan baik-baik saja. Dan anak-anak memahami pekerjaan orang tuanya. Hari-hari pulang ijin/cuti selalu dihabiskan untuk bersenda gurau dengan keluarga, kegiatan online (blogging) ditinggalkan, pekerjaan untuk sementara disingkirkan dan pada sore hari bermain game dengan anak-anak, game yang dimainkan selalu multi player, terkoneksi menggunakan jaringan intranet.

Dengan cara seperti ini, kerja overtime bukanlah sebuah beban yang terlalu berat karena dikerjakan dengan perasaan senang dan bahkan dianggap sebagai hobi. Dan tentunya bekerja overtime tersebut dalam takaran tersendiri, jika kondisi fisik sedang tidak sehat, memaksakan diri bekerja overtime sama dengan bunuh diri. Mengkonsumsi vitamin dan pada waktu yang terjadwal diselingin dengan olahraga fisik seperti lari sore hari, pushup pada pagi hari dan minum air putih minimal 1.5 liter setiap pagi sebelum masuk kerja. Berat? bisa ya…bisa juga tidak.

Sumber gambar :Evil Editor

Aldy M. Aripin

Seorang suami dari seorang istri, Ayah dari dua orang putri dan eyang dari dua orang putu. Saat ini bekerja sebagai profesional pada sebuah perusahaan swasta nasional yang bergerak dibidang pengusahaan hutan.

Mungkin Anda Tertarik

40 Tanggapan

  1. ongisnade says:

    your post is nice.. 🙂
    keep share yaa, ^^
    di tunggu postingan-postingan yang lainnya..

    jangan lupa juga kunjungi website dunia bola kami..
    terima kasih.. 🙂

  2. HA Peduli says:

    postingan yang sangat menarik 🙂
    sangat bermanfaat.. ^_^
    keep posting yaa..

    ingin barang bekas lebih bermanfaat ?
    kunjungi website kami, dan mari kita beramal bersama.. 🙂

  3. Aldy says:

    Terima kasih telah berkunjung kesini.

  4. Dalam kehidupan kita selalu memilki prioritas utama dalam membangun komunikasi dalam keluarga, dan waktu merupakan kunci yang tepat untuk selalu dapat diberikan kepada mereka yang berhak menerima ini semua.

    Sukses selalu
    Salam
    Ejawantah’s Blog

    • Aldy says:

      Walaupun pekerjaan bertumpuk, tapi kalau sudah kembali ke keluarga, umumnya aku akan melupakan pekerjaan yang ada. Ini dilakukan agar tidak mengganggu kenyamanan bersenda gurau dengan mereka.

  5. dmilano says:

    Saleum,
    Tak mudah menjadikan pekerjaan kita sebagai hobi ya mas, aku saja yang sudah 6 tahun menjadi guru sampai sekarang belum bisa menjadikan itu sebagai hobi.