Pantangan/pamali

Melakukan kunjungan ke dusun-dusun yang hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki (jarak paling dekat ditempuh selama 2 jam; turun naik gunung), tentu membuat lelah dan keringat bercucuran. Pada kesempatan seperti ini selalu ada rekan yang iseng. Tujuan awalnya mungkin sederhana, agar setelah sampai ditempat tujuan ada bahan cerita dan olok-olokan, terutama terhadap teman-teman yang baru pertama kali ikut dalam kunjungan.

Cerita ini terjadi pada tahun 2009 yang lalu, saat melakukan kunjugan ke Dusun Sungai Sampak, Kecamatan Menukung, Kalimantan Barat. Perjalanan akan ditempuh selama kira-kita 3,5 jam melalui padang ilalang dan beberapa hutan kecil.

Salah seorang yang ikut rombongan adalah karyawan baru (training), sementara yang lainnya sudah cukup lama bekerja. Awalnya saya tidak tahu kalau dia dikerjain oleh senior yang lain.

Pada hari yang sudah ditentukan kami berangkat ke dusun tujuan melalui Desa Melaban Ella, sampai didesa ini kami masih menggunakan kendaraan roda empat. Beranjak dari Melaban, kami sudah menggunakan self power, jadi harus pandai-pandai menghemat tenaga atau pilihannya jauh tertinggal dibelakang. Perjalanan cukup nyaman karena cuaca mendung. Tetapi resiko lainnnya, karena jalan setapak jarang dilalui, menjadi bersemak dan licin.

Setelah kurang lebih lima belas menit berjalan, tantangan pertama menghadang, didepan terbentang bukit yang landai tetapi jarak tempuhnya cukup panjang. Saya memilih berjalan paling belakang karena kalau didepan, karyawan yang training tersebut akan tertinggal jauh dan menjadi bulan-bulanan senior-senior lainnya.

Setelah menanjak, sekarang giliran jalanan menurun, turunan yang cukup terjal dan beberapa kali harus berpegangan pada akar pohon. Berikutnya turunan landai yang licin. Pada turunan landai ini karyawan yang training terpeleset dan jatuh terlentang. Tapi dia masih bisa bangun.

Setelah berjalan satu jam, kami istirahat disebuah hutan muda yang tidak terlalu padat. Disini saya baru tahu kalau si karyawan training sedang dikerjain. Teman-teman yang lain pada minum, tetapi dia malah menyendiri. Saya hampiri dan saya tawari minum, dia malah menggeleng. Okey, tidak masalah. Ketika saya membalikkan badan, saya mendengar suara mendesis seperti orang kepedasan. Karena penasaran saya balik lagi. Kali ini saya tidak menawarkan minum dan tidak bicara tetapi hanya diam mematung. Mungkin karena tidak tahan, kembali dia mendesis, suaranya mirip orang kepedasan. Saya hampiri dan saya tanya, kembali dia hanya menggelengkan kepala.

Tiba-tiba saya mendengar suara tertawa ngakak dari teman-teman yang lain, bahkan sampai ada yang terpingkal-pingkal. Salah seorang teman rupanya tanggap dan sambil menahan tawa dia menjelaskan, bahwa sejak berangkat dari camp tadi, karyawan yang training tadi disuruh mengulum cabe merah, sebagai pantangan/pamali agar dijalan tidak mendapat hambatan. Heeeh….?
Mungkin waktu jatuh di turunan sebelumnya, cabe merah itu tergigit.

Saya hampiri dan meminta dia membuka mulut, dan….saya menahan senyum kecut, ternyata sebagian dari cabe merah itu sudah hancur. Saya sodori minuman dan sepotong jajanan. Teman-teman yang lain malah makin nyaring tertawanya. Kasihan, sudah capek, kepedasan dan keringatnya paling banyak mengalir.
Setelah dirasa cukup beristirahat, kamipun melanjutkan perjalanan.

Sampai sekarang jika ingat kejadian itu saya selalu tersenyum geli. Ternyata selain disuruh mengulum cabe, kalau sampai pecah dia “diancam” tidak boleh bicara, terutama kepada saya. Beginilah, jika penyakit jahil sedang kumat, bukan hanya narablog, tetapi rekan-rekan yang lain juga bisa jahil. Dan menangnya, yang paling senior tidak berani dijahili 😀

Aldy M. Aripin

Seorang suami dari seorang istri, Ayah dari dua orang putri dan eyang dari dua orang putu. Saat ini bekerja sebagai profesional pada sebuah perusahaan swasta nasional yang bergerak dibidang pengusahaan hutan.

Mungkin Anda Tertarik

73 Tanggapan

  1. cresh! kegigit.pedes dah. huh..hah..huh… haha…air..air…pedes nih. jangan dijahilin dong.

  2. Jewelry Tips says:

    nasib jadi junior. teringat juga waktu di opspek dulu. Yang sabar ya le… besok klo udah jadi senior gantian jahilin yang junior he2… tapi yang ringan2 aja, junior kan juga manusia, yang penting nggigit.

  3. asop says:

    Ah, senioritas. 😀

  4. Mark Waymire says:

    Sick of getting low numbers of useless traffic for your website? Well i wish to share with you a brand new underground tactic which makes myself $900 daily on 100% AUTOPILOT. I possibly could be here all day and going into detail but why dont you merely check their site out? There is a excellent video that explains everything. So if your serious about making easy money this is the site for you.